Minggu, 26 Oktober 2014

CERITA UNTUK ANAK CERDAS 1

ANWAR DAN SANG BURUNG KECIL
 
Ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah, hujan mulai turun sangat lebat. Setelah makan malam, sebelum memulai pekerjaan rumahnya, dia bertanya kepada ibunya apakah dia boleh melihat hujan dulu sebentar. Ibu bilang bahwa Anwar boleh melihatnya sebentar saja. Anwar melihat ke jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun di luar. Ada orang berjalan di jalanan dengan memakai payung, dan yang tidak mempunyai payung merapatkan diri mereka ke bangunan. Tak lama kemudian, gumpalan hujan mulai terbentuk di mana-mana. Mobil yang lewat memuncratkan air ke sisi jalan dan orang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan. Anwar berpikir betapa menyenangkannya berada di dalam rumah dan dia harus lebih bersyukur kepada Allah Yang telah memberinya makanan dan rumah yang hangat untuk tinggal. Pada saat itu juga, seekor burung jelatik hinggap di bingkai jendela. Anwar berpikir bahwa burung malang itu pasti sedang mencari tempat berteduh dari hujan, dan dia segera membuka jendela.
“

Hai, namaku Anwar,” katanya. “Kamu boleh masuk kalau kamu mau.”
“Terima kasih, Anwar,” kata sang burung kecil. “Aku ingin menunggu di dalam sampai hujan reda.”
“Kamu pasti kedinginan di luar sana,” Anwar ikut merasakan “Aku belum pernah melihat burung sedekat ini sebelumnya. Lihat betapa tipisnya kakimu! Bagaimana kakimu dapat menahan badanmu hingga tegak?”

“Kamu benar, Anwar,” sang jelatik setuju. “Kami burung memiliki kaki yang tipis dibanding tubuh kami. Namun, biarpun demikian, kaki-kaki tersebut mampu menahan tubuh kami dengan sangat mudah. Ada banyak otot, pembuluh darah dan syaraf didalamnya. Bila kaki kami lebih tipis atau lebih tebal lagi, akan sulit bagi kami untuk terbang.”

“Terbang pasti rasanya sangat menakjubkan,” pikir Anwar. “sayapmu terlalu tipis, juga, namun kalian masih dapat terbang dengannya. Jadi, bagaimana kamu dapat terbang sedemikian jauhnya tanpa merasa lelah?”
“
Saat pertama kali kami terbang, kami menggunakan banyak sekali tenaga karena kami harus mendukung berat badan kami pada sayap kami yang tipis,” mulai sang jelatik. “Namun begitu kami di udara, kami menjadi santai dengan mebiarkan tubuh kami terbawa angin. Jadi, karena kami menghabiskan lebih sedikit tenaga dengan cara ini, kami tidak menjadi lelah. Saat angin berhenti bertiup, kami mulai mengepakkan sayap kami lagi. Karena kelebihan yang telah Allah ciptakan untuk kami, kami dapat terbang dalam jarak yang sangat jauh.”

Anwar kemudian bertanya, “Bagaimana kamu dapat melihat sekelilingmu saat sedang terbang?”
Sang jelatik menjelaskan: “Organ indera terbaik kami adalah mata kami. Selain memberikan kemampuan untuk terbang, Allah juga memberikan kami indera penglihatan yang sangat hebat. Jika kami tidak memiliki indera penglihatan bersamaan dengan kemampuan ajaib kami untuk bisa terbang, hal itu sangatlah berbahaya bagi kami. Kami dapat melihat benda yang sangat jauh dengan lebih jelas daripada manusia, dan kami memiliki jangkauan penglihatan yang luas. jadi begitu kami melihat bahaya di depan, kami dapat menyesuaikan arah dan kecepatan terbang kami. Kami tidak dapat memutar mata kami seperti manusia karena mata kami diletakkan pada pencengkramnya. namun kami dapat menggerakkan kepala kami berputar dengan cepat untuk memperluas wilayah penglihatan kami.”
Anwar mengerti: “Jadi, itulah mengapa burung selalu menggerakkan kepala mereka: untuk melihat ke sekeliling mereka. Apakah semua mata burung seperti itu?”
“
Burung hantu dan burung-burung malam hari lainnya memiliki mata yang sangat lebar,” sang jelatik melanjutkan. “Berkat sel khusus dalam mata mereka, mereka dapat melihat dalam keremangan. Karenanya, burung hantu dapat melihat dengan sangat baik untuk berburu di malam hari. Ada juga jenis burung yang disebut burung air; Allah menciptakan mereka agar mereka dapt melihat dengan sangat baik di dalam air. Mereka mencelupkan kepala mereka ke dalam air dan menangkap serangga atau ikan. Allah menciptakan kemampuan ini dalam burung-burung ini agar mereka dapat melihat dengan jelas di dalam air dan menangkap mangsa mereka.”
“Tidak semua paruh burung sama, nampaknya. Mengapa demikian?” Anwar bertanya.
“Allah menciptakan berbagai jenis paruh yang berbeda untuk burung yang berbeda untuk melakukan pekerjaan yang berbeda,” demikian jawabannya. “Paruh kamu sesuai dengan sempurna terhadap lingkungan di mana kami tinggal. Ulat dan cacing sangat lezat bagi kami para burung pemangsa serangga. dengan paruh kami yang tipis dan tajam, kami dapat dengan mudah mengambil ulat dan cacing dari bawah daun pohon. Burung pemakan ikan biasanya memiliki paruh yang panjang dengan bentuk seperti sendok pada ujungnya untuk menangkap ikan dengan mudah. Dan burung yang makan dari tumbuhan memiliki paruh yang membuat mereka dapat makan dengan mudah dari jenis tumbuhan yang mereka sukai. Allah telah menyediakan dengan sempurna untuk setiap makhluk di Bumi dengan memberikannya kemampuan yang dia butuhkan.”


Anwar punya pertanyaan lain untuk sang jelatik: “Kamu tidak mempunyai telinga seperti yang aku punya, namun kamu masih dapat mendengarkan aku dengan sangat baik. Bagaimana bisa?”
“Indera pendengaran sangatlah penting bagi kami para burung. Kami menggunakannya untuk berburu dan saling memperingatkan akan adanya kemungkinan bahaya sehingga kami dapat melindungi diri kami.

Sebagian burung memiliki gendang pendengaran yang membuat mereka mampu mendengar suara yang paling kecil. Pendengaran burung hantu sangat peka akan suara. Burung Hantu dapat mendengar tingkat suara yang tidak dapat didengar manusia,” sang jelatik memberitahukannya.

Anwar kemudian bertanya: “Kalian para burung berkicau dengan sangat merdu. Aku senang mendengarkan kalian. Untuk apa kalian menggunakan suara kalian?”
Sang burung mengangguk: “Sebagian dari kami memiliki kicauan yang berbeda untuk mengusir musuh kami. Terkadang kami membuat sarang kami di dalam lubang pada batang pohon, dan ketika musuh mencoba masuk, kami mendesis layaknya ular. Penyusup tersebut berpikir bahwa ada ular di dalam sarang itu, sehingga kami dapat melindungi sarang kami.”
“Apa lagi yang kalian lakukan untuk melindungi sarang kalian dari musuh?” Anwar ingin tahu.
“
Kami membangun banyak sarang tipuan untuk menyesatkan musuh kami,” kata sang burung. “Dengan cara ini kami membuat para penyusup tersesat dan melindungi sarang dan telur kami yang telah kami sembunyikan di daerah tersebut. Untuk melindungi sarang kami dari ular berbisa, kami menutupi jalan masuk dan membuatnya sangat berliku-liku. Kewaspadaan lainnya adalah membangun sarang pada pohon yang cabangnya berduri.”
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
(QS. an-Nahl, 16:79)
“Bagaimanakah sebagian burung dapat berenang dalam air? dan mengapa tidak semua burung dapat berenang?” Anwar bertanya pada temannya.
Sang jelatik menjawab: “Allah telah menciptakan sebagian dari kami dengan kemampuan untuk berenang. Dia telah memberikan mereka kaki berselaput jala agar mereka mampu berenang saat masuk ke dalam air. Sebagian lain dari kami memiliki jari tipis tanpa jala. jadi, selain burung air, burung tak dapat berenang.”
“Sama seperti sepatu renang!” Anwar berseru. “Saat aku berenang dengan memakai sepatu renang, aku dapat berenang dengan jauh lebih cepat.”
“Ada beberapa burung yang telah memiliki sepatu renang ini sejak lahir,” kata sang burung.
Saat Anwar dan sang burung sedang berbincang-bincang, ibunya menyuruh Anwar untuk masuk ke kamarnya dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pada saat bersamaan, hujan pun telah reda.

Anwar berkata pada temannya: “Sekarang aku harus masuk ke kamarku dan mengerjakan pekerjaan rumahku. Besok aku akan bercerita kepada teman-temanku tentang kemampuan istimewamu, dan bagaimana Allah telah menciptakan kamu dan makhluk lainnya melalui karya seni kreatif yang sedemikian sempurna.”
“Hujan telah reda, jadi aku dapat kembali ke sarangku,” jawab sang jelatik. “Terima kasih telah membawa aku masuk, Anwar. Saat kau menceritakan temanmu tentang kami, Bisakah kamu sampaikan juga kepada mereka untuk peduli kepada kami dan jangan melemparkan batu kepada kami atau kepada makhluk lainnya?”
“Ya, tentu saja aku akan menyampaikannya kepada mereka,” Anwar setuju. “Semoga Allah melindungimu.” Anwar membuka jendela dan sang burung segera terbang, melayang menembus udara. Anwar memikirkan kesempurnaan dalam ciptaan Allah dan duduk mengerjakan pekerjaan rumahnya.




