Sabtu, 23 Januari 2016

Agama dan Politik dalam Freemasonry

freemasonry
DALAM dekrit Majelis Timur Raya Perancis disebutkan bahwa Freemasonry sebagai jalan untuk mewujudkan sikap saling menolong di antara manusia dan memerintahkan pada perbuatan seperti itu, harus benar-benar terpisah dari segala aliran atau kelompok agama, tidak berhubungan dengan seseorang karena latar belakang keyakinan agamanya.
Dalam materi teks 93 juga disebutkan bahwa perkumpulan ‘Freemasonry mana pun tidak diperkenankan membantu suatu gerakan politik atau menghimpun dana untuk tujuan ini. Dalam materi teks 3 Undang-undang Dasar Majelis Freemasonry Mesir disebutkan bahwa di antara dasar-dasar kekerabatan ialah meniadakan fanatisme agama dan menghormati semua aliran.
Sebagaimana yang tertuang dalam materi 9 bahwa kekerabatan ini tidak boleh bertentangan dengan kajian-kajian agama dan tidak boleh melibatkan diri dalam kajian politis.
Dalam prinsip-prinsip Freemasonry Skotlandia Lama juga disebutkan: “Mengingat Freemasonry menghormati semua agama dan keyakinannya, maka dalam setiap pertemuan yang diadakan, ia juga menghormati diadakannya dialog agama, sebagaimana ia jugs memerintahkan semua anggota untuk memelihara keyakinan agamanya dan peraturan negaranya masing-masing sebagai layaknya warga negara.”
Dalam dekrit Freemasonry Umum menurut cara Jerusalem disebutkan: “Di dalam pertemuan Freemasonry tidak diperkenankan mengadakan kajian agama dan campur tangan dalam masalah politik kalau memang itu dinamakan politik.”
Chahin Mecarius berkata dalam bukunya: “Tuduhan yang dilemparkan kepada Freemasonry bahwa ia merupakan musuh agama jelas merupakan tuduhan bohong dan sumber pertentangan yang tak perlu dianggap serius. Sebab di antara undangundang dasarnya ialah percaya kepada Allah, kekekalan jiwa, kitab-kitab suci, rukun-rukun peribadatannya, ikut memperbaiki masyarakat dan membimbing anggota-anggotanya.”
Lebih lanjut ia berkata, “Hakikat paling mendasar dalam sejarah Freemasonry, bahwa tujuannya ialah meniadakan fanatisme dalam agama dan pendapat-pendapat yang menyuarakan nasionalisme, serta menyingkirkan kedengkian, agar dunia ini menjadi satu keluarga, tidak ada perbedaan antara anggotanya, tidak ada pengkotak-kotakan serta memperbaiki keyakinan agama yang rusak…”
Dalam buku Anzhamatul-Masuniyah Al-Umumiyah (Aturan-aturan Freemasonry Secara Umum) disebutkan: “Freemasonry adalah sebuah sekolahan yang mengajarkan rasa kasih sayang, melarang dalam pertemuan-pertemuannya semua bentuk pertentangan politik atau agama. Freemasonry tidak melarang siapa pun mengerjakan kewajiban agamanya. Karena pada dasarnya Freemasonry bermaksud menjadi penduduk dunia, dan setiap pengajarannya berkisar pada dasar ini, yaitu rasa kasih sayang antara sesama manusia. Ia juga menyeru orangorang yang merasa was-was akan terbawa dalam pertentangan politik dengan ucapan: Sesungguhnya dalam pertemuan ini aku dilarang dari setiap pertentangan dan perdebatan politik.”

Dalam majelis Takris, pemimpin majelis akan berkata kepada anggota baru, “Pada dasarnya Freemasonry menyeru pada keimanan kepada Allah dengan keimanan yang mutlak, tidak diberi batasan-batasan tertentu, tidak dihinakan, dan setiap anggota diwajibkan mencintai Allah dan gereja/masjid.”Dalam masalah politik, artikel-artikel dari kelompok Kontrak Kerajaan (Royal) menyatakan: “Kami menghormati setiap bentuk kekuasaan, baik dalam kelompok Freemasonry atau pun peradaban lain. ‘Ketetapan-ketetapan yang dibuat Freemasonry selalu menghindarkan diri dari pembicaraan tentang militer atau politik. Anggota yang melibatkan dalam dua masalah ini dapat dikeluarkan dari kekerabatan.
Dalam acara penerimaan, pimpinan majelis berkata, “Wahai murid, ketahuilah bahwa dalam Freemasonry tidak ada sesuatu bertentangan dengan ketentuan dan ajaran agama. Anggota yang bisa diterima adalah mereka yang memiliki rasa kasih sayang dan berhati tulus kepada negaranya serta berasal dari golongan tertentu yang mengakui eksistensi Allah dan melaksanakan perintah-perintahNya“.
Tetapi benarkah semua ini? Kalau tidak, apa yang dapat kita ungkap mengenai hal ini? []
Sumber: Al-ahdaf al-mu’linah wal-asrar a-khafiyah liandiyati ar-rotary wal-masoniyah/RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB/Pustaka Al Kautsar, 1993/September 1993

