Kamis, 25 Juni 2015

FAKTA SEJARAH ISLAM YANG DISEMBUNYIKAN NEGARA BARAT


Sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi, namun baru ditulis kemudian, jauh setelah kejadian sebenarnya berlalu. Sebagai cerita masa lalu sejarah mudah untuk dimanipulasi, dan disampaikan kepada generasi berikutnyayang hanya bisa menerima mentah-mentah informasi itu sebagai kebenaran.Informasi mengenai penemuan-penemuan sains dan teknologi yang pernah kita terima kebanyakan berasal dari buku-buku pengetahuan Barat. Penemu-penemu yang disebut sebagai yang pertama di dunia itu pun dipuji sebagai orang yang berjasa kepada ilmu pengetahuan dan umat manusia.
Abad pertengahan, masa kegelapan di Barat
Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi tanggal 4 September 476, ketika kaisar terakhir dari kekaisaran Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer, seorang Jerman yang menjadi penguasa Itali setelah Julius Nepos meninggal pada tahun 480, maka dikatakan Eropa telah memasuki Masa-masa Kegelapan (Dark Ages). Masa-masa Kegelapan ini berlangsung kira-kira dari tahun 476 itu hingga Renaisans, sekitar tahun 1500-an. Renaisans disebut juga masa kelahiran kembali Eropa, atau kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Purba, berupa kemajuan di bidang seni, pemikiran dan kesusasteraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abadpertengahan.Kembalinya budaya Yunani dan Romawi Purba tersebut direbut dari tangan ilmuwan-ilmuwan Islam setelah mengalami perkembangan yang luar biasa. Dengan tanpa malu-malu, plagiator-plagiator Eropa itu mengklaim bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu adalah hasil usaha mereka.
Fakta-fakta sejarah sebenarnya
Sekarang, saya mencoba mengutipkan untuk anda, fakta sebenarnya yang terjadi, bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu sebagian besar berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan Islam, oleh para sarjana Muslim. Semoga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada anak-cucu kita dan menjadi penyadar bahwa kita sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk menguasai kembali sains dan teknologi, dan tidak hanya menjadi pemakai atau korban teknologi.
Sejak 5.000 tahun SMMasa perkembangan kebudayaan Mesir Purba. Menghasilkan limas-limas (piramida) yang hebat, sistem pengairanyang baik dan sistem bintang yang cukup bagus. Namun ilmu bintang (astronomi) masih tercampur-aduk dengan ilmu perbintangan (astrologi). Ahli-ahli pengetahuan adalah pendeta-pendeta yang tidak mengenal batas antara logika, takhayul, dan kepercayaan, yaitu pemuja tritunggal Apis-Isis-Osiris.
Sejak 4.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan India Purba. India dengan kecenderungan samadinya lebih terkungkung dalam metafisika, monisme (menunggalnya manusia dengan dewata), dan pantheisme (hadirnya dewata di dalam segalayang ada). Mewariskan pengetahuan Astadhyayi, tata bahasa Sanskrit oleh Panini (kurang lebih 400 tahun SM) adalah pembahasan ilmiah ilmu bahasa yang mendahului pembahasan oleh Aristoteles (384-322 SM) dan bernilai jauh lebih tinggi.

Sejak lebih dari 2.000 tahun SM
Merupakan masa perkembangan kebudayaan Tiongkok Purba. Dengan pengetahuan bercorak kudus (sacral, scared). Mereka berpikir bahwa segala pemberian berasal dari Thian dan bukan obyektif-empirik, hasil ikhtiar manusia secara sistematik. Cara berpikir manusia Tiongkok Purba pada umumnya masih berdasarkan firasat danrenungan, belum kritik-analitik.

Sejak lebih dari 1.000 tahun SM
Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba. Penemuan jentera (roda gigi/gir) dalam pembuatan tembikar, dan kini mulai dari jam tangan yang terkecil hingga roket angkasa yang terbesar menggunakan jentera di dalam mesinnya.

Sejak 500 tahun SM
Dimulainya kebudayaan Yunani-Romawi. Dengan filsafat anthroposentrik (manusia berada pada pusat segala aktivitas) mereka di dalam banyak hal berlawanan dengan kecenderungan-kecenderungan niskala Mesir Purba, India Purba, Tiongkok Purba, dan Parsi Purba serta bersikap akliah (rational). Kecendrungan berpikir seolah-olah manusia berdiri di luar alam dan melihat alam sebagai suatu yang terpotong-potong, maka lahirlah pengertian jagat besar (makrokosmos) dan jagat kecil (mikrokosmos). Tidak ada batas antara filsafat dan pengetahuan.

48 SM – 371
Penyerbuan Julius Caesar, kaisar Romawi, pada tanggal 48 SM menghancurkan karya-karya asli ilmu filsafat danpengetahuan Yunani di perpustakaan-perpustakaan Iskandariah. Kemudian pada 272 M Kaisar Romawi berikutnya, Lucius Domithius Aurelianus, dan Kaisar Theodosius Magnus pada 371 M melakukan hal yang sama.

476
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.

571
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (bertepatan dengan 20 April 571). Disebut Tahun Gajah disebabkan pada tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah Swt dengan serangan burung ababilyang melempari pasukan itu dengan batu berapi (QS.Al-Fiil). Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.

610
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah. Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode empirik-induktifdan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.Guna penyebaran agama, dikembangkanlah gerakan yang bertujuan membuat “melek” huruf yang belum pernah ada bandingannya pada masa itu. Kepandaian baca tulis tidak lagi menjadi monopoli kaum cendikiawan. Ini adalah langkah pertama gerakan ilmu secara besar-besaran.Konsep tentang karantina pertama kali diperkenalkan dalam abad ke-7 oleh Nabi Muhammad Saw, yang dengan bijaksana memperingatkan supaya hati-hati ketika memasuki atau meninggalkan suatu daerah yang terkena wabah penyakit. Sejak abad ke-10, dokter-dokter Islam berinovasi dengan mengisolasi individu-individu penderita penyakitdan mengasingkannya ke arah utara. Sedangkan konsep karantina yang dikembangkan di Venice, Italia pada tahun 1403 bukanlah yang pertama di dunia. 

660 – 750Kekuasaan Daulah Umayyah menguasai Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai Maroko tahun 645 M, Persia tahun 646 M, Samarkand tahun 680 M, seluruh Andalusia tahun 719 M, danakhirnya tertahan di Poiteier pada tahun 732 M dalam usahanya memperluas pengaruh ke Prancis.

700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi geografi, kalender, peta dunia)
Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet – mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran. Mereka menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat. Navigator-navigator Eropa bergantung pada juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika menjelajahi wilayah-wilayah yang tak dikenal. Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh Muslim dan orang Cinahanya berperan kecil. Alexander Neckam, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Diceritakan bahwa ilmu geografi dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan ke-17 ketika pekerjaan Ptolemius di masa lampau ditemukan. Penjelajah dengan ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini. Risalah pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama periode ini oleh sarjana-sarjana Eropa.
Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15. Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Battutah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau. Ahli geografi Muslim dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18. Para penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku mereka. Mereka tidak memberikan makna apa pun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.
735
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
740-an
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka.

Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan, Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.
750 – 1258
Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
765
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
800
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an. Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas. Belakangan yang dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Para ahli matematika Islam yang menemukan aljabar memperkenalkan konsep tentang menggunakan huruf-huruf sebagai variabel-variabel yang tak dikenal dalam persamaan-persamaan sejak abad ke-9. Melalui sistem ini, mereka memecahkan berbagai persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk kuadrat dan persamaan pangkat tiga. Mereka menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan dan menyempurnakan teorema binomial. Jadi Francois Vieta, seorang ahli matematika Prancis, bukanlah yang pertama menggunakan lambang-lambang aljabar pada tahun 1591. Dia menulis persamaan-persamaan aljabar dengan huruf-huruf seperti x dan y, dan mengatakan bahwa penemuannya ini mempunyai dampak serupa dengan kemajuan dari penggunaan angka Romawi ke angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene Descartes telah menemukan bahwa aljabar bisa digunakan untuk memecahkan persoalan geometris. Tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para ahli matematika di masa kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang sama. Pertama adalah Thabit bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu Al-Wafa pada abad ke-10 dengan membukukan kegunaan Aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains.
Diinformasikan juga kepada kita bahwa tadinya tidak ada perbaikan sejak dibuatnya ilmu bintang selama Abad Pertengahan mengenai gerakan planet-planet sampai abad ke-13. Lalu seorang bijaksana dari Kastil (Spanyol Tengah) bernama Alphonso menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih akurat dibanding tabel milik Ptolemius.
Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak (ilmu bintang) Islam membuat banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan Ptolemius sejak abad ke-9. Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang memperdebatkan gagasan-gagasan kuno Ptolemius. Di dalam kritik mereka atas orang-orang Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah pusat dari sistem matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet lainnya boleh jadi berbentuk lonjong (elips). Mereka menghasilkan ratusan tabel-tabel astronomikal dengan keakuratan tinggi dan gambar-gambar bintang. Banyak dari kalkulasi mereka sangat akurat sehingga mereka dihormati pada masa itu. Tabel milik Alphonso (Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan dari pekerjaan ilmu bintang yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana Inggris bernama Roger Bacon pada tahun 1268 untuk pertama kali membuat lensa kaca untuk meningkatkan penglihatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, kacamata bisa didapat dan telah digunakan di Cina dan Eropa. Tentu saja kacamata sudah muncul sebelum kacamata Roger Bacon selesai pembuatannya, karena Ibnu Firnas dari Spanyol Islam sudah menemukan kacamata pada abad ke-9, dan diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol selama lebih dari dua abad. Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon, maka itu hanyalah sebuah pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang yang memiliki hasil riset yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai ke-14 mempelajari dan menemukan ilmu etnografi. Sejumlah ahli geografi Muslim menggolongkan ras-ras, mencatat secara terperinci penjelasan kebiasaan-kebiasaan budaya unik mereka dan penampilan fisiknya. Para ahli Muslim itu menulis ribuan halaman mengenai topik ini. Pekerjaan seorang Jerman bernama Johann F. Blumenbach (1752-1840) yang mengaku sebagai yang pertama menggolong-golongkan ras ke dalam 5 golongan besar (kulit putih, kuning, coklat, merah dan hitam), tidak sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan ahli geografi Muslim itu.
813
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang, dan universitas (Daru Al-Ulum.
850
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
866
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
900-anPabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.
Bandul ditemukan oleh Ibnu Yunus al-Masri selama abad ke-10, orang yang pertama mempelajari dan mendokumentasikan gerakan bergetarnya. Hasil perhitungannya digunakan dalam jam-jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu Fisika Muslim selama abad ke-15. Baru pada abad ke-17 Galileo yang masih remaja telah menciptakan bandul. Diceritakan bahwa dia melihat cahaya api pada lampunya berayun-ayun tertiup angin, lalu dia pulang ke rumah dan menemukan bandul dengan inspirasi itu.
Dikatakan bahwa trigonometri dikembangkan oleh bangsa Yunani, padahal di masa itu Trigonometri hanya tinggal teori. Teori itu kemudian dikembangkan dan mencapai tingkat kesempurnaan yang modern di tangan sarjana-sarjana Muslim, dan penghargaan untuk itu secara khusus pantas diberikan kepada al-Battani. Dialah yang menguraikan kata-kata fungsi dasar dari ilmu pengetahuan ini, seperti sinus, kosinus, tangen, dan kotangen. Istilah sebelumnya berasal dari terminologi Arab, Jaib untuk sinus yang berarti garis bengkok, istiwa’ untuk kotangen yang berarti bayangan lurus dari gnomon, dan tangen adalah bayang-bayang melintangnya. Selain menetapkan dengan akurat tabel perhitungan trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dia juga berhasil dengan tepat menghitung satu tahun matahari atau masehi, yaitu 365 hari 5 jam 46 menit dan 24 detik.
Sebelumnya diketahui bahwa persamaan pangkat tiga yang sulit dan masih belum terpecahkan hingga abad ke-16 ketika Niccolo Tartaglia, seorang ahli matematika Italia berhasil memecahkannya. Kenyataannya persamaan pangkat tiga seperti itu dan juga banyak persamaan-persamaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sudah dapat dipecahkan dengan mudah oleh para ahli matematika Muslim sejak abad ke-10.
Selama abad ke-10 atau lebih awal, ratusan ahli matematika Muslim menggunakan dan menyempurnakan teorema binomial. Mereka memulai penggunaannya untuk solusi yang sistematis atas persoalan aljabar. Namun dikatakan bahwa Isaac Newtonlah yang mengembangkan teorema binomial pada abad yang ke-17.
Demikian juga dikatakan bahwa Robert Boyle, dalam abad ke-17, yang pertama mengembangkan ilmu kimia, padahal beberapa ahli kimia Muslim, termasuk Ar-Razi, Al-Jabr, Al-Biruni dan Al-Kindi, melaksanakan eksperimen-eksperimen ilmiah dalam ilmu kimia sekitar 700 tahun sebelum Boyle melakukannya. Durant menulis bahwa orang Islam memperkenalkan metode percobaan pada ilmu pengetahuan ini. Humboldt meyakini bahwa orang Islam sebagai penemu ilmu Kimia.
Paul Ehrlich (abad ke-19) disebut sebagai pencipta obat-obatan kemoterapi, yakni pemakaian obat-obatan yang khusus untuk membunuh mikroba, padahal dokter-dokter Islam telah menggunakan berbagai macam unsur pokok yang spesifik untuk menghancurkan mikroba. Mereka menggunakan belerang (Sulfur) sebagai bahan utama khusus untuk membunuh kuman kudis. Ar-Razi (pada abad ke-10) menggunakan campuran air raksa sebagai antiseptik yang penting.
Banyak ahli kimia Muslim telah menghasilkan alkohol sebagai obat-obatan terapeutik melalui penyulingan sejak abad ke-10 dan melakukan pabriksasi alat-alat penyulingan yang pertama untuk digunakan dalam proses kimiawi. Mereka menggunakan alkohol sebagai bahan pelarut dan antiseptik, jauh sebelum Arnau de Villanova, seorang Spanyol pada tahun 1300, yang mengaku telah membuat alkohol yang pertama di dunia.
Diberitakan bahwa anestesia modern ditemukan pada abad ke-19 oleh Humphrey Davy dan Horace Wells. Sebenarnya anesthesia modern ditemukan, dikuasai dan disempurnakan oleh ahli anestesia Muslim 900 tahun sebelum kedatangan Davy dan Wells. Mereka menggunakan cara oral seperti juga anestesia yang dihirup.
Sejak abad ke-10 dokter-dokter Islam dan ahli bedahnya sudah menggunakan alkohol sebagai pencegah infeksi ketika membersihkan luka-luka, jadi pencegahan infeksi yang dilakukan oleh ahli bedah dari Inggris, Joseph Lister pada tahun 1865 bukanlah yang pertama. Ahli bedah di Spanyol yang Islam menggunakan metoda-metoda khusus untuk memelihara antisepsis sebelum dan selama perawatan. Mereka juga memulai tindakan-tindakan khusus untuk memelihara kesehatan selama periode pasca operasi. Tingkat sukses mereka sangat tinggi, sehingga penjabat-penjabat tinggi di seluruh Eropa datang ke Cordova, Spanyol, untuk meminta pelayanan kesehatan yang dapat diperbandingkan dengan “Mayo Clinic” di Abad Pertengahan.
Menurut apa yang kita ketahui, William Harvey menemukan sirkulasi darah pada awal abad ke-17. Dia yang pertama dengan benar menguraikan fungsi jantung, pembuluh nadi dan vena. Galen dari Roma telah memperkenalkan ide yang salah mengenai sistem peredaran darah, dan Harvey yang pertama menetapkan bahwa darah dipompa ke seluruh tubuh via oleh kerja jantung dan klep-klep pembuluh darah. Oleh karena itu, dia dihormati sebagai pendiri ilmu tubuh manusia (physiology).
Tetapi 7 abad sebelumnya, yakni pada abad ke-10, Ar-Razi menulis sebuah risalah yang mendalam mengenai sistem pembuluh darah, dan dengan teliti digambarkannya fungsi pembuluh darah dan klep-klepnya. Ibnu An-Nafs dan Ibnu Al-Quff (pada abad ke-13) mendokumentasikan secara penuh tentang sirkulasi darah dan dengan tepat menggambarkan ilmu urai tubuh dari jantung dan fungsi klep-klepnya 300 tahun sebelum Harvey. William Harvey adalah seorang lulusan Universitas Padua yang terkenal di Itali, yang pada waktu itu mayoritas kurikulumnya didasarkan pada teks buku Ibnu Sina dan Ar-Razi.
960
Gerbert d’Aurillac, seorang Perancis, menerjemahkan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, dan dengan ini, era penerjemahan buku-buku ilmiah Islam dimulai. Gerbert kemudian menjadi Paus Sylvester II, meskipun begitu dia masih disebut tukan sihir karena kepercayaannya terhadap sains yang sangat ditentang oleh gereja pada masa itu.
1000-an
Kaca dan cermin digunakan di Spanyol Islam. Orang-orang Venesia belajar tentang seni membuat peralatan berbahan gelas yang bagus dari seniman-seniman pembuat kaca dari Syria selama abad ke-9 dan ke-10. Namun yang diketahui umum cermin dan kaca diproduksi pertama kali tahun 1291 di Venesia.
Dikatakan pula bahwa pada abad ke-17 Isaac Newton mengadakan penyelidikan tentang prisma, lensa-lensa dan cahaya. Padahal dalam abad ke-11 Al-Haytham telah menetapkan hampir segala sesuatu yang dikemukakan oleh Isacc Newton mengenai ilmu optik itu, jauh berabad-abad sebelumnya, dan Al-Haytham dihormati oleh banyak penguasa pada masa itu sebagai “penemu optik.” Demikian juga mengenai penyelidikan tujuh variasi warna yang dibiaskan oleh prisma, selain telah lebih dulu dipelajari oleh Al-Haytham, pada abad ke-14 Kamal Ad-Din juga melakukannya.
Ada dugaan kalau Newton sedikit dipengaruhi oleh Al-Haytham. Al-Haytham adalah ilmuwan fisika yang paling banyak dijadikan referensi di Abad Pertengahan. Pekerjaan-pekerjaannya digunakan dan dikutip oleh sebagian besar sarjana-sarjana Eropa selama abad ke-16 dan 17, tidak sebanding dengan Newton dan Galileo seandainya digabungkan.
Dalam abad ke-16 dikatakan bahwa Leonardo Da Vinci menjadi pendiri ilmu geologi ketika ia mencatat fosil-fosil yang ditemukan di pegunungan yang diindikasi sebagai asal-muasal cairan bumi. Tetapi kenyataanya pada abad ke-11, Al-Biruni membuat dengan tepat perngamatan ini dan menambahkannya ke dalam ilmu geologi, termasuk sebuah buku yang sangat besar, ratusan tahun sebelum Da Vinci dilahirkan. Ibnu Sina mencatat hal ini dengan baik. Jadi sangat mungkin kalau Da Vinci pertama kali belajar konsep ini dari terjemahan buku-buku Islam ke dalam bahasa Latin. Da Vinci tidak menambahkan pengetahuan apa pun yang asli dari dirinya.
1030
Jauh sebelum Paracelsus (abad ke-16) dikatakan menemukan candu yang disuling untuk anesthesia, dokter-dokter Islam sudah memperkenalkan nilai anestetik dari candu asli selama Abad Pertengahan. Candu mula-mula digunakan sebagai bagian dari anestetik oleh orang Yunani. Paracelus adalah seorang murid yang memperlajari pekerjaan-pekerjaan Ibnu Sina, dan dari situlah hampir dipastikan dia memperoleh ide ini.
1050
Konsep keterbatasan materi alam pertama kali ditekuni oleh Al-Biruni, seorang sarjana besar Islam dari Persia dalam tahun 1050. Konsep mengenai wujud materi alam yang bisa berubah namun massanya tetap, seperti air yang jika dipanaskan akan berubah menjadi uap, namun massa total tetap sama. Tapi dikatakan bahwa penemunya adalah Antione Lavoiser pada abad ke-18, padahal Lavoiser adalah seorang murid dari para ahli ilmu kimia dan fisika Muslim pada masanya dan sering mengambil referensi dari buku-buku mereka.
Disebutkan bahwa Nicolas Desmarest pada tahun 1756 adalah orang pertama yang mempelajari tentang pembentukan geologi lembah-lembah, dengan teorinya bahwa lembah-lembah itu dibentuk dalam suatu periode yang lama oleh waktu dan aliran udara. Padahal Ibnu Sina dan Al-Biruni membuat dengan tepat penemuan itu dalam abad ke-11, 700 tahun sebelum Desmarest melakukannya.
Al-Biruni adalah orang yang melakukan eksperimen besar pertama di dunia. Dia menulis lebih dari 200 buku, dan banyak ilmuwan yang mendiskusikan eksperimen-eksperimennya. Hasil karyanya berupa sejumlah literatur ilmiah berbagai bidang ilmu pengetahuan dalam 13.000 halaman, jauh melebihi apa yang ditulis oleh Galileo digabungkan dengan Newton. Jadi tidak benar bahwa Galileo adalah orang pertama yang melakukan eksperimen besar di dunia pada abad ke-17.
1121
Al-Khazini, ilmuwan Muslim kelahiran Bizantium atau Yunani tahun 1115 dan wafat 1130 adalah saintis yang serba bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Dia telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, salah satunya adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya dalam tahun 1121 itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan, hidrostatika dan pusat gravitasi. Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya merupakan yang pertama menjeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Para ilmuwan Muslim, salah satunya al-Khazini telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa.