TEMAN KECIL ALI
 
Ali dan keluarganya pergi ke desa di pagi hari pada hari minggu untuk piknik. Ibunya mengatur perlengkapan piknik di atas tanah.
Ibunya telah memenuhi keranjang dengan wortel, kesukaan Ali. Langsung saja, Ali duduk di bawah pohon. Dia membaca buku dan memakan wortel. Dia melihat seekor kelinci mendekati keranjang. Ali duduk perlahan, mencoba untuk tidak menakuti sang kelinci kecil.
“Kamu pasti lapar, kelinci kecil,” katanya.
“Memang benar. Aku sangat suka wortel,” sang kelinci setuju.
“Mari,” kata Ali: “Ayo makan wortel-wortel ini bersama-sama dan berbincang-bincang. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadamu…”
Sang kelinci mulai berbicara: Kami para kelinci tinggal di sarang yang disebut lubang kelinci, yang kami gali di bawah tanah. Dan wortel sangat cocok dengan kehidupan kami di bawah tanah karena mereka tumbuh di dalam tanah. Jadi kami dapat menemukannya dengan mudah. Wortel adalah makanan kesukaan kami, dan Allah telah menciptakan wortel sedemikian sehingga kami tidak kesulitan menemukannya. Karena Allah menghendaki seperti ini, kami tidak mempunyai masalah dalam mencari makanan. Ini adalah salh satu keajaiban ciptaan-Nya.”
Ali berpikir betapa Allah telah menciptakan segalanya dengan cara yang tepat untuk digunakan para hewan. Dia teringat akan jeruk yang dia makan di musim dingin. Dia mengagumi bagaimana jeruk itu dikupas dari kulitnya dalam bentuk terpotong-potong sehingga dia dapat dengan meudah memakannya. Apabila jeruk itu tercipta dalam bentuk yang berbeda, pikirnya, mungkin akan sulit dimakan. Jeruk mengandung banyak Vitamin C, yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan Ali bersyukur kepada Allah Yang menciptakan jeruk dalam keadaan siap terpotong dan dikemas sedemikian rupa sehingga orang mudah memakannya. Dan, tentu saja, merupakan nikmat lainnya bahwa kita memiliki gigi untuk memakan jeruk. Allah juga memberikan kelinci gigi depan untuk memotong wortel dengannya.
“Baiklah,” kata Ali, “Kemampuan istimewa apa lagi yang telah diberikan Allah Yang Mahakuasa kepadamu?”
Sang kelinci menjawab: “Allah telah memberikan setiap makhluk kemampuan untuk mempermudah hidupnya. Ada banyak jenis kelinci dengan kemampuan yang berbeda-beda di dunia. Misalnya, kelinci yang tinggal di daerah dingin biasanya berbulu putih, supaya mereka sulit untuk dilihat dan dapat bersembunyi dengan mudah. Kelinci liar seperti aku memiliki kaki dan telinga yang lebih panjang. Kelinci yang tinggal di gurun pasir Amerika memiliki telinga yang besar. Telinga itu membantu kelinci untuk mendinginkan tubuh di panasnya gurun.”
Ali mengangguk: “Setiap orang tahu cerita mengenai kamu dan kura-kura. Kamu pelari yang cepat, bukan?”
“Ya,” sang kelinci mengangguk. “Kaki belakangku lebih panjang dan lebih kuat dari kaki depanku. Jadi aku dapat berlari secepat 40 sampai 45 mil per jam (60 km/jam dan 70 km/jam) dan terkadang melompat sejauh 20 kaki (6 meter) dalam sekali lompatan.”
“Jadi, bagaimana kamu menemukan rumah bawah tanahmu. Dan saat kamu tidak di sana, adakah kelinci lain yang menempatinya?” Ali ingin tahu.
“Beberapa binatang menandai rumah mereka dengan aroma bau,” teman barunya menjelaskan. “Misalnya, rusa kecil Afrika meninggalkan zat yang dihasilkan dari kelenjar di bawah mata mereka. Bau dari zat ini menandai wilayah tempat tinggal mereka. Kami mempunyai kelenjar di taring kami dan kami menandai rumah kami dengan bau dari kelenjar tersebut. Jadi kelinci lain tidak menempatinya dan kami dapat menemukan rumah kami dengan mudah. Tentu saja, ini bukanlah hal yang kami lakukan dengan sendirinya, namun melalui tuntunan Allah.”
“Apakah kamu mempunyai saudara laki-laki dan perempuan?” tanya Ali.
“Kami para kelinci berkembang biak dengan sangat cepat,” jawab temannya. “Induk kelinci hamil dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 28-33 hari. Induk kelinci melahirkan bayi kelinci yang banyak dalam sekali waktu. Sebagai contohnya, aku mempunyai 15 saudara… kelinci muda tinggal bersama induknya dalam waktu sekitar satu bulan. Dan kelinci mempunyai sifat lain: kelinci dapat kawin 3-4 hari setelah dilahirkan.”
Pada saat itu, ayah Ali datang dan bergabung dalam percakapan mereka.
“Aku bahkan tidak mengetahu semua ini, kelinci kecil,” katanya: “Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Betapa mengagumkannya Dia telah menciptakan seluruh jagat raya dan segalanya dan setiap makhluk di dalamnya. Dalam Al Qur'an Allah Yang Mahakuasa berfirman:
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. al-An’am, 6:102)
Dia telah memberikan kita semua nikmat yang kita miliki agar kita bersyukur kepada-Nya dan mendapat pertolongannya di kehidupan dunia ini di mana kita mengalami ujian yang mempersiapkan kita untuk kehidupan yang abadi. Kamu tahu bahwa Allah berfirman kepada kita dalam Al Qur'an bahwa dia telah menciptakan kita hanya untuk menyembah-Nya. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah bersyukur atas semua nikmat, mengatur kehidupan kitas sesuai dengan Al Qur'an dan hidup untuk Allah. Allah berfiman dalam Al Qur'an:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. al-Kahfi, 18:28)
“Ayah,” tanya Ali: “Kalau ayah coba lihat ke sekiling kita dan memikirkannya, ada begitu banyak yang harus disyukuri, bukan? Pohon yang kita lihat setiap hari, burung yang terbang, kelinci kecil… kalau ayah melihat itu semua dengan seksama, ayah melihat rancangan sempurna pada setiap ciptaan tersebut. Dan hanya daya kreasi yang sempurna dari Allah Yang Mahakuasa yang dapat melakukannya, bukan? Bila tidak, bagaimana mungkin seekor kelinci menjadi cukup pintar untuk mendapatkan semua keterampilan ini dengan dirinya sendiri?”
“Kamu benar, Ali,” jawab sang kelinci: “Kalau Allah tidak memberikan kami semua kemampuan kami saat Dia menciptakan kami, tidak satupun dari kami memiliki kemampuan untuk mendapatkan itu semua dengan sendirinya.”
Ayah Ali menambahkan: “Ali, bagus sekali kita melakukan piknik ini. Awalnya kamu tidak mau pergi bersama kami, namun kemudian kamu berkenalan dengan kelinci kecil ini dan perbincangan kamu telah membuatmu memikirkan beberapa hal.”
“Ayah benar,” Ali setuju. “Perbincangan kita telah membantu aku untuk melihat Allah dalam setiap hal. Terima kasih, kelinci kecil, aku harus pergi dengan ayahku sekarang. Aku akan menanyakan ibuku apakah kami masih memiliki wortel lagi, bila iya, akan aku bawakan untukmu. Sampai jumpa lagi, selamat tinggal.”
“Terima kasih, Ali,” kata sang kelinci kecil. “Semoga Allah memberkatimu.”



MAQSUD DAN SANG ANAK KUCING
 
Ada kejutan besar menunggu Maqsud saat dia pulang dari sekolah. Ayahnya telah membelikannya seekor anak kucing kecil. Maqsud akan menghabiskan waktu yang tersisa setelah mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan bermain bersama anak kucing miliknya yang lucu. Suatu malam, saat dia di tempat tidur, dia terkejut melihat sang anak kucing meninggalkan kamarnya dan menemukan piring susu dalam kegelapan di ruang tamu.
“Bagaimana kamu menemukan piring susumu dengan demikian mudah dalam kegelapan seperti ini?” Maqsud bertanya, terkagum-kagum.
“Kami tidak membutuhkan banyak cahaya untuk melihat, Maqsud,” sang anak kucing mengeong. “Mata kami diciptakan berbeda dari manusia. Pupil mata kami tumbuh sangat besar sehingga kami dapat mengambil cahaya sebanyak mungkin dalam kegelapan. Dan kami para kucing memiliki lapisan dalam mata kami yang tidak dimiliki manusia; lapisan ini terletak tepat di belakang retina dan memantulkan kembali cahaya. Jadi, cahaya melewati retina kami dua kali. Itulah mengapa kami dapat melihat dengan sangat baik dalam gelap dan juga mengapa mata kami sangat bercahaya. Allah telah menciptakan kami dengan segala kemampuan yang kami butuhkan untuk bertahan hidup dalam berbagai macam keadaan. Sangatlah tidak mungkin, sebagaimana yang disebutkan oleh teori evolusi, bahwa kami dapat mengevolusikan kemampuan ini secara tidak sengaja selama perjalanan waktu. Allah telah menciptakan kucing dan makhluk hidup lainya dengan sempurna dalam satu waktu.”
Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal". (QS. asy-Syu’araa’, 26:28)
Maqsud berpikir sejenak: “Kami manusia tahu bahwa walaupun kalian jatuh dari tempat yang tinggi kalian selalu mendarat dengan kaki kalian. Bagaimana kalian melakukan itu?”
“Kamu benar,” kata sang anak kucing. “Kami para kucing senang memanjat di sekitar pohon tinggi. Allah telah memberikan kami kemampuan istimewa ini untuk melindungi kami agar tidak terluka saat jatuh. Saat kami jatuh, kami menggunakan ekor kami untuk keseimbangan, mengubah pusat gaya tarik tubuh kami dan mendarat dengan kaki kami. Kemampuan untuk melindungi ini menunjukkan kasih sayang yang tiada akhir dan belas kasihan dari Allah.”
Maqsud dengan lembut mengangkat sang anak kucing dan memangkunya. Setiap hari, saat dia melihat salah satu dari makhluk kecil yang manis ini, dia memikirkan betapa mereka adalah bukti yang menakjubkan akan kekuatan kreatif mahatinggi milik Allah. Dan juga, cinta dan kelembutan yang dia rasakan terhadap kucing tumbuh lebih besar lagi. Dan sang anak kucing menunjukkan bahwa dia menyayangi Maqsud dengan mengeong setiap dia mengelus bulunya.
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. (QS. al-Hajj, 22:65)
 
  
  

SAYID DAN SANG CUMI-CUMI
 
Sayid menggunakan kesempatan liburan musim panas untuk berenang sebanyak mungkin. Ayahnya memberikan dia sepasang kacamata selam agar dia dapat melihat di bawah air. Sayid terkesima dengan keindahan menakjubkan yang dilihatnya saat di dalam air. Suatu saat ketika dia sedang meilhat-lihat di bawah air dengan kacamata selamnya, dia melihat sesuatu yang tidak tampak seperti seekor ikan.
“Hai, siapa kamu?” Sayid memanggil.
“Tidak mengherankan kalau kamu terkejut, Sayid!” sang makhluk memanggil kembali. “Aku seekor cumi-cumi. Orang sering menganggap kami sebagai ikan; walaupun kami sangatlah berbeda. Misalnya, kami tidak memiliki satu tulangpun dalam tubuh kami.”
Sayid terheran-heran, “Jika kalian tidak memiliki tulang dalam tubuh kalian, bagaimana kalian bergerak?” tanyanya.
“Bila kamu ingin mengetahu yang sebenarnya,” jawab sang cumi-cumi, “Kami dapat bergerak dengan cara yang mengejutkan kamu. Tubuh kami sangat lunak dan kulit kami sangat tebal. Kami memiliki otot di bawah kulit kami yang kami gunakan untuk mengambil air ke dalam tubuh kami dan kemudian meniupkannya ke luar dengan kuat. Begitulah cara kami berenang.”
“Dapatkah kamu ceritakan kepadaku bagaimana tepatnya kalian melakukan itu?” tanya Sayid.
Sang cumi-cumi menjelaskan: “Kami memiliki dua buah semacam kantung yang terbuka di tiap sisi pada kepala kami. Melalui itu, kami menarik air ke dalam penampung di dalam tubuh kami, dan kemudian kami mendorong air tersebut keluar dengan tekanan yang sangat kuat melalui pipa sempit yang terletak tepat di bawah kepala kami. Dengan gaya yang tercipta, kami dapat bergerak dengan cepat berlawanan arah air yang kami dorong keluar. Dan kami juga dapat menyelamatkan diri dengan sangat cepat dari musuh manapun yang mengejar kami.”
“Baiklah,” ujar Sayid, “Katakanlah kalian tidak cukup cepat untuk menyelamatkan diri; apa yang kalian lakukan kemudian?”
“Jika kami tidak cukup cepat untuk melarikan diri,” lanjut sang cumi-cumi, “Kami memuncratkan segumpal tinta hitam pekat ke arah musuh kami, yang membingungkan mereka. Hanya beberapa detik saja yang kami butuhkan. Musuh kami tidak dapat melihat kami di balik gumpalan hitam pekat dan kami dapat melarikan diri.”
Sayid terkesan: “Allah telah secara khusus melengkapi kalian untuk menghadapi segala kesulitan yang mungkin kalian hadapi. Aku pikir tidaklah kami manusia atau makhluk lainnya dapat meraih kemampuan ini dengan diri kami sendiri.”
Sang cumi-cumi setuju: “ Kamu benar, Sayid. Ini datang dari pengetahuan kereatif mahatinggi dari Allah Yang Mahakuasa. Dia telah menciptakan semua makhluk yang kamu lihat dengan segala sifat menakjubkan mereka. Tidak ada makhluk yang mampu meraih kemampuan ini dengan sendirinya. Kekuatan dan Pengetahuan Allah ada di mana-mana, dan tidak ada kekuatan yang terpisah dari-Nya.”
“Aku sangat senang telah berjumpa denganmu, Tuan Cumi-cumi. Terima kasih atas penjelasannya,” ujar Sayid dan dia pun berenang menjauh.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. al-Baqarah, 2:255)





KAMAL DAN SANG KUDA LAUT
 
Kamal pergi bersama keluarganya ke pantai di sebuah pondok liburan. Di sana terdapat sebuah akuarium di depan sebuah toko kecil dengan beberapa makhluk laut yang menarik di dalamnya. Kamal mendekati akuarium tersebut dan melihat seekor kuda laut berenang di seputar dalam akuarium dengan pelan-pelan.
“Kamu sangat kecil,” kata Kamal. “Aku pikir kuda laut lebih besar lagi.”
“Ya,” jawab sang kuda laut. “Mereka yang melihat kami di buku-buku dan televisi berpikir bahwa kami jauh lebih besar dari ukuran kami sebenarnya, yang hanya antara 2 dan 12 inci (4 dan 30 cm).”
Kamal melihat lebih dekat: “Matamu dapat bergerak ke segala arah, ya? Dan karenanya kamu dapat mengetahui apa yang terjadi di sekelilingmu.”
“Kamu benar,” sang kuda laut setuju. “Allah menciptakan kepala kami pada sudut yang tepat terhadap kepala kami. Tidak ada makhluk laut lain yang memiliki ciri seperti ini. Karenanya, kami berenang dengan tubuh kami pada posisi tegak dan kami hanya dapat menggerakkan kepala kami ke atas atau ke bawah. Sebenarnya, jika makhluk lain memiliki ciri seperti ini, mereka akan kesulitan menggerakkan kepala mereka ke kiri dan kanan dan tidak akan mampu melindungi diri mereka dari segala macam bahaya. Namun kami tidak mempunyai masalah tersebut karena rancangan tubuh kami yang khusus.
Allah Yang Mahakuasa telah menciptakan mata kami tidak saling bergantung satu sama lain dan mampu bergerak dengan leluasa ke segala arah, dan saat mata itu bergerak mata dapat melihat dengan mudah ke sekelilingnya. Jadi, walaupun kami tidak memalingkan kepala kami dari sisi ke sisi, kami dapat melihat sekeliling kami.
Dengan kekayaan beraneka ragam rancangan dan sifat-sifat menakjubkan yang Dia ciptakan dalam makhluk hidup, Allah menunjukkan kepada kita pengetahuan yang tidak terbatas dan daya seni-Nya yang tiada akhir.”
Kamal memikirkan pertanyaan lain yang ingin ditanyakannya: “Ada hal yang membuatku ingin tahu: kamu tidak memiliki sayap atau ekor, jadi bagaimanakah kamu bergerak ke atas dan ke bawah di dalam air?”
Sang kuda laut menjawab: “Kami memiliki sistem khusus dalam berenang. Kami memiliki kantung renang dengan semacam gas di dalamnya. Dengan melakukan perubahan yang diperlukan dalam jumlah gas tersebut, kami dapat bergerak ke atas dan ke bawah di dalam air. Jika kantung udara ini rusak, kami akan tenggelam ke dasar laut.
Dengan kata lain, bila terjadi perubahan jumlah gas dalam kantung renang kami, kami akan mati. Allah telah menetapkan jumlah ini dengan sangat hati-hati.”
“Sebuah rancangan yang sangat menakjubkan!” hela Kamal.
“Seperti yang kamu lihat, teman kecilku,” sang kuda laut meneruskan, “Allah telah menciptakan kuda laut dan setiap makhluk lainnya di alam semesta dengan sifat-sifat mereka yang sempurna. Kami para kuda laut, hanyalah salah satu dari banyak jenis makhluk di bawah laut, danrancangan kami adalah contoh dari Kekuasaan yang tiada batas dan Pengetahuan tiada akhir milik Allah.”
Saat percakapannya dengan sang kuda laut berakhir, Kami kembali kepada ibunya. Rancangan yang menakjubkan dalam binatang mungil ini membuat Kamal semakin ingin tahu mengenai daya seni kreatif Allah.