Di Balik Rothschild dan Konglomerat Yahudi

Rothschild
THE Jewish Encyclopedia memuat sejarah keluarga Rothschild sebagai jutawan semenjak keluarga ini muncul, dan memainkan peran penting dalam sejarah dunia terselubung modern. Pendiri keluarga ini adalah Amschel Moshe Pour, seorang pemilik modal Yahudi kenamaan. Ia pada mulanya hidup mondar-mandir antar-kota besar di Eropa Timur dalam urusan bisnis.
Kemudian ia menetap di Frankfurt Jerman. Nama Rothschild berasal dari bahasa Jerman.
Roth artinya red (merah) dalam bahasa Inggris. Schild artinya shield (tameng) dalam bahasa Inggris. Jadi Rothschild artinya ‘tameng merah’, atau dalam bahasa Inggris Red-shield. Ketika Amschel pertama kali membuka usahanya di jalan Bonden Strous Frankfurt, ia memasang semacam lambang berupa tameng berwarna merah di tokonya, sehingga nama Rothschild sejak itu diambil sebagai nama keluarga berketurunan.
Sepeninggal Amschel, putra bungsunya bernama Mayer Amschel meneruskan usaha ayahnya. Sebelumnya sang ayah telah bercita-cita, agar anaknya ini kelak meneruskan usaha ayahnya dalam dunia bisnis, meskipun sang anak bercita-cita menjadi pendeta Yahudi. Mayer rupanya berganti haluan sepeninggal ayahnya. Ia bekerja pada Bank Oppenheimer, milik seorang Yahudi.
Tidak lama kemudian ia banyak memahami seluk-beluk perbankan, sehingga pemilik Bank akhirnya berminat untuk menjadikannya sebagai mitra usahanya.
Setelah beberapa lama, kemudian ia kembali ke Frankfurt untuk meneruskan usaha mendiang ayahnya. Simbol Rothschild makin terkenal, dan nama Mayer pun mulai dikenal sebagai Rothschild I.
Mayer hidup tahun 1743-1812. Kelima anaknya dididik dengan keras untuk menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh, agar suatu saat kelak muncul sebagai konglomerat. Di antara anaknya yang paling berbakat adalah anak bungsunya Nathan, sehingga keluarga Rothschild mengirimnya ke Inggris sejak masih belia, agar kelak bisa menjadi salah seorang pemeran penting dalam bank Inggris.
Sedang tujuannya lebih jauh adalah untuk mendirikan lembaga keuangan raksasa bersama dengan ayah dan keempat saudaranya yang tersebar di seluruh Eropa.
Sejak Nathan berada di Inggris sebagai kader konglomerat Yahudi, kelompok pemilik modal internasional melangkah ke babak baru. Mayer yang pada tahun 1773 berusia 30 tahun mengundang tokoh pemilik modal Yahudi ke Frankfurt untuk membicarakan masalah Monopoli Internasional.
Dalam pertemuan itu Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi Inggris. Ia mengemukakan beberapa kesalahan yang telah dilakukan oleh mereka sebagai berikut :
1) Mereka lamban dalam melaksanakan program yang telah ditetapkan. Akibatnya tidak bisa menghasilkan apa yang telah ditargetkan, yaitu menguasai Inggris secara menyeluruh.
2) Masih ada beberapa golongan berpengaruh di Inggris yang masih mampu bertahan menghadapi Konspirasi Internasional. Rothschild mengajukan pandangannya tentang langkah-langkah yang masih belum terlaksana, yaitu :
a) Mempercepat pelaksanaan program yang belum terlaksana, dan menyingkirkan golongan oposisi dengan segala cara yang bisa ditempuh.

Meskipun ada kesalahan yang diamati oleh Mayer, namun itu tidak berarti tujuan Konspirasi Internasional secara umum telah gagal. Tujuan mereka menguasai perekonomian Inggris telah tercapai, dan mereka berhasil pula menarik Inggris ke dalam ketidakstabilan dan kancah peperangan yang berkepanjangan, agar jeratan yang mencekik leher menjadi makin kuat.b) Menguasai sepenuhnya segenap lapisan masyarakat Inggris, dan menentukan nasib mereka lewat jalan kekerasan dan teror mental dan fisik.
Rothschild membeberkan kepada para pemilik modal Yahudi Internasional itu, bahwa keberhasilan mereka atas Inggris bukanlah sesuatu yang besar, dibanding dengan arti Revolusi Prancis yang segera akan berkobar. Para peserta pertemuan merasa puas dengan uraian Rothschild yang realistis itu, sehingga mereka sepakat memperkokoh suatu tujuan dalam merancang Revolusi Prancis dengan rencana matang.
Sejak itu mereka sepakat mengumpulkan dana besar-besaran sebagai persiapan untuk membiayai rencana tersebut. Dengan modal keuangan besar-besaran, mereka berharap bisa menciptakan situasi perekonomian Eropa yang menggoncangkan. Khususnya di Prancis, pengangguran melonjak dahsyat, dan bencana kelaparan mendekati ambang pintu.
Sementara itu, terompet slogan muluk-muluk ditiupkan dari balik layar oleh kekuatan Konspirasi Yahudi Internasional, sehingga raja Prancis beserta para pejabat dan pihak gereja menjadi sasaran kebencian rakyat yang makin memuncak dari hari ke hari, dengan melontarkan tuduhan keji tanpa landasan rasional terhadap kalangan penguasa. Kehancuran dan kerusuhan pun makin menjadi-jadi. []

Mengapa Raja Edward I Mengusir Kaum Ini dari Inggris pada Tahun 1290..?