Jelas di sini Isaac Newton sangat terlambat mengemukakan teori Gravitasi di dalam bukunya Philosophia Naturalis Principia Mathematica yang dipublikasikan tahun 1687, 500 tahun lebih setelah buku Al-Khazini membahas hal yang sama. Jadi bagaimana dengan cerita apel yang jatuh itu?
1130
Gerard da Cremona, orang Italia yang tinggal di Spanyol, menerjemahkan 92 buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin. Buku terjemahannya itu antara lain Al-Asrar (rahasia-rahasia) karya Abu Bakr Muhammad ibnu Zakaria Ar-Razi (bhs.Ltn.Razes, Rases, atau Rhazes), sebuah karya dokter Abu Az-Zahrawi tentang metoda pembedahan, buku karya Abu Muhammad Dhiyauddin Al-Baithar (bhs.Ltn.Alpetagrius) mengenai tumbuh-tumbuhan.
Giovanni Morgagni (1682-1771), orang Itali yang dihormati sebagai bapak pathology (ilmu penyakit) karena dikatakan sebagai orang pertama yang dengan benar menguraikan sifat alami penyakit. Namun jauh sebelum Giovanni melakukannya, para ahli bedah Islam adalah ahli patologi pertama sesungguhnya. Mereka menyadari secara penuh sifat alami penyakit dan menggambarkan berbagai macam penyakit dengan detil modern. Ibnu Zuhr dengan benar menggambarkan sifat alami radang selaput dada (pleurisy), tuberkulosis (TBC) dan radang kantung jantung (pericardistis). Az-Zahrawi dengan teliti mendokumentasikan ilmu penyakit dari hydrocephalus (air di otak) dan penyakit-penyakit sejak lahir lainnya. Ibnu Al-Quff dan Ibnu An-Nafs memberi uraian-uraian sempurna tentang penyakit-penyakit peredaran darah. Ahli-ahli bedah Islam lainnya memberi uraian-uraian akurat pertama tentang penyakit berbahaya tertentu, termasuk kanker perut, usus dan kerongkongan. Para ahli bedah Islam ini adalah pemula dari pathology (ilmu penyakit), bukan Giovanni Morgagni.
1140-an
Para ahli matematik Islam memperkenalkan bilangan negatif untuk digunakan dalam berbagai fungsi aritmetika sedikitnya 400 tahun sebelum Geronimo Cardano mengakui telah memperkenalkannya dalam tahun 1545, dengan mengatakan bahwa angka-angka bisa kurang dari nol.
1160
Mata air-mata air Nil yang mengalir melalui danau-danau besar di Khatulistiwa telah ditetapkan dengan seksama oleh Al-Idrisi, sedangkan orang-orang Eropa baru menemukannya pada paruh kedua abad ke-19.
1200-an
Informasinya pada tahun 1614, John Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik, namun sejak abad ke-13 para ahli matematika Islam sudah menemukannya dan tabel logaritmik seperti itu sudah umum di dalam dunia pengetahuan Islam pada masa itu.
1205