KARIM DAN KAKEK HASSAN
 
Karim sedang melihat ke jendela, sudah tidak sabar menunggu kakeknya. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama Kakek Hassan. Akhirnya, kakeknya tiba. Karin berlari dengan gembira ke arah pintu dan memeluknya. Seperti yang dia harapkan, kakeknya telah membawakannya sebuah hadiah—mainan kesukaannya dan beberapa buku bergambar. Kakek Hassan senang melihat cucunya sangat gembira. Dia berkata: “Hari ini, kakek harus mengerjakan sesuatu di luar kota, kamu mau ikut dengan kakek? Kita dapat menikmati perjalanan di luar bersama-sama.”
Karim dengan gembira menerimanya maka pergilah mereka. Mereka pun meninggalkan kota, dan Karim sangat menikmati perjalanan kejutan ini.
“Udaranya sangat luar biasa,” dia bernafas dalam-dalam. “Hari ini kita mengisi paru-paru kita dengan udara sejuk ini. Karim berharap udara selalu seperti ini di dalam kota.”
“Itu akan sedikit sulit, Karim,” jawab kakeknya, “karena buangan mobil, asap dari cerobong, terlebih di musim dingin, dan langkanya pepohonan dan tumbuhan mencegah udara di kota dari menjadi bersih.”
Karim merenung sejenak: “Karim mengerti mengenai asap, tapi Karim belum begitu mengerti apa kaitannya tumbuhan dengan ini. Pohon gunanya untuk menghasilkan buah dan memperindah kota, bukan?”
“Ya,” jawab Kakek Hassan, “Pohon dapat melakukan itu semua; namun mungkin yang terpenting adalah, pohon juga membersihkan udara. Pohon bernafas dengan cara yang sebaliknya dari makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan mengambil oksigen dari udara, dan setelah menggunakannya dalam tubuh mereka, mereka menghembuskan udara yang telah dipakai sebagai karbon dioksida. Namun tumbuhan melakukan hal yang sebaliknya: tumbuhan mengambil karbon dioksida dan melepaskan oksigen, yang dengan demikian tumbuhan membersihkan udara. Ada sifat mengagumkan lainnya dari tumbuhan, Karim, dan Allah-lah, Yang Mahabijaksana, Yang telah menciptakan semgalanya. Bila kamu mau, kakek bisa menceritakan apa yang kakek ketahui mengenai tumbuhan.”
“Ya, silakan, Kakek; Karim ingin mendengarnya!” jerit Karim dengan gembira.
Kakek Hassan mengambil nafas dalam-dalam dan memulai, “Tumbuhan bernafas dalam sebuah proses yang disebut fotosintesis.”
“Apakah fotosintesis itu?” Karim memotong pembicaraan.
“Kakek akan mencoba menjelaskannya kepadamu,” kata kakeknya, “tapi itu tidak akan mudah karena sangat sulit dan rumit. Bahkan para ilmuwan masih mencoba untuk memahami proses ini sepenuhnya.”
Karim berpikir sejenak: “Jadi, tumbuhan bertahan hidup melalui sebuah proses yang para ilmuwan sedang mencoba memahaminya. Saat kakek menyebut ‘proses’ Karim berpikir mengenai operasi matematika dan rumus-rumus. Bahkan kami menganggap terkadang matematika sulit untuk dipelajari, namun tumbuhan, yang tidak memiliki pikiran atau tubuh seperti yang kita miliki, dapat melakukannya. Ini sebuah keajaiban!”
Kakek Hassan tersenyum: “Ya, itu benar-benar sebuah keajaiban. Dari sejak tumbuhan diciptakan, tumbuhan telah melaksanakan proses ini tanpa masalah. Di mana saja tumbuhan hijau berada, itu artinya di sana terdapat sebuah pabrik yang menghasilkan gula dari karbon dioksida dan air dengan menggunakan tenaga matahari. Walaupun kurang kita perhatikan, bayam yang kita makan, sayuran kol dalam selada kita dan bunga ivy di rumah kita selalu dalam kegiatan yang menghasilkan untuk kita. Ini adalah hasil dari kasih sayang Allah Yang Mahakuasa, dengan pengetahuan-Nya yang mahatinggi, miliki untuk manusia. Dia telah menciptakan tumbuhan demi kepentingan manusia dan seluruh hewan. Proses yang tanpa cacat ini, yang bahkan teknologi masa kini pun tidak dapat memahami sepenuhnya, telah digunakan oleh dedaunan selama jutaan tahun. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kita bahwa seorang manusia tidak dapat menciptakan sebuah pohon pun dari ketiadaan:
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?… (QS. an-Naml, 27:60)
Karim terkagum-kagum dengan tanaman yang dapat bernafas melalui proses kimia istimewa yang disebut fotosintesis ini.
“Jadi, bagaimana proses ini terjadi?,” dia ingin tahu. Sementara dia sedang memikirkan mengenai hal ini, kakeknya melanjutkan ceritanya: “Dengan menggunakan tanah, udara dan matahari, sel tumbuhan yang tidak memiliki kesadaran mengambil sejumlah mineral dan air dari dalam tanah dan menghasilkan makanan untuk manusia. Dengan tenaga yang tumbuhan ambil dari matahari, tumbuhan mengurai bahan-bahan ini dan kemudian mengumpulkannya kembali untuk menghasilkan makanan. Ini hanyalah garis besar dari proses tersebut, namun dalam tiap tahapan kamu akan dapat melihat bahwa terdapat sebuah rencana yang sengaja dan pintar. Jelaslah bahwa tujuan dari sistem operasi yang menakjubkan ini adalah untuk menyediakan sumber kehidupan yang dirancang demi kepentingan manusia.”
“Jadi, apakah yang dilakukan oleh daun?” tanya Karim.
Kakek Hassan melanjutkan: “Kamu tahu mikroskop yang kamu miliki di laboratorium sekolah untuk meniliti banyak hal?… ketahuilah, jika kita akan meneliti sehelai daun dari dekat di bawah sebuah mikroskop yang sangat canggih, kita akan sekali lagi melihat kedahsyatan karya seni kreatif Allah. Terdapat sebuah sistem produksi sempurna dalam tiap-tiap daun. Untuk memahami sistem ini secara lebih baik, kita dapat membandingkan apa yang terjadi dalam daun dengan perabotan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Saat kita memperbesar unsur-unsur dalam sehelai daun, kita melihat sebuah pabrik makanan yang berproduksi secara otomatis dan teratur dengan pipa-pipa yang bekerja terus-menerus, ruangan yang dibangun untuk proses khusus, katup yang bekerja seperti kuali masak bertekanan tinggi dan tombol yang tak terhitung jumlahnya sedang mengendalikan ribuan proses. Dan jika kita melihat secara lebih teliti, kita melihat penghitung waktu, pengukur suhu, pengatur kelembaban, tata cara pengendalian panas dan sistem umpan balik yang diletakkan pada titik-titik tertentu.”
Karim berpikir sejenak: “Menakjubkan sekali bahwa semua itu terjadi dalam sehelai daun kecil dan bekerja tanpa masalah.”
“Allah lah, Karim, Yang memasukkan dan merancang sistem luar biasa ini,” Kakek Hassan mengingatkan cucunya. “Dengan izin Allah, setiap daun di dunia telah memiliki sistem luar biasa ini. Jangan sampai kau lupakan itu.”
Sambil mendengarkan Kakek Hassan, Karim melihat sebuah pohon yang sangat besar, dan sebuah masalah muncul untuknya. Dia mulai bertanya-tanya bagaimana sebuah pohon dapat bertahan hidup tanpa menyelesaikan masalah itu. Dia segera bertanya kepada kakeknya: “Kakek, pohon sangatlah tinggi. Bagaimana pohon mengambil air dan makanan dari dalam tanah? Lihatlah pohon itu! Tinggi sekali, tapi daun di puncaknya tetap sangat hijau.”
Kakek Hassan mengangguk: “Ingatkah kamu? Beberapa waktu lalu Kakek membandingkan daun dengan pabrik; marilah kita membuat perbandingan yang sama lagi. Pikirkanlah sebuah jalur pipa dengan pembungkus seperti jaring-jaring di seluruh bagiannya; jalur pipa tersebut memastikan bahwa bahan mentah sampai ke unit-unit produksi dan produk yang dihasilkan dari unit-unit ini disalurkan dalam cairan seperti sirup yang dihasilkan di dalam daun ke daerah lain sehingga seluruh bagian dalam pohon mendapatkan makanan. Saluran ini diperuntukkan tidak hanya untuk mengangkut cairan penting ini; saluran ini juga membangun sistem rangka pohon dan daunnya. Dalam bangunan yang dibangun manusia, unsur yang menahan bangunan agar tetap tegak (besi beton dan penopang) dan sistem pengairan dibangun secara terpisah. Merupakan rancangan yang menakjubkan bahwa, dalam hal tumbuhan, kedua hal tersebut terjadi pada tempat dan saat yang bersamaan.”
Karim berpikir: “Ini merupakan sistem yang menakjubkan. Karim ingin tahu… ini bagaikan ada kalender atau jam yang tersembunyi di dalam tumbuhan sehingga tumbuhan dapat melakuka hal yang sama setiap saat tanpa kebingungan. Misalnya, setiap musim semi bunga bermekaran dan setiap musim gugur, daun berjatuhan dari pohon. Bagaimana itu bisa terjadi, Kakek?”
“Ilmuwan menyebut ini jam biologis,” kakeknya menjelaskan. “Jam yang membuat penyesuaian waktu untuk tumbuhan menghitung sampai seberapa lama cahaya matahari jatuh ke daun. Jam biologis ini menghitung rentang waktu secara berbeda-beda untuk tiap tumbuhan. Misalnya, sebagai hasil dari percobaan yang dilakukan pada kacang kedelai, kita tahu bahwa tumbuhan mekar setiap tahun pada waktu yang bersamaan, tak peduli kapan pun tumbuhan tersebut ditanam. Pastilah Allah Yang membuat penyesuaian waktu dalam tumbuh-tumbuhan.”
Kakek Hassan dan cucunya berhenti di perkebunan di tepi jalan. Setelah mendapat izin dari pemiliknya, mereka mengambil beberapa plum, mencucinya dengan cermat dan mulai memakannya. Plum itu sangat lezat. Kakek Hassan berkata, “Tahukah kamu, Karim, bahwa tenaga yang tumbuhan berikan kepada kita sebenarnya berasal dari matahari?”
Karim terkejut: “Bagaimana maksud kakek?” dia bertanya, “Saat kita memakan plum ini, apakah kita sebenarnya sedang memakan matahari?”
Kakek Hassan tersenyum: “Sebenarnya kita memakan matahari, tetapi secara tidak langsung. Kita semua tahu bahwa sumber tenaga utama di bumi adalah matahari. Namun manusia dan hewan tidak menggunakan tenaga ini secara langsung, karena kita tidak memiliki sistem yang tepat. Kamu tahu bagaimana kita menggunakannya? Manusia dan hewan hanya dapat memperoleh tenaga yang siap guna dari zat makanan yang dihasilkan tumbuhan. Tenaga yang kita gunakan sebenarnya adalah tenaga matahari yang diberikan kepada kita oleh tumbuhan. Misalnya, saat kita menghirup teh kita sebenarnya menghirup tenaga dari matahari; saat kita mengunyah sepotong roti, sebenarnya terdapat potongan energi matahari di sela-sela gigi kita. Kekuatan dalam otot kita sebenarnya adalah bentuk lain dari tenaga matahari. Karena tenaga ini, kamu dapat berlari dan bermain, Jadi bagaimana tumbuhan mengatur ini? Tumbuhan melakukan beberapa kegiatan rumit agar dapat memberikan tenaga matahari untuk kita. Apa yang membuat tumbuhan menghasilkan makanan mereka sendiri dan memisahkan tumbuhan dari makhluk hidup lainnya adalah bahwa sel tumbuhan berbeda dari sel manusia dan hewan; tumbuhan memiliki susunan dalam selnya yang membuat tumbuhan mampu menggunakan tenaga matahari secara langsung. Melalui bantuan susunan ini, tumbuhan mengubah tenaga matahari ke dalam bentuk yang manusia dan hewan dapat gunakan sebagai makanan, dan tumbuhan menyimpan tenaga ini dalam makanan dengan menggunakan rumus khusus yang tersembunyi.”
“Itu menakjubkan!” seru Karim, bergembira: “Allah telah menciptakan segalanya untuk kepentingan manusia!”
Kakek Hassan setuju: “Maka, kita harus memikirkan semua ini dan bersyukur kepada Allah bahwa Dia telah memberikan begitu banyak nikmat. Allah berfirman kepada kita dalam Al Qur'an bahwa kita harus bersyukur kepada-Nya:
Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
(QS. Ya Sin, 36:35)
Pelajaran kesukaan Karim adalah Ilmu Pasti. Tiba-tiba, sebuah percobaan yang mereka lakukan di sekolah terlintas ke dalam benaknya. Dia berpaling kepada kakeknya dan berkata: “Kakek, kami melakukan percobaan di sekolah suatu hari. Guru kami memberikan pekerjaan rumah untuk dikerjakan. Kami meletakkan sebutir kacang di dalam sehelai kapas, menempatkannya di tempat terang dan memberikan air untuk beberapa hari. Tebak apa yang terjadi!”
Kakek Hassan tersenyum lagi: “Kacang tersebut mengeluarkan tunas, kan? Mari kita pikirkan itu. Itu menunjukkan kepadamu kejadian alam yang paling mendasar; yang sebenarnya adalah sebuah keajaiban. Kamu pernah melihat seekor kelinci ditarik keluar dari sebuah topi kosong dalam pertunjukan sulap, kan?; hal itu hampir sama dengan tumbuhan yang bertunas dalam sehelai kapas atau dalam tanah. Dalam pertunjukan sulap, bagaimanapun, mata kita ditipu, namun tumbuhan yang muncul dari sebuah benih kecil tidaklah menipu siapa pun. Dengan keajaiban semacam ini, Allah, Yang Mahatahu, membuat tumbuhan dari benih kecil dan menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa tidak ada makhluk hidup yang ada karena ketidaksengajaan. Mereka yang berkata bahwa makhluk hidup muncul ke dalam kehidupan berdasarkan ketidaksengajaan adalah menipu diri mereka sendiri, bukan begitu, Karim?”
“Ya, Kakek,” Karim setuju dengan gembira.
Kakek Hassan melanjutkan: “Bagian dari tumbuhan yang bertunas dari benih yang kecil menghujam ke dalam tanah dan bagian lain tumbuh ke atas. Tanah cukup keras dan terkemas dengan ketat dan sangat sulit untuk tumbuh ke dua arah. Tunas benih kecil ini tidak memiliki kecerdasan dan kesadaran seperti kita, jadi sungguh merupakan keajaiban bagaimana benih tersebut melakukannya.”
“Coba pikirkan apa yang terjadi bila kita menaruh benih di dalam tanah namun tidak bertunas,” tangis Karim.
“Maka kita semua akan mengalami masalah besar dalam mencari makanan untuk dimakan. Dan jika manusia dan binatang tidak dapat menemukan sesuatu untuk dimakan, mereka perlahan-lahan akan mati.”
Kakek Hassan menganggukkan kepala: “Allah memperingatkan kita dalam Al Qur'an, Karim:
Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang. (QS. al-Waaqi’ah, 56:63-65).”
Saat mereka berjalan, Karim mulai memikirkan apa yang kakeknya telah sampaikan kepadanya. Dia menceritakan kakeknya apa yang sedang dia pikirkan: “Tumbuhan sangat penting untuk kelangsungan hidup kita, Kakek. Tumbuhan dapat membersihkan udara yang kita hirup, tumbuhan memberikan kita makanan dan tenaga, tumbuhan menyediakan buah-buahan dan sayuran yang lezat untuk kita dan membuat semua tempat menjadi indah. Coba lihat. Lihatlah berapa banyak pohon, bunga, buah dan padi-padian yang berbeda!”
“Terdapat nikmat lain yang kamu lupakan,” kata kakeknya. “Nikmat itu datang dari tumbuhan, dan Allah berfirman kepada kita dalam Al Qur'an:
Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu". (QS. Ya Sin, 36:80)
“Benar, bagaimana Karim dapat lupa?” tanya Karim. “Kita membakar kayu dari pepohonan untuk menghangatkan tubuh. Bahan mentah untuk buku, buku tulis, surat kabar dan semua jensi kertas berasal dari pohon; seperti halnya juga korek api untuk membuat api, kursi berlengan yang kita duduki, meja kita, pintu, jendela…”
Kakek Hassan setuju sepenuhnya: “Terlepas dari kegunaan tumbuhan, tumbuhan juga memiliki sifat lain. Pohon Pinus yang tumbuh di Amerika tengah dan selatan menarik dan menyediakan makanan yang cocok bagi ulat hijau dan hitam dan kupu-kupu merah. Serangga ini bertelur di pohon pinus sehingga pada saat menetas, serangga dari telur-telur tersebut akan memiliki makanan yang enak untuk dimakan. Namun hal yang penting adalah: sebelum serangga bertelur di pinus, Kupu-kupu memeriksa daunnya. Bila ada serangga lain yang bertelur di sanan, kupu-kupu tahu bahwa akan sulit bagi dua keluarga serangga untuk mencari makan dari daun-daun pada pohon yang sama, jadi Kupu-kupu tersebut memutuskan untuk meninggalkan tumbuhan itu dan mencari daun pohon mana yang masih tersedia.
Pohon pinus membentuk tonjolan hijau pada permukaan daunnya. Dan beberapa jenisnya menghasilkan bintik-bintik yang menyerupai telur kupu-kupu di bawah daunnya pada titik di mana cabang-cabang bertemu. Saat ulat dan kupu-kupu melihat ini, ulat dan kupu-kupu berpikir bahwa serangga lain telah lebih dahulu bertelur di daun tersebut. Ulat dan kupu-kupu tidak bertelur di pohon itu, tetapi pergi mencari pohon yang lain.”
“Sistem pertahanan yang luar biasa!” kata Karim, terkesan.
“Ya, Karim,” Kakek Hassan mengambil kesimpulan: “Allah-lah dengan pengetahuan-Nya yang tertinggi Yang telah mengajarkan pohon ini bagaimana melindungi dirinya. Jangan pernah lupakan itu, ya?”