Foto: bbc.co.uk
Foto: bbc.co.uk
PADA tahun 1290, secara besar-besaran, Raja Edward I Mengusir kaum Yahudi dari Inggris akibat dendam masyarakat Inggris yang berlanjut. Untuk menghindari pengusiran tersebut, sebagian warga Yahudi memilih agama Nasrani sebagai pelindung.
Dalam buku “Sejarah Inggris” disebutkan bahwa keluarga Cromwell adalah satu dari sekian banyak keluarga yang mengumumkan kenasraniannya. Kelak, dari keluarga Cromwell akan lahir Oliver Cromwell yang nantinya akan memimpin revolusi menentang Raja Charles I, menciptakan undang-undang pencabutan larangan masuknya warga Yahudi ke Inggris, dan mengizinkan keluarga Yahudi yang terusir untuk kembali ke Inggris.
Tahun 1830 lobi Yahudi berhasil menekan parlemen Inggris agar mengeluarkan undang-undang hak berpolitik penuh bagi warga Yahudi. Mereka pun berhasil mengangkat Benjamin Disraeli menduduki posisi di parlemen hingga ada juga wakil Yahudi yang dapat menduduki kursi perdana menteri.
Klimaks pengaruh Yahudi terjadi pada masa pemerintahan Raja Edward VII yang sistem pemerintahannya didominasi warga Yahudi. Sir Anton Rothschild yang terlibat dalam skandal cinta dengan putri raja dan Arnest Kassel yang menjadikan Gold Schmid sebagai pengawal pribadinya adalah bukti pengaruh orang-orang Yahudi pada sistem pemerintahan Edward VII hingga akhirnya Schmid berhasil menjabat sebagai Kepala Staf Komando Angkatan Bersenjata Inggris yang bertanggung jawab atas keamanan Afrika.
Hubungan Yahudi dengan Raja Edward VIII sudah terjalin sejak Yahudi mengetahui kebiasaan Edward VIII, yang ketika itu masih menjadi putra mahkota, terhadap wanita-wanita cantik. Ketika pada tahun 1901 dia diangkat menjadi raja, hubungannya dengan Yahudi semakin erat, sehingga banyak jabatan yang dia percayakan kepada warga Yahudi. Mereka dipercaya untuk menjadi walikota London, penguasa tanah jajahan di Hongkong, direktur jenderal pos tanah jajahan di India, penguasa tanah jajahan di Australia, walikota Capetown di Afrika Selatan, jaksa agung di Inggris, dan lain-lain.
Pengaruh itu berlanjut hingga pemerintahan Raja George dan Ratu Maria melalui jabatan wakil kerajaan di India, rektor Universitas Oxford tahun 1935 (Devid Levi), inspektur pada Akademi Seni di Inggris (Darwin), dan lain-lain.
Tokoh Yahudi lainnya yang menduduki jabatan vital untuk melancarkan program Zionis, di antaranya, adalah Khaem Wiseman yang kelak menjadi presiden Zionis pertama di tanah Palestina. Jasa terbesar Wiseman terhadap pemerintahan Inggris adalah keberhasilannya mempersembahkan rumusan bom ketika dia menjabat Kepala Labolatorium Angkatan Bersenjata Inggris periode 1916-1919 melalui klaim bahwa rumusan itu adalah temuannya. Hasilnya, dia meraih penghargaan berupa deklarasi Balfour yang dimanfaatkan Zionis untuk menguasai bumi Palestina.

Lebih jelasnya, ketika buku ini ditulis, dalam parlemen Inggris telah terdapat 46 orang wakil Yahudi. Lewat keluarga Rothschild, Sason, dan miliuner Yahudi lainnya, mereka berhasil mendominasi sektor ekonomi yang di dalamnya termasuk penguasaan atas bank, perusahaan perdagangan, dan industri berat.Pada tahun 1951, Churchill, salah seorang tokoh pemerintahan Inggris yang mengatakan bahwa bangsa Arab adalah anjing yang kalau dipukul kepalanya akan mencium kaki, memperjuangkan pengangkatan Charphill menjadi Menteri Bidang Energi Nuklir.
Mereka pun berhasil menguasai pusat-pusat tambang di negara-negara jajahan Inggris dan menguasai juga sebagian besar saham-saham Bank Central Inggris yang mencetak mata uang kertas serta saham-saham perusahaan minyak Inggris, Iran, Irak, clan Kuwait.
Di Inggris pun terdapat konglomerat-konglomerat yang menjadi donatur tetap perjuangan Zionis Israel di bumi Palestina, di antaranya adalah Edward Seves, pemilik Mark Spencer, yang meninggal tahun 1982. Pada tahun 1967, dengan lancar dia menambah bantuan dananya hingga sepuluh juta poundsterling berkat izin khusus dari Ratu Elizabeth. []



Sumber: Yahudi dalam Informasi dan Organisasi / Penulis: Fuad bin Sayyid Abdurrahman Arrifa’i / Cet. 1. / Penerbit: Gema Insani Press, 1995, Jakarta

BUNYI VOKAL AKSARA JAWA

image
Contoh untuk menulis kata (tembung):
ba
image
Contoh untuk menulis kata (tembung):
wanni
Contohnya  untuk bunyi  pada kata: “kate, elok”
image
Contoh untuk menulis kata (tembung):
be
Contohnya untuk bunyi  pada kata: “bendera, segala”
image
Contoh untuk menulis kata (tembung):
wedi
ralat
hunu
Contoh untuk menulis kata (tembung):
bunyiu
honoco
Contoh untuk menulis kata (tembung):
rodha

ANGKA JAWA

Angka jawa terdiri dari 0 – 9:
angka jawa1
Angka jawa dan aksara jawa ada yang sama. Untuk membedakan angka jawa dan aksara jawa dalam menulis kalimat dengan menggunakan pada pangkat:
  angka 3
Contoh untuk menulis kalimat:
padapangkat

Sejarah Uang









Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.


Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter', yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emasdan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas

Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Sejarah uang sejak ribuan tahun. Pengetahuan tentang pengumpulan mata uang adalah studi ilmiah uang dan sejarahnya dalam segala bentuknya.