Amir Ya’qub dalam pertempuran Mahdiyya telah menggunakan artileri sebagai senjata terakhir. Pada tahun 1273, Sultan Abu Yusuf pada pertempuran Sijilmasa di Maroko Selatan mempergunakan meriam-meriam. Pada tahun 1342, dua orang Inggris, Lord Derby dan Lord Salisbury, hadir pada pertempuran Algericas yang dipertahankan dengan cara yang sama oleh orang-orang Arab. Ketika kedua orang Inggris itu menyaksikan daya efek mesiu, maka mereka membawa penemuan ini ke negeri mereka.
1240 – 1250
Seorang frater Katolik Roma anggota Ordo Fransiskan dari Inggris bernama Roger Bacon datang untuk mempelajari bahasa Arab ke Paris dan Toledo karena ada orang-orang Perancis yang pandai berbahasa Arab di sana. Selain itu di sana terdapat banyak terjemahan buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin dan naskah-naskah asli berbahasa Arab.
Dikatakan bahwa perawatan pertama dengan anesthesia (pembiusan) dilakukan oleh C.W. Long, seorang Amerika pada tahun 1845, padahal 600 tahun sebelum Long melakukannya, seorang Muslim Spanyol, Az-Zahrawi dan Ibnu Zuhr, di antara para ahli bedah Muslim lainnya, sudah melaksanakan ratusan perawatan-perawatan melalui cara pembiusan dengan penggunaan narkotika yang direndam pada spon, yang ditempatkan dengan cara menutup wajah.
1250 – 1257
Roger Bacon pulang ke Inggris dan melanjutkan pelajaran Bahasa Arabnya di Universitas Oxford dengan membawa sejumlah besar buku-buku ilmiah Islam dari Paris. Di antaranya Al-Manazhier karya Ali Al-Hasan ibnu Haitsam diterjemahkan Bacon ke dalam bahasa Latin, bahasa ilmiah Eropa pada masa itu.
Terdapat penjelasan-penjelasan mengenai mesiu dan mikroskop pada naskah itu, namun secara tidak jujur dia telah mencantumkan namanya sendiri pada terjemahan-terjemahan itu dan dengan demikian dia telah melakukan plagiat terang-terangan.
Sangat berbeda dengan penerjemah-penerjemah Muslim yang menerjemahkan karya-karya Pythagoras, Plato, Aristoteles, Aristarchos, Euclides dan Claudius Ptolemaios, dan lain-lain dengan tetap menyebutkan nama pengarang-pengarang aslinya.
1300-an
Dimulai abad Renaisans (B.Perancis Renaissance) atau kelahiran kembali, di mana ditemukan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai “klasik”) ketika keduanya mengalami masa keemasan. Renaisans berlangsung antara abad ke-14 hingga abad ke-17 di Eropa. Tampak di sini, bahwa kebangkitan Eropa yang diawali dengan Renaisans erat hubungannya dengan kembalinya penerjemahan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, antara lain Gerbert d’Aurillac, orang Perancis yang menjadi Paus Sylvester II (tahun 960), Gerard da Cremona, orang Itali (tahun 1130), Seorang frater Katolik Roma, Roger Bacon dari Inggris (tahun 1250).
Dikatakan bahwa tahun 1454, Johan Gutenberg (1398 – 1468) menemukan mesin cetak paling canggih di abad pertengahan. Faktanya, alat cetak berbahan kuningan yang dapat dipindahkan telah digunakan di Spanyol Islam 100 tahun sebelumnya, ketika Gutenberg belum lahir.
1400-an
Dikatakan bahwa sistem desimal di dalam matematika pertama kali dikembangkan oleh seorang Belanda, Simon Stevin, tahun 1589. Sistem desimal membantu ilmuwan matematika karena menggantikan bilangan pecahan yang sulit, sebagai contohnya 1/2, dengan menggunakan desimal menjadi 0,5.
Padahal para ahli matematika Islam adalah yang pertama menggunakan sistem desimal sebagai ganti bilangan pecahan secara besar-besaran. Buku Al-Kashi, berjudul “Kunci kepada Aritmatika”, yang ditulis pada awal abad ke-15 dan menjadi stimulus untuk aplikasi sistematis sistem desimal untuk seluruh bilangan dan pecahan-pecahannya.
1600-an
Francis Bacon – seorang Bacon yang lain, menyebarluaskan teori induksi dan percobaan-percobaan ilmiah (eksperimen) atau empirisme ilmiah di dalam karya-karyanya The Advencement of Learning (1605), Novum Organum (1620), De Augmentis Scientiarum (1623), Sylva Sylvarum (1624), dan New Atlantis (1624), yang dengan alat cetak buku buatan Johan Gotenburg buku-buku tersebut dicetak.
Kemudian berkembang teori Baconian Philosophy yang kemudian menjadi dasar metode ilmiah pada ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat (Eropa dan Amerika), yang mana metode tersebut sebetulnya merupakan jiplakan Bacon dari ilmu pengetahuan di dunia Islam.
Sumber: Indowebster

Sejarah Kerajaan Bizantium Hingga Mencapai Keruntuhan

Kerajaan Bizantium merupakan kerajaan yang terletak di bagian timur kerajaan Romawi. Kerajaan ini memiliki ibukota di Konstantinopel (kini bernama Istanbul) dan tetap berkuasa hingga satu milenium setelah kerajaan Romawi di bagian barat runtuh.
Kerajaan ini runtuh setelah Konstantinopel dikuasai dinasti Ottoman pada 1453. Era keemasan dari kerajaan Bizantium berada di bawah kekuasaan Justinian I (527-565) yang berhasil memperluas wilayah hingga Eropa bagian barat. Sepanjang sejarah, masyarakat Bizantium sering menganggap diri mereka bangsa “Romawi”, padahal masyarakat Bizantium hampir tidak pernah menguasai Roma dan berbicara dalam bahasa Yunani.

Asal Mula Kerajaan Bizantium

constantine I
Pada Oktober tahun 312, Raja Constantine 1 mengambil alih kekuasaan kerajaan Romawi setelah memenangkan peperangan di Jembatan Milvian. Naiknya Constantine sebagai raja Romawi membawa sejumlah perubahan penting di kerajaan Romawi yang nantinya menjadi dasar lahirnya kerajaan Byzantine. Perubahan paling signifikan adalah kemunculan Kristen sebagai agama negara dan pembuatan Konstantinopel sebagai pusat kehidupan baru dari kerajaan.
Theodisius I kemudian menjabat sebagai raja Romawi setelah kematian Constantine. Ia menjadi satu-satunya penguasa kerajaan Romawi sebelum akhirnya terpecah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur. Bagian Romawi Barat akhirnya runtuh setelah berjalan satu abad, sementara Romawi Timur terus berkembang hingga akhirnya kita kenal dengan nama Bizantium.
Kerajaan Bizantium mengalami perkembangan ketika Justinian I menjadi raja pada tahun 527. Hanya lima tahun setelah pemerintahannya, Konstantinopel diserang oleh pemberontak Nika. Konstantinopel menjadi terpecah dalam dua bagian yang saling berusaha untuk merebut kekuasaan di kota ini. Namun pemberontakan tersebut justru memberi keuntungan.
Upaya pemusnahan pemberontak tersebut justru menjadi situasi yang menguntungkan bagi Justinian I. Gereja Hagia Sophia, yang dihancurkan pemberontak, dibangun kembali menjadi katedral yang baru dan jauh lebih megah. Dengan pembangunan sebuah katedral yang sangat indah, Justinian berusaha memperluas wilayah kekuasaan kerajaannya. Ia mengambil kembali wilayah Afrika Utara, Italia, dan beberapa wilayah Eropa Barat.
Pada masa pemerintahannya, Justinian berhasil membangkitkan berbagai pencapaian intelektual yang sempat terhambat sebelumnya. Seni dan literatur berkembang pesat pada pemerintahannya. Para pegawainya berhasil merumuskan hukum Romawi yang menjadi dasar dari sistem hukum yang kebanyakan berlaku di Eropa hingga saat ini.
Pada tahun 541-542, sebuah wabah menyebar di kerajaan Bizantium. Wabah ini sampai melanda pihak kerajaan, meski Justinian masih tetap bertahan hidup. Menurut para sejarawan, wabah ini menewaskan sepertiga dari populasi Konstantinopel. Dampak dari wabah ini semakin menguat seiring dengan kondisi cuaca yang semakin dingin sehingga membuat terjadinya kekurangan pasokan pangan. Beberapa riset memperkirakan bahwa kondisi ini terjadi akibat melintasnya komet Halley pada tahun 536 hingga menutupi permukaan bumi, sehingga membuat temperatur menurun. Selain itu ada juga faktor erupsi vulkanis gunung El Salvador.