KAKEK USMAN DAN CUCU LAKI-LAKINYA
 
Segera setelah Idris pulang dari sekolah, dia berlari menuju kakeknya dan menanyakan sesuatu yang ada di pikirannya. “Kakek,” katanya, “Idris ingin menanyakan sesuatu.”
“Apa itu, Idris?” tanya Kakek Usman.
“Kakek, di dalam bis, seorang kakak perempuan menyampaikan kepada temannya betapa pentingnya kesabaran, dan bagaimana kesabaran yang sejati seharusnya sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an. Dapatkah Kakek ceritakan kepada Idris apa artinya itu?”
Kakek Usman mengangguk: “Sebagian besar orang tidak mengetahui apakah kesabaran yang sejati itu, dan bagaimana orang yang sabar harus berperilaku. Sebagian orang berpikir bahwa kesabaran hanya berarti menghadapi kesulitan dan keputusasaan dalam kehidupan dan menerima itu semua dengan sabar. Tetapi Allah mengajarkan dalam Al Qur'an bahwa kesabaran sejati sangatlah berbeda dengan pasrah atas suatu keadaan.”
Idris menanyakan pertanyaan lain: “Jadi, Kakek, apakah sumber dari kesabaran tersebut dalam Al Qur'an?”
“Kamu tahu, Idris,” jawab kakeknya, “bahwa jalan untuk meraih pertolongan, kasih sayang dan kesenangan dari Allah adalah dengan sepenuhnya mematuhi hukum dan perintah-Nya di dalam Al Qur'an. Allah menginginkan hamba-hamba-Nya untuk melaksanankan nilai moral dari Al Qur'an sepenuhnya sampai akhir hidup mereka.. Dan rahasia yang membuat mereka mampu untuk mematuhi perintah ini, mungkin datang, dari kesabaran sempurna yang berasal dari iman. Seseorang yang mempelajari arti kesabaran yang sebenarnya dapat bertingkah laku di jalan yang diinginkan Allah darinya dan teratur dalam shalatnya. Orang beriman mengetahui bahwa pengetahuan dan kebijaksanaan Allah ada dalam setiap hal, tidak ada yang terjadi tanpa izin-Nya dan bahwa dalam setiap kejadian terdapat tujuan dan segala hal baik yang tak terhitung yang telah Dia ciptakan.”
“Pada hal itu, seseorang tidak boleh marah atas kejadian yang menimpanya, namun harus bersabar,” kata Idris.
Kakek Usman tersenyum: “Tepat sekali, Allah adalah teman, pelindung dan penolong orang beriman. Jadi, walaupun tidak terlihat seperti itu pada awalnya, semua hal yang terjadi pada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Untuk itu, bagi orang beriman, menjadi sabar bukan berarti terpaksa mengikuti perintah moral; sebaliknya, itu adalah perbuatan ibadah yang dilaksanakannya dengan gembira dan kesenangan yang tulus. Orang beriman mengetahui bahwa apa pun yang terjadi pada mereka telah diciptakan oleh Allah dan kebaikan akan muncul darinya. Karena mereka tahu bahwa Allah telah menetapkan takdir terbaik untuk mereka, mereka menghadapi semua kejadian dengan kebahagiaan yang sangat besar dan kepuasan di dalam diri sendiri. Dalam Al Qur'an, Allah berfirman:
(Yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya. (QS. al-‘Ankabut, 29:59)
“Dalam hal itu, kesabaran orang beriman tidak akan habis!” seru Idris dengan semangat. “Sekarang Idris mengerti apa yang kakak perempuan di dalam bis itu katakan.”
Kakek Usman menjawab: “Benar, anakku. Manusia menunjukkan kesabran karena itu merupakan perintah dari Allah, dan mereka tidak akan pernah dalam keadaan di mana mereka kehilangan kesabaran. Sepanjang hidup mereka, mereka melakukan perbuatan ibadah ini dengan gembira dan semangat.”
“Terima Kasih, Kakek,” kata Idris. “Sekarang Idris mengerti bahwa kesabaran sangatlah penting, dan, jika Allah menghendakinya, kesabaran seseorang tidak akan pernah habis.”
 




KELAS KITA
 
“Selamat pagi, anak-anak,” kata Pak Guru di senin pagi. “Selamat pagi, Pak,” jawab para murid.
“Bagaimana liburan kalian?” tanyanya.
“Sangat baik, Pak. Kami melempar banyak bola salju dan membuat boneka salju!”
“Jadi, kalian menikmati turunnya salju selama akhir pekan, ya” dia tersenyum pada anak-anak.
“Iya, Pak Guru, kami bersenang-senang,” mereka menjawab.
Pak Guru melihat ke sekeliling kelas dan mengernyitkan kening. “Bapak lihat ada dua orang murid yang tidak datang ke sekolah hari ini.”
“Benar, Salim dan Aisya tidak hadir hari ini.”
“Kalian tahu mengapa?”
“Mereka ada di rumah, Pak,” kata anak-anak. “Mereka pasti sedang sakit.”
“Itu artinya mereka pasti bermain di salju terlalu lama,” kata Pak Guru.
“Kami bermain di salju juga; akankah kami jatuh sakit, pak guru?” tanya anak-anak, waspada.
“Jika kalian tidak berhati-hati dan berada di luar bersama salju terlalu lama, kalian mungkin akan sakit.”
“Mengapa salju membuat orang sakit? Kami senang saat salju turun. Dan kami senang bermain di salju.”
Pak Guru menjelaskan: “Penyebab orang sakit adalah masuknya kuman ke dalam tubuh mereka. Seperti kalian ketahui, kuman adalah organisme yang tidak terlihat. Kuman masuk ke dalam tubuh kita dan mencoba membuat kerusakan. Bila kita tidak hati-hati akan kebersihan kita, dan makan tanpa mencuci tangan, kuman dapat masuk ke dalam tubuh kita dan menetap di dalamnya.”
“Apakah kita langsung sakit begitu kuma masuk ke dalam tubuh kita, Pak?” murid-murid ingin tahu.
“Tidak,” jawabnya. “Kita tidak selalu sakit. Saat Allah menciptakan kita, Dia memberikan tubuh kita sistem kekebalan yang menakjubkan untuk melawan kuman. Kita tidak menyadarinya, namun unsur sistem kekebalan ini melindungi tubuh kita layaknya sebuah pasukan. Setiap unsur dari sistem kekebalan yang sangat rumit ini melakukan tugasnya dengan sempurna.”
“Jadi, Pak, kenapa kita jatuh sakit? Apakah karena sistem kekebalan kita tidak melakukan tugasnya?”
“Tidak, pada orang yang normal, sistem kekebalan senantiasa bekerja. Tanpa pengetahuan kita, sistem kekebalan kita terlibat dalam peperangan besar melawan kuman. Pertama-tama, sistem kekebalan mencoba untuk mencegah kuman masuk dan tinggal di tubuh kita. Jika kuman berhasil masuk ke dalam tubuh kita, sistem kekebalan akan menghancurkannya dengan segera.”
“Jadi kenapa kita jatuh sakit?” mereka masih ingin tahu.
“Kalau kita berada di luar dalam keadaan dingin terlalu lama,” dia menjelaskan, “Dan jika kita tidak hati-hati saat kita makan, tubuh kita kehilangan kekuatan. Saat ini terjadi, sistem kekebalan kita menjadi lemah juga. Kuman yang belum dihancurkan berkembang biak dan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh kita.”
“Jadi, saat ini terjadi, apakah kuman mengambil alih seluruh tubuh kita?” mereka bertanya.
“Tidak.” dia melanjutkan. “Pada saat itu, sistem kekebalan kita memulai peperangan yang bahkan lebih besar lagi melawan kuman. Karena perang besar yang terjadi dalam tubuh kita ini, kita mengalami demam, kita merasa kehilangan daya dan persendian kita mulai sakit.”
Para murid mengangguk. “Ya. Saat itu terjadi, kita harus berbaring di tempat tidur.”
“Tentu saja, saat itu terjadi, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah beristiraha. Kalau kita dapat istirahat yang banyak dan minum obat pada waktu yang bersamaan, dan kalau kita memakan semua makanan kita, sistem kekebalan kita akan bertambah kuat dan membantu kita. Jadi, pada waktu singkat sistem kekebalan akan mengalahkan kuman dan melempar mereka keluar dari tubuh kita. Dengan cara ini, kita menjadi sehat kembali.”
“Sekarang kami mengerti mengapa kami sakit,” murid-murid berkata padanya. “Mulai saat ini, kami akan sangat berhati-hati.”
“Benar” Pak Guru berkata: “Allah memberikan kita nikmat yang sangat besar saat Dia menciptakan tubuh kita dan dengan sistem pertahanan semacam itu di dalamnya. Kita harus sangat berterima kasih kepada-Nya atas itu, dan menjaga diri kita sendiri agar kita tidak kehilangan kesehatan yang Dia berikan kepada kita.”
  