Banyak artikel telah digunakan sebagai uang komoditas seperti logam mulia alami langka, cowrie, barley, mutiara, dll, serta banyak hal lainnya yang dipandang sebagai memiliki nilai.

uang Modern (dan uang lama) pada dasarnya adalah tanda - abstraksi dengan kata lain, sebuah. Kertas mata uang mungkin merupakan jenis yang paling umum saat ini uang fisik. Namun, benda-benda emas dan perak memiliki sifat penting banyak uang.

Non-moneter tukar: barter dan hadiah
Berlawanan dengan konsepsi populer, tidak ada bukti dari masyarakat atau ekonomi yang bergantung terutama pada barter. Sebaliknya, masyarakat non-moneter dioperasikan sebagian besar di bawah prinsip-prinsip ekonomi hadiah. Ketika barter benar-benar terjadi, itu umumnya antara dua orang asing, atau musuh yang potensial.

Dengan barter, seseorang dengan objek material nilai, sebagai ukuran butiran, langsung bisa pertukaran objek untuk objek lain dianggap memiliki nilai yang sama, seperti binatang kecil, pot tanah liat atau alat. Kemampuan untuk melakukan transaksi sangat terbatas karena bergantung pada beberapa kebetulan inginkan. Penjual foodgrains harus mencari pembeli yang ingin membeli gandum dan juga bisa menawarkan sesuatu sebagai imbalan, penjual ingin membeli. Tidak ada media pertukaran umum di mana penjual dan pembeli dapat mengubah barang-barang yang bisa diperdagangkan mereka. Tidak ada standar yang dapat diterapkan untuk mengukur nilai relatif dari berbagai barang dan jasa.

Dalam perekonomian hadiah, barang dan jasa yang berguna secara teratur diberikan tanpa persetujuan eksplisit untuk hadiah atau masa depan (yaitu tidak ada formal pound pro quo). Idealnya, simultan atau rutin memberikan berfungsi untuk mengedarkan dan mendistribusikan barang-barang berharga dalam masyarakat.

Ada beberapa teori tentang ekonomi sosial hadiah. Beberapa melihat sumbangan sebagai bentuk altruisme timbal balik. Interpretasi lain adalah bahwa status sosial diberikan sebagai imbalan untuk "hadiah". Perhatikan, misalnya, pembagian makanan di beberapa masyarakat pemburu-pengumpul, dimana berbagi makanan adalah suatu perlindungan terhadap kegagalan mencari makan sehari-hari setiap individu. Kebiasaan ini mungkin mencerminkan altruisme, dapat menjadi bentuk asuransi informal, atau dapat membawa dengan itu status sosial atau keuntungan lainnya.


Munculnya uang

peradaban Mesopotamia mengembangkan ekonomi yang didasarkan pada komoditas uang skala besar. Orang Babel dan negara-negara tetangga mereka kota kemudian mengembangkan sistem pertama ekonomi daripada yang kita pikirkan saat ini dalam hal aturan tentang utang, hukum kontrak dan kode hukum yang berkaitan dengan praktek-praktek komersial dan milik pribadi . Uang itu bukan hanya penampilan, itu adalah sebuah kebutuhan.

Kode Kode Hammurabi UU ca terbaik diawetkan kuno, telah dibuat. 1760 SM (kronologi tengah) di Babel kuno. Hal ini diadopsi oleh raja Babel keenam, Hammurabi. Sebelumnya koleksi hukum termasuk Kode Ur-Nammu, raja Ur (ca. 2050 SM), Kode Eshnunna (ca. 1930 SM) dan Kode Lipit-Ishtar dari Isin (sekitar 1870 sebelum JC). Kode-kode hukum formal peranan uang dalam masyarakat sipil. Mereka memperbaiki jumlah bunga atas utang ... denda untuk 'malpraktik' ... dan kompensasi moneter untuk pelanggaran hukum formal.

The Shekel referensi untuk sebuah unit kuno berat dan mata uang. Penggunaan pertama istilah ini berasal dari Mesopotamia sekitar 3000 SM. dan kembali ke massa jenis jelai yang nilai-nilai lain yang terkait dalam metrik tembaga dll seperti perak, jelai perunggu, / syikal pada awalnya kedua unit dan satu unit mata uang berat, karena pound sterling awalnya unit denominasi massa satu pon perak.

Dengan tidak adanya alat tukar, masyarakat non-moneter dioperasikan sebagian besar di bawah prinsip-prinsip ekonomi hadiah.

komoditas uang

Barter memiliki beberapa masalah, termasuk bahwa itu memerlukan suatu "kebetulan inginkan." Misalnya, jika seorang petani gandum membutuhkan apa petani menghasilkan buah-buahan, pertukaran langsung adalah mustahil untuk buah musiman akan merusak sebelum panen. Salah satu solusinya adalah untuk perdagangan buah dari gandum secara tidak langsung oleh komoditas, ketiga "menengah",: buah dipertukarkan untuk produk setengah jadi ketika buah matang. Jika ini komoditas menengah tidak menuntut binasa dan dapat diandalkan sepanjang tahun (misalnya tembaga, emas, atau anggur), maka dapat ditukar dengan gandum setelah panen. Fungsi dari komoditas menengah sebagai penyimpan nilai dapat dibakukan dalam uang komoditas umum, mengurangi kebetulan ingin masalah. Dengan mengatasi keterbatasan barter sederhana, uang komoditi membuat pasar di semua lain yang lebih likuid.