Dark Age

bizantium dark age
Beberapa abad setelah kematian Justinian I, Bizantium memasuki “Dark Age”, dan kerajaan sepertinya ditimpa kesialan yang terus menerus. Memasuki abad ke 7, bagian barat wilayah yang ditaklukkan Justinian mulai terlepas satu per satu. Italia dikuasai Lombard, Gaul diperintah Frankish, dan bagian pantai dari Spanyol direbut oleh kerajaan Visigoth.
Selain itu, sepanjang tahun 630 sampai 660, wilayah timur dari kerajaan termasuk Mesir direbut oleh bangsa Arab. Kondisi kerajaan Bizantium menjadi semakin memburuk. Bangsa Arab terus menerus menekan wilayah kekuasaan Bizantium, diikuti perlawanan bangsa Slavia, dan orang-orang dari Eropa Tengah yang masuk ke wilayah Balkan.
Pada akhir abad ke 7, berbagai kota kekuasaan Bizantium telah banyak kehilangan identitas sosial dan budaya. Meski konstantinopel masih bertahan, kota tersebut telah banyak mengalami penurunan dibanding sebelumnya.
Kerajaan ini tidak pernah kembali ke masa kejayaannya saat diperintah oleh Justinian I. Akan tetapi, situasi militer di kerajaan Bizantium menjadi stabil memasuki abad ke 9. Pada abad ke 11, Bizantium merebut kembali sejumlah wilayah yang sebelumnya lepas. Memasuki 1025, Bizantium menjadi kekuatan dominan di wilayah Balkan dan Timur Tengah. Bizantium masih berusaha mempertahankan momentum kebangkitan. Ada begitu banyak nomaden yang memasuki wilayah Turki dan sekitarnya, begitu juga wilayah Italia yang mulai diramaikan bangsa Normandi.
Pada tahun 1203, sekelompok pasukan perang salib mencari uang untuk membiayai ekspedisi mereka ke Mesir mendapat ajakan Pangeran Alexius Angelos dari Bizantium yang mengundang mereka menuju Konstantinopel sebelum berangkat ke Mesir. Mereka diminta membantu Pangeran ini memperoleh Konstantinopel untuk bayaran sekitar 200.000 marks, mendapat pasokan yang mereka butuhkan, dan menyediakan 10.000 prajurit.
Saat itu, militer Bizantium sedang dalam kondisi terburuk. Kematian raja Comnesus membuat perebutan kekuasaan dan kudeta berlangsung secara terus menerus. Saat pasukan perang salib menguasai Konstantinopel pada 1204, mereka menurunkan raja saat itu dan memberikan tahta kekuasaan kepada penguasa “Latin” dari barat. Penguasa tersebut tetap bertahan hingga akhirnya jenderal dari Mesir bernama Michael Palaeologus kembali merebut Konstantinopel dan menjadi raja bernama Michael VIII.

Runtuhnya Kerajaan Bizantium

Sultan Mehmet
Situasi di Bizantium semakin memburuk ketika perang sipil berlangsung setelah kematian Andronikos III. Perang sipil ini berlangsung selama 6 tahun dan menghancurkan kerajaan tersebut. Ditengah berlangsungnya perang sipil, penguasa Serbia Stefan IV Dushan mengambil alih sebagian wilayah kekuasaan Bizantium. Wilayah tersebut disatukan dalam kekuasaan kerajaan Serbia.
Kondisi kerajaan Bizantium diperburuk dengan munculnya dinasti Ottoman muncul sebagai kekuatan baru di Eropa. Ottoman berhasil mengalahkan kerajaan Serbia dan menguasai seisi wilayah Balkan.
Kerajaan Bizantium terkepung. Mereka mencari bantuan dari penguasa di wilayah Eropa barat, sembari berupaya menyatukan kembali Gereja Ortodoks di Timur dengan Katolik Roma. Ajakan penyatuan ini dipertimbangkan oleh pihak Katolik Roma dan disampaikan lewat dekrit raja di Ottoman, akan tetapi, penduduk kota dan pendeta Kristen Ortodoks menolak kebijakan ini.
Menghadapi ancaman dari Dinasti Ottoman, kerajaan Bizantium mendapatkan bantuan dari pasukan katolik Roma untuk melindungi Konstantinopel. Akan tetapi, pada akhirnya, para pasukan ini sibuk dengan urusannya masing-masing dan tidak berbuat apa-apa untuk melindungi wilayah Bizantium. Saat menghadapi ancaman Dinasti Ottoman, Konstantinopel sedang kekurangan penduduk dan mengalami kebobrokan. Populasi di kota ini berkurang drastis sehingga lebih terlihat seperti wilayah pedesaan yang punya banyak lahan kosong.
Pada tahun 1453, pasukan Sultan Mehmed berjumlah 80.000 orang dan mengepung kota tersebut. Kerajaan Bizantium melakukan peperangan dengan membuat parit pertahanan di pinggiran kota. Namun pasukan Ottoman akhirnya berhasil merebut Konstantinopel dari kerajaan Bizantium setelah pertempuran selama 2 bulan.
Dengan jatuhnya Konstantinopel dibawah kekuasaan Ottoman, wilayah kerajaan Bizantium yang tersisa tinggal Despotate di Yunani. Wilayah ini kemudian menjadi negara merdeka dengan membayar pajak tahunan kepada kerajaan Ottoman. Pada 1460, karena berbagai ketidakmampuan negara tersebut, wilayah Morea akhirnya dikuasai Dinasti Ottoman sekaligus menjadi akhir dari sejarah Kerajaan Bizantium.

Rabu, 24 Juni 2015

Bagaimana Kaum Muslimin Membunuh Drakula



“Aku telah membunuh hampir semua orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda … Kami membunuh 23.884 orang Turki dan Bulgaria tanpa menghitung mereka yang kami bakar di rumahnya atau yang kepalanya langsung dipenggal oleh tentara kami…”
MUNGKIN selama ini kita hanya mengenal Drakula sebagai sosok yang ada dalam khayalan atau mitos belaka. Namun Drakula sebenarnya memang ada. Ia bahkan menjadi sosok sentral dalam pembantaian umat Muslim di negeri Eropa Timur.
Berbicara soal Drakula, maka kita akan berbicara soal Radu. Siapa Radu? Lahir di Kerajaan Ottoman Wallachia, Rumania pada sekitar tahun 1435, ia dikenal sebagai Radu III-lea al frumos cel di kalangan bangsa Rumania,Yakışıklı Radu Bey di Turki, Radu al-Wasim dalam bahasa Arab, dan Radu yang Tampan dalam bahasa Inggris.
Yang mengejutkan ia merupakan teman masa kecil Sultan Mehmet II dan berperan penting dalam penaklukan Konstantinopel oleh Islam.
Partisipasi Radu dalam penaklukan ini membuat Mehmet II dikenal sejarah sebagai “Fatih,” atau “Sang Penakluk.” Radu adalah senjata rahasia Utsmani terhadap Safawi di Timur dan Serbia, Rumania dan Hongaria ke Barat. Dunia Islam berutang banyak padanya, namun mereka mencatat sedikit sekali referensi tentang. Ini mungkin karena takut akan sorotan Sultan Mehmet. Bizantium mencatat Radu sebagai lalim yang dicerca karena kebencian mereka terhadap fakta bahwa Radu masuk Islam dan mempnyai peran penting dalam mengakhiri Kekaisaran Bizantium.
Namun, Jenderal Ottoman ini memiliki sejarah sendiri akan sebuah perang besar, perang melawan kegelapan. Dia memburu vampir jadi-jadian manusia, Vlad III al-lea Tepes, juga dikenal sebagai Vlad Drăculea, karena seringnya dia meminum darah manusia. Karakter Profesor Abraham Van Helsing tidak lebih dari sekadar isapan jempol dari imajinasi mengerikan Bram Stoker, tapi Sultan Mehmet II dan Radu cel frumos mungkin yang pertama dan satu-satunya yang benar soal si pemburu “vampire” dalam sejarah.
Saudara Sedarah
Melihat kembali sejarah, pengabdian Radu untuk Islam dan Sultan Mehmet II bisa dilacak dengan aliansi politik ayah masing-masing. Vlad II dari House of Drăculeşti (“House of the Dragon”) adalah sekutu dan bawahan ayah Sultan Mehmet, Sultan Murad II. Vlad II memiliki 4 anak: Mircea II, Vlad IV Călugărul (“Monk”), Vlad III yang kemudian hari dikenal sebagai Drakula, Radu dan III cel frumos (“Si Tampan”).
Sebagai tanda persatuan dengan Sultan, Vlad II menawarkan anak-anaknya, Drakula dan Radu, untuk melayani Sultan Ottoman. Di bawah Yenicheri mereka mempelajari Al Qur’an, Arab, Turki, Persia, Teologi Islam dan fikih, dan—ini yang paling penting—strategi militer dan taktik perang a la Turki.
Pasukan khusus Ottoman yang memegang status yang lebih tinggi baik secara militer maupun sosial daripada pangkat dan jabatan hanya Yenicheri dan Sipahis. Para Janissari adalah pasukan infanteri elit militer Ottoman serta pengawal pribadi Sultan dan keluarganya. Sedangkan para Sipahis adalah kavaleri elit yang terus-menerus mengelili Sultan dalam setiap pertempuran dan akan dikirim untuk berurusan dengan musuh yang paling alot. Mereka adalah komandan.
Sejak masih muda, Drakula terus menyalahgunakan apapun yang diberikan padanya. Ia juga memberontak terhadap tentaranya sendiri, dan hal inilah yang membuatnya terus keluar masuk penjara dengan sering. Disinyalir, ini awal mula dendam Drakula. Dia membenci ayahnya karena bersekutu dengan Turki, dan ia menilai hal itu sebagai pengkhianatan terhadap Orde Naga dimana ayahnya telah bersumpah untuk setiap. Orde Naga—dalam bahasa Inggris Order of the Dragon—adalah persaudaraan Kristen yang satu-satu tujuannya adalah untuk menghapus Islam dari Balkan selamanya. Drakula membenci Radu karena keberhasilan dan mendukung Turki yang dipercayakan kepadanya.
Dia dipenuhi dengan kecemburuan kepada Mehmet II muda, yang sama sepertinya, merupakan seorang pangeran, tapi, tidak sama dengan dengannya dalam soal hidup dalam kemegahan. Dia juga cemburu kepada saudaranya Mircea dan Vlad the Monk karena mereka berdua dianggap sebagai preferensi ayahnya belaka. Namun, rasa sentimennya terhadap Mircea berada dalam kecemburuan dan kekaguman sekaligus. Dari Mircea pulalah Drakula muda belajar taktik teror paling bengis dalam sejarah; menciptakan hutan untuk orang mati.
Radu tetap setia Islam dan Sultan dan menghabiskan seluruh hidupnya dalam pertempuran di perbatasan Kekaisaran Ottoman. Ia menundukkan para musuh kekaisaran yang paling sulit. Bakat perangnya sangat alami dan tak tertandingi bahkan di antara para Yenicheri dan Sipahis.
Penaklukan Konstantinopel
“Pada hari ketiga setelah jatuhnya kota kami, Sultan merayakan kemenangannya besar-besaran. Dia mengeluarkan proklamasi. Warga, semua umur, diperbolehkan untuk keluar ke tempat terbuka, karena mereka tetap bebas dan tidak ada interogasi apapun kepada mereka. Ia juga mengumumkan restorasi rumah dan properti untuk orang-orang yang telah meninggalkan kota kami sebelum pengepungan, jika mereka kembali ke rumah, mereka akan diperlakukan sesuai agama, seolah-olah tidak ada yang berubah, “(George Sphrantzes, 1401-1478 , Bizantium Kristen penulis sejarah dan saksi jatuhnya Konstantinopel).
Itulah gambaran sekilas ketika Konstantinopel ditaklukan. Sultan Mehmet II memasukki kota, bersama teman masa kecilnya dan sekaligus kepala Yenicheri, Radu cel frumos, putra Vlad II Duke Wallachia, namun di luar Byzantium, seorang musuh sengit mereka menunggu. Di antara mereka ada musuh yang paling ditakuti, Drakula, yang kebetulan merupakan saudara Radu sendiri. [sa/islampos/world bulletin]