LAMPIRAN: 

TIPUAN EVOLUSI
 
Pada bagian buku ini, kami akan memeriksa sejumlah gagasan yang dipegang oleh para penganut teori evolusi, yang tidak meyakini keberadaan Allah, dan mencoba untuk menipu orang lain dengan menyatakan bahwa segala sesuatu datang dengan sendirinya. Namun ketika seseorang mencoba menipu orang lain, kebenaran akan selalu datang pada akhirnya. Jika orang yang terlibat dalam upaya penipuan itu memang pandai, ia akan senantiasa menyadari bahwa dirinya telah berbohong. Dan karena para penganut teori evolusi mengungkapkan kebohongan, mereka bersikap tidak konsisten. Pada halaman-halaman berikut ini, kita akan melihat betapa tidak rasionalnya pernyataan-pernyataan mereka, dan bagaimana tipuan mereka telah disingkapkan.
APAKAH TEORI EVOLUSI ITU?
Teori evolusi adalah salah satu gagasan-gagasan keliru yang diajukan oleh orang-orang yang tidak meyakini keberadaan Allah. Adalah Charles Darwin yang semula mengajukan teori ini, sekitar 150 tahun lalu. Menurut teori yang tidak logis ini, segala sesuatu muncul dengan spontan, melalui kejadian-kejadian yang tiba-tiba. Misalnya, menurut Darwin, satu hari, ikan berubah menjadi reptilia secara kebetulan. Hari lain, kejadian yang tidak direncanakan terjadi, dan seekor reptil berubah menjadi seekor burung dan mulai terbang. Sementara untuk manusia, mereka diturunkan dari kera-kera. Jelas tidak ada kebenaran dalam kebenaran ini. Satu-satunya kebenaran adalah bahwa Allah menciptakan kita, semua makhluk hidup lainnya, dunia dan alam semesta. Darwin dan cendekiawan lain yang menyatakan ini, telah mengungkapkan suatu kebohongan besar.
Atom adalah partikel-partikel terkecil pembentuk seluruh materi, hidup ataupun tidak. Ini berarti, apapun di sekeliling kalian, termasuk kalian sendiri, telah dibentuk melalui penyatuan berjuta-juta atom. Para penganut teori evolusi (mereka yang mempercayai bahwa Darwin itu benar) mengatakan bahwa atom-atom secara kebetulan menyatu bersama, dan bahwa makhluk-makhluk hiduppun kemudian bermunculan. Menurut klaim yang tidak masuk akal ini, suatu hari, angin ribut atau badai topan akan terjadi dan atom-atom ini akan bergabung bersama-sama.
Menurut skenario Darwin, atom-atom ini bergabung untuk membuat sel-sel. Seperti kalian ketahui, setiap makhluk hidup terbuat dari sel-sel. Kumpulan sel ini lalu berkombinasi membentuk mata kita, telinga, darah, jantung, pendeknya, seluruh tubuh kita.
Kalian harus mencamkan dalam benak bahwa sel-sel adalah sistem yang sangat rumit. Dalam setiap sel, terdapat pelbagai organel yang berbeda. Kita dapat membandingkan sel dengan sebuah pabrik yang luarbiasa besar. Dalam sebuah sel, terdapat pabrik-pabrik pemroduksi, pengirim bahan-bahan, gerbang-gerbang keluar – masuk, pusat-pusat produksi, pembawa-pembawa pesan, pusat-pusat kontrol energi, dan lain-lain. Mungkinkah sebuah pabrik muncul tiba-tiba dengan sendirinya, dengan batu, tanah, dan air yang datang bersama sesudah badai, dan semua ini terjadi secara kebetulan? Tentu saja tidak! Setiap orang akan menertawakan pernyataan yang menggelikan. Biarpun begitu, para penganut teori evolusi membuat sebuah pernyataan yang ganjil dengan mengatakan, “Sel terbentuk secara kebetulan.”
Biarkan Para Penganut Teori Evolusi Melakukan Percobaan!
Benda mati tidak pernah dapat berkumpul bersama dengan begitu saja untuk membentuk makhluk hidup. Allah telah menciptakan jagat raya dan semua makhluk hidup dari ketiadaan.
Biarkan para penganut teori evolusi menyediakan tong besar. Dalam tong itu, biarkan mereka meletakkan seluruh atom yang mereka inginkan. Izinkan mereka memasukkan dalam tong tersebut apapun yang mereka kehendaki. Biarkan mereka meletakkan semua bahan mentah yang diperlukan untuk membuat makhluk hidup di dalam tong itu. Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, semaunya. Mereka dapat menyimpan dan mengamati tong itu selama berjuta-juta tahun. (Mereka dapat mendelegasikan tugas tersebut pada para penganut teori evolusi yang lebih muda, mengingat satu masa kehidupan nyaris tak cukup panjang untuk pekerjaan itu.)
Apa yang akan terjadi sebagai hasil dari semua ini?
Apakah pikirmu ceri, melon, stroberi, plum, violet, mawar, gajah, jerapah, singa, kambing, kelinci, lebah, kucing, anjing, tupai, dan ikan bisa muncul dari tong ini? Dapatkah seseorang yang berpikir, yang menjadi senang atau bahagia, yang menyukai mendengarkan musik dan membaca buku-buku, kemungkinan keluar dari dalamnya? Tentu saja tidak! Tidak ada seorangpun, seperti profesor yang terus mengamati tong tersebut, keluar dari dalam tong. Bukan cuma seorang profesor, satu sel pun dari trilyunan sel dalam tubuh profesor tersebut, tidak ada yang muncul.
Atom-atom tidak memiliki kehidupan. Dapatkah materi yang tidak memiliki kehidupan ini muncul bersamaan untuk menghasilkan makhluk yang hidup, bisa tertawa, dan berpikir?
Tentu saja tidak. Tak ada makhluk hidup yang bisa muncul dari tong tersebut. Karena makhluk hidup tak terbuat dari potongan-potongan materi yang tidak memiliki kehidupan, yang disatukan secara kebetulan. Allah menciptakan semua makhluk hidup. Allah menciptakan manusia, pegunungan, danau-danau, kambing-kambing, singa, dan bunga-bunga, ketika tak ada apapun yang muncul. Ia menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan hanya dengan memberikan perintah “Jadilah!”
BAGAIMANA, MENURUT PARA PENGANUT TEORI
EVOLUSI, MAKHLUK HIDUP BERKEMBANG?
Allah menciptakan semua spesies, dan tak satu pun di antara spesies-spesies ini dapat berkembang dari yang lain. Ini karena setiap spesies memiliki ciri-ciri yang unik.
Namun, teori evolusi keliru mengklaim bahwa makhluk hidup berkembang sepanjang waktu, mengembangkan ciri-ciri yang berbeda, dan berubah menjadi makhluk-makhluk lain. Kalian semua sudah menyaksikan kura-kura, kadal, ular; para penganut teori evolusi membuat klaim yang tak masuk akal bahwa reptil-reptil (binatang melata) ini berubah secara kebetulan menjadi burung.
Maka, apa peristiwa-peristiwa yang mereka klaim telah menyebabkan reptil berubah menjadi makhluk hidup lain? Para penganut teori evolusi percaya bahwa evolusi terjadi sebagai hasil dari dua peristiwa terpisah yang terjadi secara sinambung, disebut ‘mutasi’ dan ‘seleksi alam’. Ini, sesungguhnya, adalah keyakinan yang tidak masuk akal, dan suatu pemikiran tanpa dasar ilmiah.
Apakah Seleksi Alam Itu?
Terdapat spesies makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya di dunia. Para penganut teori evolusi tidak akan pernah dapat menjelaskan bagaimana spesies-spesies yang beraneka ragam ini dapat terbentuk. Ini adalah salah satu contoh terbaik dari daya seni kreatif Allah.
Penjelasan paling sederhana untuk seleksi alam adalah bahwa makhluk yang paling kuatlah yang akan selamat, sementara makhluk yang lemah akan menghilang. Mari jelaskan ini dengan sebuah contoh: bayangkan sekelompok rusa, yang kerap diserang oleh binatang-binatang buas. Ketika serangan itu terjadi, rusa akan berlari kencang, dan hanya rusa yang paling tangkas dan lari paling cepatlah yang akan selamat. Pelan-pelan, rusa yang lemah dan lamban akan sepenuhnya menghilang, karena para pemangsa berhasil memburu mereka. Hanya tertinggal kini rusa-rusa yang sehat dan kukat. Karena itu, setelah beberapa waktu, kumpulan itu hanya akan terdiri dari rusa-rusa yang kuat.
Apa yang sudah kita katakan sejauh ini sungguh-sungguh benar, namun hal-hal ini tidak berkaitan dengan evolusi. Bertentangan dengan hal ini, para penganut teori evolusi yakin bahwa sekumpulan rusa seperti itu dapat pelahan berkembang menjadi jenis hewan lain, jerapah misalnya. Kalian bis amelihat betapa kelirunya mereka! Tak peduli seberapa cepat seekor rusa berlari, atau seberapa jauh ia memanjangkan lehernya ke atas, rusa itu tidak dapat berubah menjadi binatang lain, seperti seekor singa atau jerapah. Perubahan seperti ini hanya terjadi dalam dongeng-dongeng saja. Kalian mungkin mengetahui kisah tentang kodok yang berubah menjadi seorang pangeran. Satu-satunya cara (THE ONLY TIME) kodok dapat berubah menjadi seorang pangeran hanya ada dalam dongeng. Bagaimanapun, dalam kehidupan nyata, tidaklah mungkin seekor rusa berubah menjadi seekor singa atau makhluk hidup lainnya. Kendati demikian, para penganut teori evolusi tetap berkeras bahwa binatang-binatang itu dapat melakukannya!
Apa yang Dimaksud dengan Mutasi?
Mutasi adalah perubahan-perubahan berlawanan yang terjadi dalam tubuh yang hidup. Radiasi atau unsur-unsur kimiawi dapat menyebabkan mutasi. Efek radiasi atau unsur-unsur kimiawi dalam makhluk-makhluk hidup selalu mencederai. Hampir 60 tahun silam, saat Perang Dunia Dua, sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima di Jepang. Bom atom itu menyebarkan radiasi sekeliling wilayah tersebut, dan ini menyebabkan cedera yang luarbiasa pada orang-orang. Radiasi tersebut menyebabkan sebagian besar orang yang terkena meninggal dunia atau menderita sakit parah. Lebih dari itu, radiasi menghancurkan beberapa sistem tubuh, dan pada gilirannya menyebabkan anak-anak mereka terlahir lumpuh atau sakit.
Maka, dengan ingatan akan bencana seperti itu, inilah apa yang diinginkan oleh para penganut teori evolusi agar kita yakini: Satu hari, seekor ikan mengalami mutasi. Misalnya, ikan itu terkena, seperti orang-orang Hiroshima, radiasi atau hal sejenis itu. Sebagai hasil mutasi ini, beberapa perubahan terjadi dalam tubuh ikan, dan suatu hari, ikan itu berubah menjadi buaya. Ini jelas klaim yang betul-betul edan. Lebih dari itu, seperti kami jelaskan di atas, mutasi selalu membahayakan makhluk-makhluk hidup. Menjadikan mereka lumpuh atau sakit parah.