Banyak kebudayaan di seluruh dunia kemudian mengembangkan penggunaan uang komoditas. Kuno China dan Afrika yang digunakan cowrie. Perdagangan dalam sistem feodal Jepang didirikan pada koku - unit beras per tahun. syikal ini adalah unit kuno berat dan mata uang. Penggunaan pertama istilah ini berasal dari Mesopotamia sekitar 3000 SM dan disebut berat tertentu jelai, nilai-nilai lain dalam metrik tembaga dll seperti perak, jelai perunggu, / syikal berada di awalnya kedua unit mata uang dan satuan berat.

Dimana perdagangan umum, sistem barter biasanya memimpin cukup cepat untuk beberapa produk utama disebabkan kebajikan uang . Di koloni Inggris awal New South Wales, rum muncul cukup segera setelah penyelesaian bahwa produk-produk pasar uang paling banyak. Ketika suatu negara merupakan mata uang tanpa sering mengadopsi mata uang asing. Dalam penjara di mana uang konvensional dilarang, sangat umum untuk rokok untuk mengambil kualitas moneter, dan sepanjang sejarah, emas telah membuat fungsi moneter tidak resmi.


standar mata uang

Secara historis, logam, jika ada, umumnya telah menguntungkan untuk digunakan sebagai uang-proto pada produk seperti sapi, cowrie, atau garam, karena mereka berdua tahan lama, portabel, dan mudah dibagi. Penggunaan emas sebagai proto-uang telah ditelusuri kembali ke milenium keempat SM ketika orang Mesir digunakan emas batangan dengan berat didefinisikan sebagai alat tukar, seperti yang telah dilakukan sebelumnya di Mesopotamia dengan bar perak. Penguasa pertama yang telah resmi didirikan standar untuk bobot dan uang Pheidon . Koinpertama dicap (ditandai dengan otoritas dalam bentuk gambar atau kata-kata) dapat dilihat di Perpustakaan Nasional di Paris. Ini adalah stater dari elektrum sepotong kura-kura, ditemukan di pulau Aegina. Ini bagian yang luar biasa tanggal sekitar 700 SM . koin elektrum juga diperkenalkan sekitar 650 SM di Lydia.

Koin telah banyak diadopsi di seluruh Ionia dan Yunani daratan selama abad ke-6 SM, akhirnya menimbulkan SM Kekaisaran Athena pada abad ke-5, dominasi daerah melalui ekspor mereka keping perak, ditambang di selatan Attica dan Thorikos Laurion. Sebuah penemuan utama dari perak di vena Laurion di 483 SM menyebabkan ekspansi besar militer armada Athena. bersaing standar koin pada waktu itu dikelola oleh Phocaea Mytilene dan bagian penggunaan elektrum; Aegina digunakan perak.

Ini adalah penemuan batu ujian yang membuka jalan bagi mata uang berbasis komoditas dankoin logam. logam lunak dapat diuji untuk kemurnian batu ujian, untuk cepat menghitung total kandungan logam menjadi satu. Emas adalah logam lunak, yang juga sulit untuk menemukan, padat, dan storable. Akibatnya, emas moneter menyebar sangat cepat dari Asia Kecil, di mana ia mendapat dipakai secara luas di seluruh dunia.
Menggunakan sistem tersebut masih diperlukan beberapa langkah dan perhitungan matematis. Batu ujian untuk memperkirakan jumlah emas di suatu paduan, yang kemudian dikalikan dengan berat menemukan jumlah emas dalam satu potong. Untuk memfasilitasi proses ini, konsep mata uang standar diperkenalkan. Kamar telah dipra-ditimbang dan pra-paduan, selama produsen itu menyadari asal koin, tidak menggunakan batu ujian diwajibkan. Koin yang dicetak oleh pemerintah secara umum dalam proses hati-hati dilindungi, dan kemudian dicap dengan lambang yang dijamin berat dan nilai logam. Namun itu sangat umum bagi pemerintah untuk berpendapat bahwa nilai dana tersebut adalah lambang, dan dengan demikian semakin mengurangi nilai mata uang dengan menurunkan kandungan logam mulia.

Meskipun emas dan perak telah umum digunakan untuk koin, logam lain dapat digunakan. Sebagai contoh, Sparta kuno koin dilebur dari besi untuk mencegah warga dari terlibat dalam perdagangan luar negeri. Pada awal abad ketujuh belas Swedia tidak memiliki logam yang lebih mulia dan jika "piring uang" produk, yang lembaran besar dari tembaga sekitar 50 cm atau lebih panjang dan lebar, tepat cap dengan indikasi nilai.
bagian dari logam mulia memiliki keuntungan menghasilkan nilai dalam koin sendiri - di sisi lain, mereka diinduksi manipulasi: pemotongan bagian dalam upaya untuk mendapatkan dan mendaur ulang logam mulia. Sebuah masalah besar adalah co-eksistensi simultan emas, perak dan koin tembaga di Eropa. Inggris dan Spanyol nilai pedagang emas lebih dari koin perak, seperti banyak dari tetangga mereka lakukan, yang menyatakan bahwa orang Inggris Guineakoin emas yang berisi mulai bangkit melawan mahkota perak Inggris yang berbasis di tahun 1670 dan 1680. Oleh karena itu, uang itu akhirnya dihapus ke Inggris untuk meragukan jumlah emas masuk ke dalam negeri dengan kecepatan yang ada saham negara lain Eropa. Efek ini diperparah dengan para pedagang Asia tidak berbagi apresiasi emas sekaligus Eropa -. Emas dan perak meninggalkan Asia meninggalkan Eropa dalam jumlah pemantau Eropa seperti Isaac Newton, Direktur Mint telah mengamati dengan perhatian.