Kebangkitan Drakula
PENGKHIANATAN adalah cara Wallachia yang paling tua dalam sejarah Islam. Dan dalam satu pengkhianatan singkat semacam itu, Vlad II diam-diam membiarkan anak-anaknya, Mircea dan Vlad IV, untuk memulai suatu pemberontakan.
Drakula muda melihat ini dan kemudian bergabung dalam pemberontakan Mircea melawan Ottoman serta klan Danesti yang didukung oleh panglima perang Hungaria, John Hunyadi. Pada akhirnya, Hunyadi menyerbu Ayah Drakula, membunuhnya di rawa-rawa Bălteni, sebelum dibutakan dan dikubur hidup-hidup di Mircea Târgovişte.
Hunyadi kemudian menunjuk Vladislav II sebagai Pangeran Danesti, dan mempunyai kekuasaan lebih daripada Wallachia. Dalam ambisinya dan nafsu kekuasaan, Drakula mengesampingkan setiap sentimen dendam akan ayahnya yang disembelih. Ia bekerja untuk Hunyadi sebagai penasihatnya. Ketika John Hunyadi pergi untuk menghadapi Turki di Belgrade di Serbia, Drakula menyerang dan membunuh Vladislav dan merebut tahta kekuasaan.
Satu wabah penyakit pecah di kamp Hunyadi itu, menginfeksi Vlad dan menyebabkan kematiannya. Sultan Mehmet terluka parah dalam pertempuran. Peristiwa ini menjadikan Drakula memerintah Wallachia selama 6 tahun. Itu satu-satunya saat ia memerintah rumahnya sendiri begitu lama.
Impaler
“Aku telah membunuh hampir semua orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda … Kami membunuh 23.884 orang Turki dan Bulgaria tanpa menghitung mereka yang kami bakar di rumahnya atau yang kepalanya yang langsung dipenggal oleh tentara kami…” (Drakula, dalam sebuah surat kepada Matthias Corvinus—rivalnya).
Ketika Sultan Mehmet melihat hutan-hutan gundul yang busuk di kejauhan, ia segera menyadari kengerian apa yang tengah menghampirnya. Mereka begitu dekat ke tujuan mereka, ibukota Wallachia dari Târgovişte, tapi angka pasukan di kavaleri semakin tidak jelas, susah, diatur dan infanteri merasa sakit. Ketika itu ia menyadari, ia sudah melewati 20.000 mayat, laki-laki, perempuan dan anak-anak, semua korban Drakula di musim dingin 1462.
Sebagai seorang yang mengerti tentang Islam, dia bergerak bebas di lingkungan kamp Ottoman. Ia menjadi seorang Turki tanpa diketahui. Akibatnya, sangat mematikan bagi umat Islam. Drakula memasuki Serbia dengan anak buahnya berpakaian sebagai Sipahis Turki dan membantai semua penduduk Muslim di sebuah desa, dan orang-orang non-Muslim menunjukkan kepadanya dimana saja Muslim di desa itu.
Tujuannya adalah meninggalkan kenang-kenangan mengerikan untuk Sultan Mehmet yang akan segera mengambil ibukota mereka. Mereka mendirikan monumen ini sebagai alarm untuk Sultan dan meneror pasukannya dengan harapan bahwa Sultan dan pasukannya mungkin berbalik dan mundur kembali ke barak.
Yang luar biasa adalah bahwa tidak ada catatan desersi massa apapun soal tentara Ottoman setelah menyaksikan ini. Namun, beberapa sejarawan menyimpulkan bahwa Sultan Mehmet II kehilangan selera untuk memburu ‘vampir’ setelah invasi Wallachia ini, dan meninggalkan tugas hingga satu-satunya tujuan adalah memburu Drakula dan membunuhnya.
Setelah mengambil ibukota Wallachia dari Târgovişte, Mehmet kembali ke barak, menugaskan perburuan Drakula kepada Radu. Semua orang tahu, orang terbaik yang bisa memburu Drakula hanya satu, saudara kandungnya sendiri.
Kejadian ini menjadikan Drakula disebut sebagai Vlad Dalam bahasa Rumania, “Tepes” yang berarti “Impaler”—atau kurang lebih taring yang menggantung. Legenda mengatakan bahwa jika Anda berada dalam jarak dekat, Anda bisa melihat taring Drakula sebagai peringatan tersembunyi atas seorang vampir yang mengerikan, bernafsu terhadap darah. [sa/islampos/world bulletin]