Kita dapat membandingkan klaim para penganut teori evolusi dengan contoh berikut ini: Jika kalian memegang kapak dan menghantamkannya ke televisi hitam putih, dapatkah kalian mengubahnya menjadi televisi berwarna? Tentu saja tidak! Kalau kamu secara acak memukul televisi dengan sebuah kapak, kalian hanya akan mendapatkan televisi yang rusak. Dengan cara yang sama, memukul sesuatu dengan kapak secara sembrono, tak dapat tidak, pasti akan merusaknya. Karena itu, mutasi hanya akan merusak makhluk hidup.
FOSIL-FOSIL YANG TAMPAKNYA TIDAK AKAN
DITEMUKAN OLEH PARA AHLI EVOLUSI
Di bawah lapisan kerak bumi kita dapat menemukan sisa-sisa jasad makhluk hidup yang hidup di masa lalu. Sisa jasad ini disebut fosil dan fosil-fosil tersebut menyanggah pernyataan yang dibuat oleh para penganut teori evolusi.
Fosil adalah bagian dari seekor binatang atau tumbuhan yang telah mati lama berselang—biasanya ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu. Fosil tersimpan dalam formasi-formasi batuan di lapisan kerak bumi. Agar tetumbuhan atau binatang dapat menjadi sebuah fosil, ia harus terkubur secepatnya begitu mengalami kematian. Misalnya, kalau ada seekor burung di tanah dan setumpuk pasir menimbunnya, maka sisa-sisa burung ini dapat tersimpan jutaan tahun lamanya. Demikian pula jika terdapat getah damar pepohonan yang menjadi fosil melalui proses-proses geologis—lantas disebut “amber [getah beku berwarna kekuningan, biasanya dibentuk menjadi manik-manik perhiasan]”. Pada peristiwa masa lalu, getah pepohonan ini memerangkap serangga yang merayap di batang pohon. Batang pohon itu kemudian mengeras, dan amber serta serangga di dalamnya ikut terawetkan tanpa kerusakan selama jutaan tahun, sampai sekarang. Ini membantu kita memahami lebih banyak makhluk-makhluk yang hidup lama berselang. Sisa-sisa spesies yang terawetkan disebut fosil.