Stabilitas telah datang ke dalam sistem dengan perbankan nasional yang menjamin untuk mengubah uang ke emas pada tingkat yang dijanjikan, belum ada mudah. Risiko Bank of England bencana keuangan nasional di 1730s ketika pelanggan meminta uang mereka akan berubah menjadi emas dalam waktu krisis. Akhirnya, pedagang London menyelamatkan bank dan bangsa dengan jaminan keuangan.

Langkah lain dalam evolusi mata uang koin berubah adalah satuan berat menjadi unit nilai. pembedaan bisa dibuat antara nilai komoditi dan nilainya secara tunai. Perbedaannya adalah nilai-nilai ini adalah seigniorage.

Senin, 11 Januari 2016

KENAPA IBLIS TIDAK MAU SUJUD KEPADA NABI ADAM..?

Beberapa orang mengatakan bahwa keputusan Iblis untuk tidak sujud kepada Adam adalah sebuah refleksi keilmuan Iblis yang sangat tinggi. Mereka mengatakan,"Iblis tidak sujud kepada Adam karena bagi Iblis hanya kepada Tuhan saja dia boleh sujud. Iblis tidak mau sujud kepada apapun kecuali hanya kepada Tuhan saja!" Nah hebat bukan? Benarkah demikian? Ternyata Allah menjelaskan semuanya dalam Quran surat Al A'raf ayat 12. Marilah kita simak, apa masalah sebenarnya : Kenapa Iblis Tidak Mau Sujud Kepada Adam?


Dalam Quran surat Al a'raf ayat 11 disebutkan demikian,
"Dan sungguh telah Kami ciptakan kalian (manusia) kemudian Kami sempurnakan bentuk kalian, Kemudian (saat itu) Kami berfirman kepada para malaikat,"sujudlah kalian semua kepada Adam!" Maka mereka semua bersujud kecuali Iblis. Tidaklah dia termasuk orang yang tunduk bersujud."


Dari peristiwa itu sebagian orang mengatakan bahwa
"Iblis tidak sujud kepada Adam karena bagi Iblis hanya kepada Tuhan saja dia boleh sujud. Iblis tidak mau sujud kepada apapun kecuali hanya kepada Tuhan saja!"
Pernyataan ini sekilas menjelaskan hakikat kebenaran Iblis. Padahal pendapat ini sangat berbahaya. Sekali membenarkan pendapat Iblis maka runutan berikutnya pasti akan terlihat seolah olah kesalahan itu ada pada Adam, Malaikat yang bersujud dan Allah yang memerintahkan bersujud. Coba perhatikan, pernyataan diatas akan berlanjut pada perntanyaan berikut,
"Bukankan Allah sendiri memerintahkan makhluknya untuk tidak menyembah selain Allah? Lalu kenapa pula Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud pada Adam?


Bedanya "sujud" dan "menyembah"

Ada dua penyebab utama kenapa orang berpendapat demikian: tidak paham bahasa Quran dan tidak pernah baca Quran. Yang dilarang oleh Allah adalah menyembah selain Allah  bukan bersujud. Kalimat dalam qurannya juga berbeda :
yang benar adalah ,"La ta'buda illa Allah"  (jangan menyembah (ibadah) pada selain Allah)
bukan "La tasjuda illa Allah" (jangan bersujud pada selain Allah)
Ta'abudi (penyembahan, pengabdian, ketaatan) hanya untuk Allah saja, sementara sujud (penghormatan, pengakuan, penghargaan) merupakan sesuatu yang memang seharusnya diberikan kepada orang yang dimuliakan. Coba perhatikan beberapa ayat Quran lain yang menceritakan tentang sujudnya gunung gunung kepada nabi Daud. atau kedua orang tua Nabi Yusuf dan sudaranya bersujud kepada Nabi Yusuf.


Sebab Sebenarnya Iblis Tak Mau Sujud

Kalau pendapat sesat diatas tidak didasarkan pada petunjuk dan kitab yang menerangi (la hudan wa la kitabin munir), maka sebenarnya penyebab pembangkangan Iblis itu terungkap dalam Quran surat Al A'raf ayat 12,
"Dan Allah berfirman,"Apa yang menyebabkan kamu tidak mau bersujud kepada Adam, ketika Aku perintahkan?"  Iblis menjawab,"Aku lebih baik daripada dia (Adam); engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah"


Nah inilah hakikat sesungguhnya Kenapa Iblis Tidak Mau Sujud Kepada Adam. Iblis merasa lebih baik daripada Adam. Konsekuensinya kalau memang harus ada perintah sujud mestinya Adam yang harus sujud pada dia, bukan sebaliknya. Begitu kira kira cara pikir Iblis.


Jadi tidak benar bahwa Iblis menolak permasalahan sujud kepada sesama makhluk. Dan sebenarnya yang dilakukan Iblis dan kelompoknya (hizbus syaithon) sampai sekarang ini adalan berusaha agar manusia mau bersujud kepada Iblis. Bahkan bukan cuma bersujud, Iblis telah sampai pada hasutan paling jahat yaitu penyembahan(ketundukan) dan ketaatan kepada Iblis.


Mudah mudahan bermanfaat . Aamiin.....