Radu vs Drakula: Saudara Sedarah
Ketika Târgovişte diambil alih, Drakula melarikan diri menuju Transylvania dengan harapan akan menemukan perlindungan dari putra John Hunyadi, Matthias Corvinus. Ini adalah khas oportunisme Drakula dan kurangnya penghormatan terhadap agama, ia kemudian menawarkan diri untuk menjadi seorang Katolik untuk meraih hati Corvinus.
Dari situ, dia memulai kampanye perang gerilya melawan Ottoman. Satu literatur menyatakan,  dia pernah membantai 15.000 tentara Ottoman dalam satu malam saja.
Sementara, di tempat lain, Radu—saudaranya sendiri—terus mencari Drakula.
Ironisnya, Corvinus kemudian memenjarakan Drakula selama 12 tahun atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap orang yang memberinya perlindungan. Orang-orang dari Wallachia dan bangsawan Kristen sudah tak tahan lagi terhadap Drakula. Akhirnya mereka menghadap Radu dan menyatakan dukungannya.
Radu memerintah wilayah itu selama 11 tahun sampai kematiannya, sementara Drakula terbuang jauh di penjara Budapest, dan dengan sabar menunggu untuk bangkit kembali dari kegelapan.
Bebasnya Drakula dan Pertempuran Terakhir
Setelah kematian Radu pada tahun 1473, Drakula dibebaskan dari penjara. Dia segera mengumpulkan tentaranya dan menyerang Bosnia, membantai penduduk Muslim dan menggantung 8.000 orang di antara di sebuah hutan.
Sekali lagi, Drakula telah muncul dari kegelapan dengan tujuan menghilangkan Islam dari Balkan selamanya. Dia akhirnya memperoleh tahta Wallachia setelah saudaranya meninggal, tapi hanya bertahan untuk satu bulan.
Sultan Mehmet menyerbu Wallachia untuk menumpas manusia tak punya hati ini dari tahta Radu, sahabatnya. Tahta itu memang kosong setelah Radu wafat.
Pada 1476 pasukan Sultan Mehmet menghadapi kekuatan Drakula di Bucharest, Rumania. Tentara Drakula diserbu dan semuanya tewas, termasuk Drakula sendiri. Vampir itu disembelih. Tapi itu tidak cukup. Kepalanya dipotong dan diawetkan dalam stoples madu dan dikirim ke Konstantinopel. Di sana, kepala Drakula digantung pada sebuah tiang di tengah-tengah kota agar semua orang bisa melihatnya dan juga agar tidak ada keraguan atau misteri.
Kaum Muslim akhirnya, membunuh Drakula.
2500 tahun kemudian, Drakula hidup kembali lewat Bram Stroker, lewat film dan buku—dan menjauhkan sejarah panjang tentangnya yang sudah membantai ribuan umat Islam. [sa/islampos/world bulletin]
HABIS

Sejarah Awal Agama Kristen Hingga Mengalami Penyimpangan

YESUS alias Nabi Isa as. merupakan nabi yang diturunkan Allah kepada Bani Israil. Tugasnya adalah untuk menyelamatkan Bani Israil dari kesesatan yang telah lama dilakukan kaum tersebut. Allah SWT masih menyayangi kaum Musa as. ini dan menurunkan satu nabi lagi khusus untuk mereka. Nabi Isa as. mengaku jika dirinya diutus Allah hanya untuk kaumnya saja, Bani Israil, dan bukan untuk umat manusia seluruh dunia.
Di dalam Injil sendiri ada peristiwa di mana Yesus menolak seorang wanita Kanaan (Palestina) yang meminta anaknya disembuhkan dari kemasukan setan,Yesus menolak dan mengatakan, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24). Yesus sendiri menolong perempuan itu juga, namun tidak menyuruh perempuan itu untuk ‘pindah keyakinan’. Penegasan itu juga nampak dari pesan Yesus kepada para muridnya yang mewantiwanti mereka untuk tidak menyebarkan ajarannya kepada orang selain dari Bani Israil.
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10:5-6)
Telah jelas bahwa Yesus menegaskan dirinya hanya untuk Bani Israil. Namun para misionaris mengklaim bahwa hal itu hanya berlaku sebelum kebangkitan. Setelah dibangkitkan maka misinya untuk umat manusia seluruh dunia. Perubahan mendasar ini berangkat dari ajaran Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus yang mengaku-aku sebagai murid Yesus.
Ajaran Paulus inilah, -ditulis pada 49 M (Galatia-, yang mempengaruhi Injil-injil yang ditulis sesudahnya yakni injil Markus (55 M), Injil Matius (60-an M), Injil Yohanes (80 M), dan Injil Lukas (60 M). Paulus, Yahudi dari Tarsus, di dalam banyak ayat Injil digambarkan sebagai seorang murid yang banyak tidak patuh pada Yesus, bahkan Yesus dalam banyak ayat memarahi dia hingga menendangnya.
Paulus inilah yang kemudian mengubah ajaran Nabi Isa as. yang berhaluan paganisme Yahudi. Namun hal ini terjadi tidak terlepas dari kondisi sosial budaya bangsa Yahudi sebelum masa Nabi Isa. Turun. Minimal ada tiga kondisi yang bisa kita telaah. Pertama, Aqidah orang-orang Yahudi telah terkontaminasi kepercayaan Paganisme Babilonia.
Sekitar 50 tahun (586-535 SM) bangsa Yahudi berada di pengasingan di Babilonia yang masyarakatnya menyembah berhala. Kedua, pada tahun 334 SM, Alexander raja Yunani menguasai bangsa Yahudi dan menyebarkan faham Filsafat yang kemudian mempengaruhi pemikiran orang-orang Yahudi. Ketiga, bangsa-bangsa yang menaklukan orang-orang Yahudi adalah penganut politeisme. Ini pun berpengaruh kepada aqidah bangsa Yahudi.
Ketika Nabi Isa as, menyampaikan ajaran Allah SWT, pengaruh kepercayaan paganisme memang sudah mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat, maka terjadilah penyimpangan pemahaman oleh Paulus terhadap ajaran yang dibawa Nabi Isa as. Paulus pun mengklaim bahwa telah bertemu Yesus (Isa) dan diangkat sebagai rasulnya. Ia kemudian mengajarkan ajaran Isa yang telah dicampur adukkan dengan filsafat Yunani dan Paganisme.
Allah SWT sudah mengingatkan hal ini dalam Surah Al Baqarah ayat 87,
“..Dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”
Tiga abad setelah peristiwa penyaliban, pengikut ajaran Nabi Isa as. berkembang dengan beragam corak pemahamannya. Terjadi bentrokan diantara mereka antara kalangan yang pro ajaran Tauhid dari Nabi Isa as. dengan yang kontra. Mereka yang kontra notabene adalah kelompok pro ajaran Paulus yang paganis. Peperangan ini sampai mengancam keutuhan kerajaan Roma.
Karenanya, atas usulan Konstantin diadakanlah Muktamar di Nicea pada tahun 325 M yang dihadiri sekitar 2048 orang dengan pendiriannya masing-masing. Terjadi perdebatan yang sengit dan tak ada titik temu. Akhirnya Konstantin yang cenderung pada paganis memanggil 318 orang yang berfaham Paulus dan menyatakan dukungannya. Setelah itu muktamar dilanjutkan, sementara itu peserta lainnya melakukan walk out. Di dalam muktamar ini banyak dipilih doktrin-doktrin dan syiar–syiar ibadah secara voting (tanggal paskah, peranan uskup, dan tentu saja tentang ketuhanan Yesus). Setelah itu diadakanlah revisi terhadap Injil. Sementara injil-injil lain yang bertentangan dimusnahkan. Dan orang yang berani membaca injil terlarang itu akan dicap sebagai heretis (berlaku bid’ah).
Perihal apakah injil yang asli masih adakah sampai saat ini? Allahua’lam. Namun hemat penulis, permasalahannya bukan pada masih ada yang aseli atau tidak, namun injil hanya berlaku bagi kaum Nabi Isa as. saja, sedangkan sekarang kita sebagai umat muslim telah memiliki kitab Suci Al Qur’an sebagai kitab yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT hingga akhir zaman.
Kristen Pada Masa Rasulullah SAW
Tentu pada zaman Rasulullah SAW ada golongan yang beragama Nashrani. Menurut Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi, dalam Hidayatu Al-Hayara fi Ajwibati Al-Yahud wa An-Nashara, umat Nasrani pada masa Rasulullah sudah tersebar di sebagian belahan dunia. Di Syam, (hampir) semua penduduknya adalah Nasrani. Adapun di Maghrib, Mesir, Habasyah, Naubah, Jazirah, Maushil, Najran, dan lain-lain, meski tidak semuanya, namun mayoritas penduduknya adalah Nasrani.
Terhadap mereka, Rasulullah SAW senantiasa melakukan Dakwah, seperti yang pernah beliau lakukan kepada Raja Najasyi, seorang Raja Nashrani yang tinggal di Ethiopia. Rasulullah SAW pun mengirimi surat kepada Najasyi untuk bertauhid kepada Allah SWT. Berikut adalah pesan surat tersebut,
“Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.”
Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada Raja Najasyi untuk menjadi seorang muslim, maka Raja Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu.
Namun Rasulullah SAW juga pernah melakukan perperangan terhadap kaum Nashrani. Hal ini bermula ketika salah satu surat beliau telah dibawa oleh Harits bin Umair ra. yang akan diberikan kepada Raja Bushra yang Nashrani. Ketika sampai di Mu’tah, maka Syarahbil Ghassani yang ketika itu menjadi salah seorang hakim kaisar telah membunuh utusan Rasulullah SAW. Membunuh utusan, menurut aturan siapa saja, adalah suatu kesalahan besar. Rasulullah SAW sangat marah atas kejadian itu.
Maka Rasulullah SAW menyiapkan pasukan sebanyak tiga ribu orang. Zaid bin Haritsah ra. telah dipilih menjadi pemimpin pasukan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Jika ia mati syahid dalam peperangan, maka Ja’far bin Abi Thalib ra. menggantinya sebagai pemimpin pasukan. Jika ia juga mati syahid, maka penlimpin pasukan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah ra. Jika ia juga mati syahid, maka terserah kaum muslim untuk memilih siapa pemimpinnya”. Allahua’lam. (Pz/Islampos