Apa yang Dimaksud dengan Fosil “Bentuk Peralihan”?
Para penganut teori evolusi menyatakan, misalnya, bahwa bintang laut berkembang dalam waktu jutaan tahun dan berubah menjadi ikan. Menurut pernyataan ini, harusnya terdapat banyak “bentuk peralihan” untuk ditemukan antara bintang laut dan ikan. Tapi tidak ada fosil dari bentuk peralihan semacam itu yang ditemukan. Ada bintang laut dan ada ikan dalam data fosil, namun tidak terdapat bentuk peralihan yang terbuat dari kombinasi aneh antara keduanya.
Kekeliruan terpenting yang ditemukan oleh para pakar evolusi berkaitan dengan “bentuk-bentuk peralihan (transitional forms).” Dalam sejumlah buku evolusi, kadang-kadang ini disebut sebagai “bentuk-bentuk transisi antara/pertengahan.”
Seperti kalian ketahui, para ahli evolusi mengklaim bahwa makhluk-makhluk hidup berkembang satu sama lain. Mereka juga menyatakan bahwa makhluk pertama muncul secara kebetulan. Mereka ingn kita percaya bahwa makhluk itu pelan-pelan berubah menjadi makhluk lain, dan bahwa makhluk lain berubah menjadi makhluk yang lainnya lagi, begitu seterusnya.
Fosil yang tidak terhitung jumlahnya dari ikan dan bintang laut telah ditemukan. Tetapi, berlawanan dengan rekayasa para penganut teori evolusi, tidak terdapat fosil dari masa peralihan yang ditemukan yang menunjukkan bintang laut sedang dalam proses untuk berubah menjadi ikan.
Para ahli evolusi mengatakan bahwa ikan, misalnya, adalah keturunan dari seekor makhluk yang menyerupai bintang laut. Ini berarti, suatu hari, seekor bintang laut kehilangan salah satu tangannya karena mutasi. Selama jutaan tahun berikutnya, bintang laut itu kehilangan lengannya lebih banyak lagi, kecuali beberapa lengan yang mulai berkembang menjadi sirip-sirip yang sesuai.. Sementara itu, secara simultan, semua perubahan lain yang diperlukan oleh bintang laut untuk menjadi seekor ikan, terjadi (Tak satupun hal seperti ini bisa terjadi, tentunya, namun kita hanya mengingatkan diri kita sendiri tentang apa yang diinginkan oleh ahli-ahli evolusi agar kita yakini). Menurut pakar-pakar evolusi ini, bintang laut telah melewati pelbagai fase yang mengubah mereka menjadi seekor ikan.
Bintang laut tidak pernah berubah. Bintang laut pada hari ini tetaplah sama dengan bintang laut pada jutaan tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa para penganut teori evolusi telah berbohong. Di atas anda melihat seekor bintang laut dan sebuah fosil bintang laut berusia 400 juta tahun.
Jadi, binatang-binatang imajiner dalam tahapan perubahan mereka disebut sebagai spesies pertengahan dalam proses evolusi. Lagi-lagi, sesuai dengan klaim para penganut teori evolusi yang tidak masuk akal, makhluk-makhluk itu mestinya memiliki beberapa sisa atau belum sepenuhnya membentuk bagian-bagian tubuh. Misalnya, spesies pertengahan yang dinyatakan terbentuk ketika ikan berubah menjadi binatang melata, mestinya memiliki kaki-kaki, sirip, paru-paru, dan insang “setengah dewasa’.
Gambar kepiting hidup saat ini. Tidak ada perbedaan antara kedua kepiting tersebut,
bukan? Fosil kepiting yang hidup 150 juta tahun yang lalu.
Kita harus ingat bahwa jika makhluk aneh seperti itu benar-benar pernah hidup di masa lalu, kita pasti akan menemukan fosil sisa-sisa jasad mereka. Menarik bahwa sampai sejauh ini, tak satu fosilpun dari spesies pertengahan yang menurut para ahli evolusi ini ada, telah ditemukan.
APA YANG TERJADI SEPANJANG PERIODE KAMBRIUM?
Fosil-fosil makhluk hidup paling tua berasal dari waktu yang dikenal sebagai periode Kambrium, sekitar 500 juta tahun lalu. Makhluk-makhluk yang hidup sepanjang periode Kambrium
Makhluk ini disebut “trilobite” hidup pada masa Cambrian.
Makhluk-makhluk ini muncul tiba-tiba sepanjang periode Kambrium. Sebelumnya, tak ada makhluk hidup yang ada di planet ini. Fakta bahwa makhluk-makhluk ini muncul tidak dari mana-mana dan semuanya secara tiba-tiba adalah bukti bahwa Allah menciptakan mereka dengan seketika. Jika teori yang diusulkan oleh para pakar evolusi itu benar, maka makhluk-makhluk ini mestinya tumbuh pelahan dari nenek moyang yang lebih sederhana. Jelas-jelas tidak ada jejak dari organisme semacam itu dalam rekaman-rekaman fosil. Fosil-fosil memperlihatkan bahwa makhluk-makhluk ini—seperti makhluk hidup lainnya—muncul tiba-tiba sepanjang periode Kambrium, dengan ciri-ciri mereka seutuhnya, tetapi tanpa nenek moyang evolusioner tempat asal mereka berkembang. Ini merupakan bukti paling nyata bahwa Allah telah menciptakan mereka.
Misalnya, ada makhluk yang disebut trilobita yang hidup sepanjang periode Kambrium, kendati kita tidak bisa lagi melihatnya karena sudah punah. Trilobita memiliki mata yang sangat rumit, tapi sempurna. Mata ini dibuat dari ratusan sel berbentuk sarang lebah, yang memungkinkan trilobita melihat dengan jelas. Jelas bahwa makhluk hidup dengan karakteristik yang luarbiasa seperti ini tidak mungkin muncul secara spontan berkat bantuan sesuatu yang sifatnya kebetulan saja.
KEKELIRUAN PERUBAHAN IKAN MENJADI
BINATANG MELATA (REPTILIA)
Para ahli evolusi mengatakan bahwa reptilia berkembang dari ikan. Menurut mereka, suatu hari, ketika makanan di lautan menjadi sedikit, ikan memutuskan untuk mencari makanan di darat, dan ketika mereka berada di daratan, mereka berubah menjadi reptil-reptil agar mampu bertahan hidup di darat. Seperti dapat kalian saksikan, ini merupakan gagasan yang absurd, karena setiap orang tahu apa yang akan terjadi pada ikan jika mereka muncul ke daratan: Ikan-ikan itu akan mati!
Pernahkah kalian memancing? Coba pikirkan! Apa yang akan terjadi jika seekor ikan mengambil umpan, dan terkait pada joranmu, dan kalian menyelamatkannya, membawanya pulang ke rumah, agar bisa beristirahat di kebun belakang? Seperti yang baru saja kita katakan, ikan itu akan mati. Kalau kalian pergi memancing lagi, dan kali ini membawa pulang banyak ikan, lalu membawa mereka semua ke kebun belakangmu, maka, apa yang akan terjadi? Hal yang sama: ikan-ikan itu akan mati semuanya!
Biarpun begitu, para ahli evolusi menolak menyetujui. Mereka bilang, salah satu dari ikan di kebun belakangmu tiba-tiba mulai berubah ketika sedang sekarat, dan berubah menjadi seekor reptil, dan terus hidup! Ini benar-benar tidak mungkin!
Semua itu tidak mungkin karena ada begitu banyak perbedaan antara ikan dan makhluk-makhluk daratan, dan seluruh perubahan ini tidak dapat terjadi begitu saja secara kebetulan, dengan tiba-tiba. Mari kita urutkan daftar beberapa hal yang diperlukan ikan agar bisa bertahan di daratan:
1. Ikan menggunakan insang untuk bernapas di air. Namun, ikan di darat tidak dapat bernapas tanpa insangnya, karena itu mereka akan mati jika meninggalkan air. Ikan akan membutuhkan paru-paru untuk bernapas di darat. Mari kita andaikan bahwa ikan memutuskan untuk meninggalkan air dan tinggal di daratan kering: dari mana ia akan mendapatkan paru-parunya? Lebih dari itu, ikan bahkan tak tahu apa itu paru-paru!
2. Ikan tidak memiliki sistem ginjal seperti kita, namun mereka akan membutuhkannya untuk hidup di darat. Jika ikan memutuskan untuk pindah ke daratan kering, jelas bahwa ikan tidak akan mampu menemukan ginjal untuk dirinya sendiri, di manapun.
3. Ikan tidak punya kaki, itulah sebabnya mereka tidak dapat berjalan ketika mencapai pantai. Lalu, bagaimana ikan pertama yang memutuskan untuk muncul ke daratan akan menemukan kaki untuk dirinya sendiri? Mengingat ini tidak mungkin, jelas bahwa para penganut teori evolusi juga keliru soal yang satu ini. Itulah tiga dari ratusan hal yang mesti dimiliki ikan agar bisa bertahan hidup di daratan.
Tentang Ikan yang Disebut Coelacanth
Para penganut teori evolusi menyatakan bahwa coelecanth adalah ikan yang mulai berubah menjadi makhluk melata. Pada waktu berikutnya, coelecanth hidup ditemukan dan tipuan para penganut teori evolusi tersingkap. Coelecanth adalah benar-benar seekor ikan.
Selama bertahun-tahun, para ahli evolusi kerap menggambarkan ikan yang disebut “coelacanth” sebagai bentuk peralihan yang nyaris mencapai daratan. Dalam semua buku dan majalah, para penganut teori evolusi menggambarkan ikan ini sebagai bukti teori mereka. Mereka berpikir bahwa coelacanth sudah ada sejak lama, sebelum akhirnya punah. Itulah sebabnya mengapa mereka menyusun serangkaian kisah palsu ketika meneliti fosil-fosil ikan ini.
Kemudian, hanya beberapa tahun silam, seorang nelayan menangkap seekor coelacanth di jaringnya. Sejak itu, banyak ikan sejenis tertangkap. Menjadi jelas bahwa coelacanth itu hanya ikan biasa. Lebih dari itu, coelacanth tidak pernah bersiap-siap untuk hidup di darat, seperti dinyatakan oleh para penganut teori evolusi. Ahli-ahli evolusi itu mengatakan, “Ikan ini tinggal di air yang sangat dangkal, karena itu ia siap untuk pergi ke daratan.” Pada kenyataannya, coelacanth tinggal dalam air yang sangat dalam. Ikan itu bukanlah bentuk peralihan seperti yang diinginkan para evolusi akan kita yakini. Coelacanth adalah ikan yang nyata. Masih banyak lagi gagasan-gagasan palsu para penganut teori evolusi yang sejak itu lalu terbongkar!
TIDAK BENAR BURUNG-BURUNG
BEREVOLUSI DARI REPTILIA
Pernyataan keliru lain yang dibuat oleh para ahli evolusi adalah tentang bagaimana burung muncul di dunia ini.
Kisah panjang mereka adalah bahwa reptilia yang hidup di pepohonan mulai melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, dan ketika mereka melompat, mereka menumbuhkan sayap. Namun ada kisah panjang lain ketika sejumlah reptil mencoba untuk menangkap serangga-serangga terbiasa untuk berlari dan mengepakkan tangan. Maka, lengan merekapun berubah menjadi sayap.
Membayangkan dinosaurus menumbuhkan sayap sembari berlari, tidakkah ini ganjil dan menggelikan? Hal-hal seperti ini hanya terjadi dalam kisah-kisah atau kartun-kartun saja.
Malah ada hal yang lebih penting. Para penganut teori evolusi mengatakan bahwa dinosaurus besar menumbuhkan sayapnya ketika mencoba menangkap serangga. Lalu, bagaimana serangga itu sendiri mampu terbang di udara? Darimana sayap-sayapnya muncul? Ketika mereka mencoba untuk menjelaskan bagaimana seekor dinosaurus raksasa dapat terbang, bukankah semestinya mereka menjelaskan terlebih dahulu bagaimana seekor serangga kecil mampu melakukannya? Tentu saja mereka harus melakukannya.
Namun inilah titik yang tidak pernah dapat dijelaskan oleh para ahli evolusi. Serangga adalah salah satu dari makhluk terbang terbaik di bumi. Serangga dapat mengepakkan sayap 500 sampai 1000 kali per detik. Seperti kalian ketahui, serangga dapat bermanuver di udara dengan mudah. Tak peduli berapa banyak kisah yang dapat dituturkan para ahli evolusi, para pakar ini masih belum dapat menjelaskan bagaimana sayap-sayap burung muncul. Kebenarannya begiini: Allah telah menciptakan sayap-sayap burung dan serangga, bersamaan dengan kemampuan mereka untuk terbang.
Archaeopteryx, yang disebut oleh para ahli evolusi sebagai suatu bentuk peralihan, pada kenyataannya adalah burung yang sudah berbentuk sempurna!
Biarkan kami berikan padamu beberapa perbedaan di antara binatang melata (reptil) dan burung.
1. Burung punya sayap, tapi reptil tidak memilikinya.
2. Burung punya bulu, reptil bersisik.
3. Burung punya sistem tengkorak yang unik, dan tulang mereka berlubang di tengahnya. Ini membuat mereka lebih ringan dan memudahkan mereka untuk terbang.
Semua itu hanyalah beberapa perbedaan yang segera terlihat. Terdapat berbagai perbedaan lain di antara makhluk-makhluk ini.
Fosil seekor burung yang disebut Archaeopteryx, yang oleh para penganut teori evolusi coba gambarkan sebagai spesies penghubung, menunjukkan bahwa teori evolusi ditegakkan di atas penipuan. Fosil ini adalah benar-benar seekor burung dan menunjukkan bahwa burung tidak berubah selama jutaan tahun.
Jika satu spesies reptil telah berubah menjadi burung, mestinya ada banyak makhluk yang hidup di antara reptil dan burung, yang memperlihatkan tahap-tahap perubahan ini.
Para pemburu fosil seharusnya mampu setidaknya menemukan satu di antara fosil-fosil ini. Yaitu, mestinya ada makhluk-makhluk bersayap setengah, dengan badan setengah berbulu dan setengah bersisik, dengan mulut setengah paruh. Fosil-fosil mereka semestinya telah ditemukan, namun tak ada binatang semacam itu pernah ditemukan di antara begitu banyak fosil di bumi. Fosil-fosil yang ditemukan tergolong pada reptil sempurna, atau burung sempurna. Ini berarti, burung tidak berevolusi dari reptil. Allah menciptakan burung-burung, persis seperti Ia telah menciptakan semua makhluk hidup lainnya.
Tetapi, karena para ahli evolusi tidak ingin menerima ini, mereka mencoba untuk meyakinkan orang bahwa apa yang mereka katakan itu benar, dengan menciptakan kisah-kisah. Mereka menemukan fosil seekor burung yang disebut Archaeopteryx, yang hidup kurang lebih 150 juta tahun lalu. Ahli-ahli tersebut mengklaim bahwa burung ini merupakan bentuk peralihan dari dinosaurus dan burung. Namun, mengatakan bahwa Archaeopteryx adalah leluhur burung-burung, benar-benar tidak masuk akal.
Archaeopteryx adalah burung yang betul-betul sempurna!
Karena:
1. Archaeopteryx memiliki bulu, seperti burung-burung kita saat ini.
2. Archaeopteryx memiliki tulang dada yang sama, yang padanya sayap burung tersambung, seperti burung-burung terbang lainnya.
3. Archaeopteryx tidak mungkin merupakan leluhur semua burung, karena fosil-fosil burung yang lebih tua dari Archaeopteryx sudah ditemukan.
KISAH PANJANG EVOLUSI MANUSIA
Para ahli evolusi menyatakan bahwa manusia berevolusi dari kera, dan bahwa kera, karena itu, merupakan leluhur-leluhur kita. Baik Darwin maupun ahli-ahli evolusi lainnya tidak pernah memiliki bukti untuk mendukung klaim itu, yang sepenuhnya hanya rekaan belaka.
Pada kenyataannya, salah satu alasan mengapa teori evolusi terpikirkan di tempat pertama adalah untuk membuat manusia melupakan bahwa Allah telah menciptakan mereka. Jika orang percaya bahwa mereka muncul ke dunia secara kebetulan, dan bahwa leluhur-leluhur mereka adalah binatang, maka mereka tidak akan merasa memiliki tanggungjawab terhadap Allah. Pada gilirannya kelak, hal ini menyebabkan mereka melupakan semua nilai-nilai agamanya dan menjadi egois. Orang-orang yang egois kehilangan perasaan-perasaan yang baik seperti cinta pada masyarakat dan keluarga mereka. Kalian lihat, para ahli evolusi mencoba untuk mengarahkan orang pada perasaan-perasaan semacam itu. Itulah sebabnya mengapa mereka mencoba untuk menyebarluaskan teori evolusi. Tujuan mereka adalah membuat orang melupakan Allah, sehingga, kepada setiap orang, mereka berkata, “Allah tidak menciptakan dirimu. Kamu diturunkan dari kera, dengan kata lain, kamu adalah binatang yang maju.”
Allah menciptakan manusia dengan bahasa yang berbeda-beda dan dengan ras dan warna kulit yang berbeda-beda. Keanekaragaman ini adalah nikmat yang luar biasa.
Sesungguhnya, Allah menciptakan umat manusia. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berbicara, berpikir, bergembira dan mengambil keputusan, cerdas, dapat membangun peradaban dan berkomunikasi pada level yang tinggi. Allah-lah Pemberi ciri-ciri ini pada umat manusia.
Para Ahli Evolusi Tidak Dapat Menawarkan Bukti
Apapun Bahwa Umat Manusia Berasal dari Kera
Dalam bidang sains, penting sekali menghasilkan “bukti.” Ketika kalian menyusun sebuah klaim atau teori, dan jika kalian ingin orang lain mempercayainya, maka kalian harus memperlihatkan sejumlah bukti. Misalnya, jika kalian memperkenalkan diri pada seseorang dan berkata, “Namaku Umar” dan orang itu mengatakan, “Aku tidak percaya bahwa namamu adalah Umar,” maka, dalam kasus tersebut, kalian harus memiliki sejumlah bukti bahwa namamu sesungguhnya adalah Umar. Apa yang bisa menjadi bukti dirimu? Sebuah KTP dapat menghadirkan bukti, atau akte kelahiran, atau paspor, atau mungkin kartu rapor sekolahmu. Jika kalian perlihatkan salah satu dari bukti ini pada orang itu, ia akan percaya padamu.
Sekarang, biarkan kami memberimu sebuah contoh ilmiah. Ada seorang ilmuwan bernama Isaac Newton yang hidup di abad delapanbelas, dan disebutkan telah menemukan daya tarik bumi (gravitasi). Ketika orang bertanya padanya apa yang membuatnya begitu yakin, ia menjawab, “Ketika sebuah apel jatuh dari sebatang pohon, apel itu jatuh ke tanah. Tidak menggantung di udara.” Itu berarti ada kekuatan atau gaya yang mendorong apel ke tanah, suatu gaya yang disebutnya “gravitasi”.
Karena itu, para ahli evolusi harus memperlihatkan sejumlah bukti untuk membuat teori mereka meyakinkan. Misalnya, teori evolusi menyatakan bahwa orang-orang berasal kera. Kita, karenanya, perlu bertanya pada mereka: Dari mana Anda dapatkan gagasan ini, dan di mana buktinya?
Jika leluhur manusia memang benar-benar kera, kita semestinya berharap menemukan fosil-fosil setengah manusia-setengah kera untuk menegaskannya. Namun, fosil semacam itu belum pernah ditemukan. Kita hanya menemukan fosil-fosil manusia atau kera. Ini berarti bahwa para ahli evolusi jelas belum punya bukti bahwa kera adalah leluhur manusia.
Namun, para pakar ini masih mencoba untuk menyesatkan orang dengan teori-teori mereka.
Beberapa Tipuan Para Penganut Teori Evolusi:
1. Para penganut evolusi membicarakan fosil-fosil spesies kera yang telah punah, seakan-akan jenis kera itu termasuk dalam makhluk setengah manusia-setengah kera. Pasti kalian pernah melihat gambar seperti di atas di suatu tempat. Para pakar evolusi menggunakannya untuk menipu orang-orang. Sebenarnya, makhluk seperti itu tidak pernah ada. Di masa lalu, terdapat manusia dan keras, persis seperti sekarang. Kedua kelompok itu, dulu maupun sekarang, sepenuhnya terpisah dan tidak berhubungan satu sama lain. Tak satupun makhluk setengah kera-setengah manusia seperti terlihat dalam gambar-gambar halaman sebelum ini, yang pernah hidup di muka bumi. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Seperti telah kami nyatakan sebelumnya, tak satu fosilpun ditemukan untuk membuktikan klaim tersebut.
Namun, para ahli evolusi terus-menerus mencoba tipuan-tipuan baru pada topik ini. Misalnya, ketika menangani sebuah fosil dari suatu spesies kera yang sudah punah, mereka mengklaimnya seolah benar-benar tergolong dalam makhluk yang terletak di antara peralihan kera dan manusia. Karena orang-orang tidak memiliki informasi memadai menyangkut topik ini, mereka cenderung mempercayai apa yang dikatakan oleh para penganut teori evolusi.
2. Para penganut evolusi memperlakukan fosil-fosil manusia dari ras-ras yang berbeda seakan mereka benar-benar makhluk setengah kera-setengah manusia. Seperti kita ketahui, terdapat berbagai kelompok etnis di dunia: Afrika, China, Pribumi Amerika, Turki, Eropa, Arab, dan banyak lainnya. Jelas, orang-orang yang termasuk pada kelompok etnik yang berbeda terkadang memiliki ciri-ciri yang berbeda. Misalnya, orang-orang Cina memiliki mata berbentuk almond, dan beberapa orang Afrika berkulit sangat gelap dengan rambut yang sangat keriting. Ketika kalian melihat seorang Pribumi Amerika, atau seorang Eskimo, kalian akan segera mengetahui bahwa mereka tergolong pada kelompok etnis yang berbeda. Di masa lalu, ada banyak kelompok etnis lainnya, dan beberapa ciri mereka mungkin berbeda dari orang-orang di masa sekarang ini. Misalnya, tengkorak orang-orang ras Neanderthal lebih besar daripada tengkorak orang-orang yang hidup hari ini. Otot-otot mereka juga lebih kuat daripada kita.
Kendati demikian, para penganut Teori Evolusi menggunakan perbedaan-perbedaan antarras ini sebagai cara untuk menipu orang lain. Misalnya, ketika menemukan tengkorak seorang Neanderthal, mereka mengatakan, “Ini adalah tengkorak leluhur manusia yang hidup sepuluh ribu tahun silam.” Terkadang, tulang-tulang yang ditemukan lebih kecil dibanding rata-rata ukuran tulang manusia sekarang ini. Dengan menunjukkan fosil tengkorak semacam itu, para pakar evolusi akan mengatakan, “Pemilik tengkorak ini berada pada titik perubahan dari seekor kera menjadi manusia.”
Pada kenyataannya, bahkan hingga hari ini, masih terdapat anggota suatu kelompok etnis yang memiliki tengkorak berukuran lebih kecil daripada ukuran rata-rata. Misalnya, volume tengkorak Pribumi Australia (orang-orang Aborijin) benar-benar kecil, tapi ini tidak berarti bahwa mereka adalah makhluk setengah kera-setengah manusia. Mereka adalah manusia normal, seperti kalian dan manusia lainnya.
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa fosil-fosil yang dilukiskan oleh para pakar evolusi sebagai bukti evolusi manusia dari kera, sebenarnya tergolong dalam spesies kera awal atau ras manusia yang kini telah punah. Ini berarti, makhluk-makhluk setengah manusia-setengah kera tersebut tidak pernah ada.
PERBEDAAN TERBESAR
Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia memiliki jiwa, sementara kera tidak memilikinya. Manusia memiliki kesadaran: mereka berpikir, bicara, dan menyampaikan pemikiran-pemikirannya pada orang lain dalam kalimat-kalimat rasional, membuat keputusan-keputusan, merasakan, mengembangkan selera-selera, mengetahui tentang seni, lukisan, membuat lagu-lagu, menyanyi, dan penuh dengan cinta serta nilai-nilai moral. Semua kemampuan ini unik sifatnya bagi jiwa manusia. Hanya manusialah yang memiliki ciri-ciri unik ini. Para pakar evolusi tidak mampu menjawab pertanyaan ini. Guna menyamai manusia, seekor kera harus melewati banyak perubahan fisik dan kecakapan unik bagi manusia. Adakah kekuatan alam lain yang dapat memberikan kemampuan seperti melukis, berpikir, atau menyusun komposisi pada kera? Jelas tidak! Hanya manusia yang diciptakan Allah dengan kemampuan seperti itu, dan Ia tidak memberikan salah satu dari kecakapan tersebut pada binatang. Seperti telah kita lihat, tidaklah mungkin bagi kera untuk berubah manjadi manusia. Manusia sudah menjadi manusia sejak hari mereka diciptakan. Ikan akan selalu menjadi ikan, dan burung-burung senantiasa menjadi burung. Tidak ada makhluk yang merupakan leluhur dari makhluk lainnya. Allah adalah Pencipta umat manusia dan semua makhluk hidup lainnya. Alasan yang diklaim oleh para penganut Teori Evolusi tentang manusia yang diturunkan dari kera adalah kemiripan fisik di antara keduanya. Tetapi, banyak terdapat makhluk lain di Bumi yang malah lebih menyerupai manusia. Kucing dan anjing menyimak dan mengikuti perintah, seperti manusia. Apa yang kalian pikirkan jika seseorang mengatakan bahwa manusia diturunkan dari anjing, burung beo, atau gurita? Kalian lihat, tak ada perbedaan antara gagasan ini dan kisah-kisah yang direka oleh para penganut teori evolusi.
ALLAH ADALAH PENCIPTA SEMUANYA
Tuhan kita adalah Yang meletakkan milyaran potongan informasi ke tempat yang begitu kecil,sehingga kita bahkan tidak dapat melihat tanpa peralatan khusus.
Allah adalah Yang telah menciptakan kita, mata kita, rambut kita, dan kaki kita.
Ia juga Pencipta keluarga kita, orangtua, saudara lelaki dan perempuan, teman-teman dan guru.
Allah adalah Pencipta makanan yang kita sukai, selai, sereal dan pasta, juga buah-buahan dan sayuran yang membuat kita sehat dan kuat. Jika Allah tidak menciptakannya, kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana rasa stroberi.
Allah juga telah memberikan kita indera pengecap dan pencium. Jika ia tidak memberikan kita kemampuan-kemampuan ini, kita tidak akan dapat mengecap rasa bahan-bahan yang kita makan. Hal yang sama juga terjadi—apakah kita makan kentang atau kue. Allah tidak sekadar menciptakan makanan-makanan yang lezat dan berbau sedap, Ia juga memberikan kita kemampuan-kemampuan yang memungkinkan kita menikmatinya.
Ada beberapa hal yang kalian sukai. Kalian menikmati dan memikirkannya sebagai kesenangan. Hal Misalnya, makanan penutup yang kalian santap dengan nikmat, sebuah permainan yang kalian nikmati permainannya, atau pergi bersama orang-orang yang kalian cintai. Apapun itu, kalian tidak boleh melupakan bahwa Allah-lah Yang memungkinkan kalian untuk menikmati hal-hal semacam itu.
Karena Allah penuh belas kasih pada kalian, Ia selalu memberi kalian benda-benda yang indah dan menyenangkan.
Sebagai permulaan, ada saat di mana kalian tidak ada. Pikirkanlah, kalian tidak ada sebelum dikandung Ibu. Kalian tiada. Allah menciptakanmu. Ia membuatmu dari ketiadaan.
Karena itu, kita harus bersyukur pada Allah untuk setiap momen kehidupan kita. Dalam segala hal yang kita nikmati, dan kita cintai, kita harus mengingat Allah, dan berkata, “O Allah, selamanya aku bersyukur padaMu atas segala rahmatMu.” Jika kita mendapatkan diri berada dalam situasi yang tidak kita sukai, kita semestinya berdoa lagi pada Allah, karena Ialah satu-satuNya yang dapat mengatasi keadaan.
Allah senantiasa mendengar doa-doa kita dan menanggapinya. Allah mengetahui apa yang kita pikirkan di kedalaman hati kita; Ia mendengar dan menjawab setiap doa.
Apa yang harus kita lakukan adalah mempersembahkan rasa terimakasih bahagia kita kepada Tuhan kita yang telah menciptakan kita, dunia, dan seluruh rahmat yang dikandungnya. Dengan mengetahui bahwa Allah senantiasa bersama kita, bahwa Ia melihat dan mendengarkan kita setiap saat, maka kita harus senantiasa berada dalam perilaku terbaik kita.
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. al-Baqarah, 2:32)
 