Jumat, 08 Januari 2016

4 Kebenaran Tentang Barbarossa Bajak Laut Muslim yang Ceritanya Diplintir oleh Barat

Menyebut nama Barbarossa, mungkin yang ada dalam pikiran kita adalah karakter bajak laut jahat yang namanya sudah melegenda itu. Kejam, bengis, tidak berperasaan, begitulah karakter sang perompak ini dikenal dunia. Penggambaran sosok Barbarossa yang kejam makin diperjelas dengan film hits Pirates of Carribean. Alhasil, doktrin Barbarossa yang keji pun makin melekat di ingatan semua orang.
Barbarossa memang sejatinya ada dan bukanlah tokoh fiktif yang sering dipercaya banyak orang. Namun, ia bukanlah sosok yang bengis dan kejam, namun justru sangat heroik dan jauh dari sifat-sifat tercela. Eksistensi Barbarossa sendiri sangatlah penting bagi perkembangan dunia Islam. Ya, karena ia adalah seorang Muslim. Soal kejam dan tidak berperasaan, hal ini hanya tuduhan saja. Namun, tentang pamornya yang mendunia dan bikin bangsa barat ketakutan itu memang benar.
Sejarah yang ada menceritakan kisah Barbarossa yang berkebalikan dengan apa yang kita baca atau lihat di film sekarang ini. Entah apa alasannya, namun ada indikasi kalau barat seperti ingin mengubah cerita sejarah dengan memelintir kisah sang pelaut jenius ini.

1. Awal Mula Kemunculan Barbarossa

Barbarossa yang kita kenal sekarang adalah nama untuk seorang saja, padahal aslinya Barbarossa adalah nama dua orang bersaudara, Aruj dan Khairuddin. Nama Barbarossa yang berarti Jenggot Merah, adalah julukan yang diberikan oleh bangsa Eropa karena penampilan Aruj dan Khairuddin yang memang punya jenggot lebat berwarna merah.
Dua bersaudara ini menjadi perompak paling ditakuti bangsa Eropa [Image Source]
Dua bersaudara ini menjadi perompak paling ditakuti bangsa Eropa [Image Source]
Awal mulanya, dua bersaudara ini hanyalah pemuda biasa yang hidup sederhana. Namun, ada satu momen di mana hal tersebut mengubah jalan hidup mereka selamanya. Suatu ketika, Aruj dan Khairudin serta adiknya melakukan sebuah perjalanan dagang. Namun, di tengah jalan kapal mereka dirusak parah oleh kapal militer Spanyol. Adik Aruj dan Khairudin meninggal saat tragedi itu. Hal ini membuat keduanya marah besar dan akhirnya dendam.
Keduanya bersaudara ini memutuskan untuk menjadi perompak dengan menghancurkan setiap kapal orang Spanyol, baik untuk dagang maupun militer. Aksi ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya tersebarlah nama Barbarossa Brother seantero Eropa yang begitu ditakuti dan disegani.

2. Balas Dendam Menjadi Perjuangan Jihad

Di momen yang sama saat nama Barbarossa bersaudara menghantui kapal-kapal Eropa, Islam di Andalusia, Spanyol mengalami keterpurukan. Jutaan Muslim dibantai sedangkan sisanya mengalami penyiksaan berat. Keadaan begitu genting saat itu dan kemudian terdengar oleh Sultan dari Dinasti Turki Ustmani, jika di lautan tengah ada dua bersaudara Muslim yang namanya sangat menakutkan bagi bangsa Eropa.
Misi penyelamatan Muslim di Andalusia [Image Source]
Misi penyelamatan Muslim di Andalusia [Image Source]
Singkat cerita, Barbarossa bersaudara mendapatkan kepercayaan Sultan untuk menjalankan misi penyelamatan para Muslim di Andalusia. Dua bersaudara Barbarossa pun menerima perintah ini dan mereka sukses besar. Dengan berbekal pengalaman kelautan dan tempur handal, keduanya bolak balik berhasil menyelamatkan sedikit demi sedikit para Muslim. Hingga pada akhirnya Barbarossa bersaudara diserahi tampuk kepemimpinan pasukan Elit Janissary.

3. Kejayaan Militer Laut Turki Ustmani dan Kematian Aruj

Di tangan Barbarossa bersaudara kesultanan Turki menjadi salah satu bangsa dengan kekuatan militer laut paling menakutkan. Banyak misi-misi yang berhasil dilakukan. Misalnya penguasaan beberapa daerah yang dikuasai oleh orang-orang Eropa dan Pasukan Salib. Salah satunya daerah-daerah di utara Afrika yang strategis itu.
Sepeninggal Aruj Khairudin berjuang sendiri dan membawa kebanggaan bagi Turki Ustmani [Image Source]
Sepeninggal Aruj Khairudin berjuang sendiri dan membawa kebanggaan bagi Turki Ustmani [Image Source]
Sudah puluhan bahkan ratusan kali pertempuran laut terjadi antara Turki Ustmani dan Eropa, namun mayoritas dimenangkan oleh Barbarossa bersaudara. Namun, ada satu momen di mana ini jadi pulukan terberat bagi Khairudin Barbarossa. Hal ini tak lain adalah kematian saudara sejiwanya Aruj dalam sebuah pertempuran melawan bangsa Eropa.
Kejadian ini menjadi pembakar semangat Khairudin untuk bisa berjuang lebih maksimal lagi. Hasilnya pun luar biasa. Sepenuhnya laut tengah dan Afrika utara dikuasainya. Tak ada satu pun kapal bangsa Eropa yang berani melewati wilayah Khairudin, kecuali mereka bersedia membayar jizyah atau pajak. Makin jumawa kekuatan kelautan pasukan elit ini di tangan Barbarossa, yang kali ini telah sendiri.