6 Organisasi Rahasia Paling Berbahaya di Dunia

SETIAP organisasi dibentuk untuk tujuan tertentu, tergantung siapa yang mendirikan dan siapa saja anggotanya, sehingga tak dapat dipungkiri kalau tak semua organisasi memiliki tujuan yang baik. Di antara organisasi-organisasi jahat itu bahkan ada yang seperti tak henti-hentinya menebar teror dan pembunuhan demi satu tujuan. Dan karena tujuannya itu, tak jarang organisasi ini bersifat sangat rahasia sehingga banyak yang ragu kalau organisasi itu memang ada. Berikut enam organisasi paling jahat dan berbahaya di dunia yang datanya dikutip dari berbagai sumber.
1. Freemasonry
freemasonry
Eksistensi organisasi persaudaraan rahasia kaum elit Yahudi ini berawal dari dibasminya ordo Ksatria Templar oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Clemens V pada abad ke-14. Ketika pembasmian berlangsung, para anggota ordo ini tercerai berai kemana-mana dan di antaranya ada yang menyamar menjadi tukang batu dan bergabung dengan Serikat Tukang Batu di Skotlandia yang disebut Mason. Bahkan dari nama inilah nama Freemasonry berasal. Menurut sejumlah referensi, termasuk buku ‘Knight Templar, Knight Crist’, organisasi ini bertujuan untuk menegakkan kembali kejayaan bangsa Yahudi yang terusir dari Yaruselem pada 70 Masehi setelah runtuhnya kuil Sulaiman akibat perang Salib.
Untuk mencapai tujuannya ini, mereka melakukan berbagai cara, termasuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya, bahkan menghancurkan negara yang dianggap tidak mendukung gerakannya. Kelompok inilah yang berada di belakang Revolusi Prancis pada 1789, Revolusi Inggris, dan yang memerdekakan Amerika Serikat 4 Juli 1776 dan kemudian menungganginya hingga kini. Bahkan mereka pula yang berada di belakang berdirinya negara Israel. Hingga kini organisasi ini masih terus bekerja untuk menggenggam dunia dengan berupaya menciptakan Tatanan Dunia Baru dimana mereka sebagai penguasanya. Bukti salah satu kekuatan mereka tertera pada uang lembaran satu dolar Amerika yang bergambar piramida dengan satu mata pada puncaknya.
2. Illuminati
illuminati-conspiracy
Ini juga kelompok persaudaraan rahasia kaum elit Yahudi. Semula organisasi ini berdiri sendiri, namun karena memiliki kesamaan misi dan visi dengan Freemansonry, organisasi ini bergabung dengan organisasi itu. Illuminati yang berarti pencerahan, didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi kelahiran Ingolstadt, Jerman, dan memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit. Dia bahkan pernah menjadi pendeta Katolik, namun karena ajarannya dianggap menyimpang, dia didepak gereja. Hingga kini organisasi ini terus bahu membahu untuk menjadikan Israel sebagai penguasa dunia.
3. The Order of Nine Angles (ONA)
The Order of Nine Angles (ONA)
Organisasi pemuja setan ini muncul di Inggris Raya pada tahun 1980-an dan 1990-an. Anggota organisasi ini didoktrin sebagai individu yang menjadikan dirinya sebagai pribadi-pribadi yang unggul dan bijaksana, sehingga mereka tak segan-segan menghadapi tantangan yang mungkin saja melampaui kemampuan batas fisik dan mentalnya. Organisasi yang memiliki asosiasi dan kelompok-kelompok di Amerika Serikat, Eropa, Australia, Selandia Baru, Kanada, Rusia, dan Islandia ini tak segan-segan mengorbankan nyawa manusia dengan dalih untuk menghilangkan karakter manusia yang lemah.
4. Thule Society
Thule_Symbol
Sebelum Nazi berkuasa, kelompok ini berpusat di Munich, Jerman, dan setelah organisasi yang dipimpin Hitler itu berkuasa, kelompok ini dimasukkan dalam organisasi bersebut. Thule berasal dari sebuah wilayah misterius di utara Yunani dimana di situ hidup makhluk yang disebut Hyperboreans dan dan dipercaya sebagai ras asli bangsa Arya. Organisasi ini dibentuk pada 17 Agustus 1918 oleh tiga orang, dimana dua di antaranya bernama Rudolf von Sebottendorff dan Lanz von Liebenfels.
Organisasi ini dicurigai punya kaitan dengan Freemansonry dan Illuminati, karena tujuan organisasi ini juga untuk menciptakan Tatanan Dunia Baru. Mereka bahkan tak segan-segan membunuh dengan dalih untuk mengurangi populasi. Anggota organisasi ini bahkan mempraktekkan Seksual Black Magic dan Magic yang dicurigai bersumber dari Kaballah, ilmu sihir Yahudi kuno. Konon, masuknya organisasi ini ke Nazi lah yang membuat Hitler menjadi memiliki nafsu membunuh yang keji dan impoten. Ini terjadi serelah Hitler mengikuti ritual-ritual sesatnya itu.
5. Skull and Bones
skull bones society
Organisasi ini didirikan pada tahun 1832 oleh mahasiswa Yale bernama William Huntington Russel, seorang pemuda dari keluarga kaya raya yang mendapatkan hartanya dari bisnis perdagangan opium. Pada awal tahun 1830, Russel pergi ke Jerman untuk belajar selama setahun. Di sana, ia bertemu dengan pemimpin sebuah perkumpulan rahasia dan segera menjalin persahabatan dengannya. Perkumpulan ini disebut memiliki keterkaitan dengan okultisme dan menggunakan kepala orang mati sebagai lambangnya.
Saat itu, di Amerika sedang beredar sentimen anti Freemasonry yang sangat kuat. Partai anti mason didirikan dan banyak politikus berkampanye untuk melarang aktifitas Freemasonry. Dampak dari kampanye ini kemudian mempengaruhi semua organisasi yang bersifat rahasia, termasuk perkumpulan-perkumpulan mahasiswa.
Ketika Russel kembali ke Yale, ia menemukan kalau sentimen inipun mempengaruhi perkumpulan-perkumpulan yang ada di situ, termasuk perkumpulan favoritnya, Phi Betta Kappa, yang mulai menanggalkan tradisi kerahasiaan mereka.
Melihat situasi ini, Russel menjadi sangat marah dan bertekad untuk membalas dendam. Lalu ia mengumpulkan para mahasiswa dari keluarga berpengaruh dan mengajak mereka untuk mendirikan sebuah perkumpulan rahasia yang diberi nama The Brotherhood of Death atau The Order of the Skull and Bones yang kemudian berubah menjadi Skull and Bones saja. Salah satu perkumpulan rahasia paling berpengaruh di Amerika ini memliki ritual yang mengerikan, karena setelah 15 anggota baru terpilih, mereka harus menjalani ritual wajib seperti berbaring di dalam peti mati, bergulat di lumpur, mencium tengkorak dan memberikan pengakuan mengenai sejarah kehidupan seksual mereka di hadapan anggota-anggota lain. Namun demikian, dari perkumpulan ini lahir tokoh-tokoh penting seperti Henry Luce sang pendiri majalah Time, dan Frederick Smith sang pendiri FedEx.
6. Order of The Assassins
assassins
Nama organisasi ini berasal dari bahasa Arab Hashashin atau Hashashiyyin, dan didirikan oleh Hasan-i-Sabbah, seorang pengikut sekte Ismailiyah, sebuah sekte yang berkembang di kawasan Persia, khususnya Kairo, Suriah, dan sebagian kawasan Timur Tengah. Organisiasi ini merajalela selama hampir dua abad, tepatnya dari tahun 1090 hingga 1273. Korbannya adalah orang-orang ternama dan ditakuti oleh raja-raja, pangeran, para syekh, dan sultan. Organisasi ini bermarkas di Alamut (sekarang di sebelah barat Iran), dan memiliki anggota yang sangat loyal dan berani mati yang disebut Fidayeen. Organisasi ini dapat dianggap sebagai organisasi teroris pertama di dunia. [Sumber: sangpemburuberita]