4. Pertempuran Melawan Andrea Doria, Pelaut Kebanggaan Eropa

Perjuangan paling Heroik dari Barbarossa atau Khairudin, adalah ketika ia dihadapkan dengan Andrea Doria. Pria ini dikenal sebagai pentolannya militer bangsa Eropa yang namanya begitu mashyur karena pengalamannya yang sudah sangat banyak. Andrea Doria dipilih karena sudah tidak ada yang sanggup melawan Barbarossa.
Pertempuran melawan Andrea Doria yang dimenangkan dengan gemilang oleh Barbarossa [Image Source]
Pertempuran melawan Andrea Doria yang dimenangkan dengan gemilang oleh Barbarossa [Image Source]
Pertempuran menegangkan ini terjadi di sekitar tahun 1538 di mana kondisi kedua pihak sangatlah timpang. Doria memimpin ratusan kapal perang Galleon yang melegenda itu, ditambah dengan pasukan tempur yang jumlahnya ratusan ribu. Barbarossa, ia hanya memiliki sepertiga dari kekuatan musuh baik kapal maupun pasukan. Meskipun demikian, hal tersebut tak membuat Barbarossa merasa takut atau pun mundur.
Pertempuran berjalan alot namun aura kemenangan sudah bisa dirasakan pihak Barbarossa. Hanya sekitar 5 jam pertarungan, Khairudin dan pasukan Janissary-nya berhasil menggempur Andrea Doria untuk mundur. Sekali lagi, nama Barbarossa makin jumawa di lautan. Sedangkan Doria sudah tidak berani mengangkat muka lagi karena si kebanggaan Eropa ini sudah kalah.
Begitulah kisah yang tertulis dalam sejarah tentang Barbarossa, sang kapten Muslim yang namanya sangat ditakuti oleh Eropa. Bangsa-bangsa barat kemudian hari memelintir cerita aslinya sehingga menunjukkan sifat Barbarossa yang berkebalikan dengan aslinya. Barbarossa sendiri tak tewas seperti yang diceritakan oleh mereka, ia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 68 tahun dengan sangat tenang di kamar pribadinya.

Kamis, 07 Januari 2016

Tahukah Anda, Siapa itu Dracula? Sang Pembantai

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk manipulasi sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian dihasilkan  seolah-olah menjadi tokoh yang nyata oleh Barat, tetapi Dracula merupakan keterbalikannya, tokoh fakta dijadikan fiksi.
Diawali dari novel  karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, kemudian tokoh ini mulai difilmkan seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoor of of Dracula (1958), Nosferatu (1922) yang dibuat ulang pada tahun 1979 dan film-film dracula yang lain yang dikemas dalam bentuk yang lebih moden seperti Twilight.
Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna , kisah Dracula   sebenarnya merupakan pembesar Wallachia , berketurunan Vlad Dracul.
Dalam uraian Hyphatia tersebut, kisah Dracula tidak boleh diceritakan  paska Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ustmaniyah sebagai wakil Islam, dan Kerajaan Hungary sebagai wakil Kristen.
Keduanya tersebut berusaha menguasai dan merebutkan wilayah-wilayah baik  Eropa maupun di Asia . Puncak  peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel, yaitu ketika benteng Kristian ada di  tangan kekuasaan khilafah Ustmaniyah.
Dalam peristiwa Perang Salib,  Dracula merupakan salah seorang panglima tentera Salib. Dalam perang inilah Dracula banyak melakukan pembunuhan terhadap umat Islam. Hyphatia memaparkan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 jiwa umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang  sangat biadab dan kejam, yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang itu ditusuk dubur dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya ditajamkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dimasukan sehingga kayu sula tersebut menembus hingga perut, kerongkongan hingga menembus kepala melalui mulut.
Hyphatia mengatakan dalam bukunya :
“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulakan. Para prajurit melakukan perintah tersebut  seolah seperti robot yang telah dipogram. Penyulaan disulami dengan teriakan kesakitan dan jeritan penderitaan yang segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam pada saat itu sedang dijemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban kekejaman penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis  kerana mereka   kesakitan yang amat apabila hujung kayu menembus perut kecilnya. Tubuh-tubuh korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajalnya.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi kerana dua sebab. Pertama, pembunuhan beramai – ramai yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak boleh dihapuskan dari Perang Salib.
Negara – negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi tunggak utama tentera Salib, tidak mau tercoreng wajahnya. Mereka termasuk yang mengutuk dan menentang pembunuhan beramai – ramai oleh Hilter dan Pol Pot, tidak ingin membuka aib mereka sendiri. Dan ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin tampil seperti pahlawan.
Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Walau bagaimana pun kejamnya Dracula, nama baiknya akan selalu dilindungi. Sehingga di Rumania saat ini, Dracula masih dianggap pahlawan. Sebagaimana sebahagian besar sejarah pahlawan – pahlawan pasti akan diambil sebagai superhero dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Untuk menutup kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula.  Mereka berusaha agar sejarah  jati diri  Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui bahwa usaha Barat untuk mengubah sejarah Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil.
Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat, khususnya umat Islam sendiri yang tidak mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula.  Masyarakat umum hanya mengetahui bahwa Dracula adalah merupakan lagenda vampire yang kehausan darah, tanpa mengetahui kisah sebenarnya.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah diketahui umum  bahawa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak boleh dilepaskan dari dua benda, yaitu bawang putih dan salib.
Konon hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan  dikalahkan. Menurut Hyphatia penggunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus jejak sejarah pahlawan mujahid-mujahid Islam dalam perang salib,  sekaligus untuk menunjukkan kehebatan mereka.
Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II) dan juga dikenali sebagai Al- Fateh dalam sejarah Islam.  Sultan ini merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula, ia adalah seorang yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun barat berusaha memutarbalikkan fakta ini.
Mereka berusaha menciptakan cerita sejarah agar merekalah yang terlihat mengalahkan Dracula. Maka diciptakan sebuah fiksi bahwa Dracula hanya boleh dikalahkan oleh salib. Tujuannya adalah ingin menghilangkan peranan Sultan Mahmud II sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling hebat, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. (DYP)