Senin, 01 September 2014

Kitab Tahajud

Bab Ke-1: Shalat Tahajud di Waktu Malam dan Firman Allah, "Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu tambahan ibadah bagimu.


582. Ibnu Abbas berkata, "Apabila Rasulullah bangun pada malam hari, beliau selalu bertahajud. Beliau berdoa:


'Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus (dan dalam riwayat mu'allaq:[1] Qayyamu 8/184) samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku (dan dalam satu riwayat: Anta rabbus) samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa'dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu 'alaihi wa sallama haqqun, wassa'atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a'lantu, [wamaa anta a'lamu bihii minnii], antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, (anta ilaahii 8/ 198), laa ilaaha illaa anta, au laa ilaaha (lii 8/167) ghairuka.'

'Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan (dalam satu riwayat: Engkaulah Tuhan) langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan. (Engkaulah Tuhanku 8/198), tidak ada tuhan melainkan Engkau, atau tiada tuhan (bagiku 8/167) selain Engkau'."

Mujahid[2] berkata, "Al-Qayyuum artinya yang mengurusi segala sesuatu." Umar[3] membaca "Al-Qayyaam", dan keduanya adalah benar.


Bab Ke-2: Keutamaan Melakukan Shalat Malam
 
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Umar yang tersebut pada '91 -AT-TA'BIR /25 - BAB'.")
 

Bab Ke-3: Panjangnya Sujud dalam Melakukan Shalat Malam
 
583. Aisyah berkata, "Rasulullah shalat (malam) sebelas (dan dalam satu riwayat: tiga belas 2/52) rakaat. Memang begitulah shalat beliau. Beliau sujud dalam shalat nya itu untuk satu kali sujud selama seseorang dari kamu membaca kira-kira lima puluh ayat sebelum beliau mengangkat kepalanya. Beliau biasa melakukan shalat (sesudah mendengar azan subuh) dua rakaat yang ringan dan (sebelum shalat subuh) sehingga aku bertanya-tanya, 'Apakah beliau membaca al-Faatihah?' (2/53). Kemudian beliau berbaring di lambungnya yang kanan, hingga datang orang memberitahukannya untuk shalat (subuh)."

 
Bab Ke-4: Meninggalkan Shalatullail untuk Orang Sakit
 
584. Jundub berkata, "Nabi sakit, maka beliau tidak mendirikan shalat satu malam atau dua malam."

585. Jundub bin Abdullah berkata, "Jibril tidak mendatangi Nabi, kemudian ada seorang wanita dari kaum Quraisy berkata, 'Setannya Muhammad terlambat datang kepada Muhammad (yakni agak lama tidak datang kepada beliau).' Kemudian turunlah ayat, 'Wadhdhuhaa wal-laili idzaa sajaa. Maa wadda'aka Rabbuka wamaa qalaa.'"


Bab Ke-5: Anjuran Nabi dengan Sangat untuk Mengerjakan Shalatullail dan Shalat-Shalat Sunnah lain, Tetapi Tidak Mewajibkannya
 
Nabi saw. mengetuk pintu Fatimah dan Ali pada suatu malam untuk shalat.[4]

586. Aisyah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah meninggalkan amal padahal beliau senang untuk mengamalkannya, karena takut manusia mengamalkannya lalu difardhukan atas mereka. Saya tidak (pernah melihat Rasulullah 2/54) melakukan shalat sunnah seperti shalat sunnah dhuha, dan sesungguhnya saya mengerjakannya."[5]
 

Bab Ke-6: Berdirinya Nabi dalam Shalat Malam Sehingga Kedua Kakinya Bengkak
 
Aisyah berkata, "Nabi biasa melakukan shalat malam hingga bengkak kedua kaki beliau."[6]
 
587. Mughirah bin Syu'bah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, 'Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?' Lalu, beliau menjawab, 'Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?'"
 

Bab Ke-7: Orang yang Tidur di Waktu Sahar (Dini Hari Menjelang Subuh)
 
588. Masruq berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Apakah amal yang paling disukai Nabi?' Ia menjawab, 'Amal yang dilakukan secara terus-menerus.' (Dalam satu riwayat: 'Amal yang paling disukai Rasulullah ialah yang dilakukan oleh pelakunya secara konstan/ajeg.' 7/181). Lalu aku bertanya lagi, 'Kapan beliau bangun?' Aisyah menjawab, 'Apabila telah mendengar kokok ayam.'" (Dalam satu riwayat: 'Apabila mendengar kokok ayam, beliau bangun lalu mengerjakan shalat)

589. Aisyah berkata, "Pada waktu sahar (dini hari menjelang subuh) aku tidak menjumpai beliau (Nabi) di tempatku kecuali dalam keadaan tidur."


Bab Ke-8: Orang yang Bangun pada Waktu Sahar Tetapi Tidak Tidur Sehingga Mengerjakan Shalat Subuh
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Anas bin Malik yang tercantum pada nomor 322.")
 

Bab Ke-9: Lamanya Berdiri dalam Shalatullail
 
590. Abdullah (bin Mas'ud) r.a. berkata, "Aku shalat bersama Nabi pada suatu malam, maka beliau senantiasa berdiri sehingga aku bermaksud dengan buruk." Ditanyakan (kepada Abdullah), "Apakah yang Anda maksudkan?" Ia menjawab, "Aku bermaksud duduk dan membiarkan Nabi."


Bab Ke-10: Cara Shalat Nabi dan Berapa Rakaat Shalat Beliau pada Waktu Malam
 
591. Masruq berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah tentang shalat malam Rasulullah.' Aisyah menjawab, 'Adakalanya tujuh, sembilan, dan ada kalanya sebelas rakaat, selain dua rakaat fajar.'"
 
592. Aisyah berkata, "Nabi biasa melakukan shalat malam tiga belas rakaat, termasuk witir dan shalat fajar dua rakaat."


Bab Ke-11: Shalat Malam Nabi, Tidurnya, serta Mengenai Apa yang Dihapuskan dari Shalat Malam Itu, dan Firman Allah, "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada waktu siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)." (al-Muzzammil: 1-7)

Firman Allah, 'Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu. Karena itu, bacalaah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah. Maka, bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya." (al-Muzzammil: 20)

Ibnu Abbas r.a. berkata, "Nasya'a berarti berdiri, menggunakan bahasa Habasyah.[7] Witha'an berarti merasa cocok dengan Al-Qur'an, lebih mengesankan pada pendengaran, pandangan, dan hati.[8] Dan, liyuwaathi'uu berarti mendapat kecocokan."[9]

593. Anas berkata, "Rasulullah tidak berpuasa dalam satu bulan sehingga aku menduga beliau tidak puasa pada bulan itu. Beliau berpuasa dalam bulan lain sehingga aku menduga bahwa beliau tidak berbuka sedikit pun darinya. Jika kamu ingin melihatnya shalat tengah malam, kamu akan dapat melihatnya. Dan, jika kamu ingin melihatnya tidur, kamu juga bisa melihatnya."


Bab Ke-12: Ikatan Setan pada Tengkuk (Leher) Jika Seseorang Tidak Shalat Malam
 
594. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Setan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu pada waktu tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dikatakan, 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.' Apabila ia bangun dan ingat kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan (lagi). Dan, jika ia mengerjakan shalat, maka terlepaslah seluruh ikatannya. Ia memasuki pagi hari dengan tangkas dan segar jiwanya. Jika tidak, maka ia masuk pagi dengan jiwa yang buruk dan malas."


Bab Ke-13: Jika Seseorang Tidur dan Tidak Shalat Malam, Maka Setan Telah Kencing di Telinganya
 
595. Abdullah berkata, "Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, 'Setan telah kencing di telinganya.'"


Bab Ke-14: Berdoa dan Shalat pada Akhir Malam
 
Allah berfirman, "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (adz-Dzaariyaat: 17-18)

596. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, 'Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia[10] setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, 'Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni?'"


Bab Ke-15: Orang yang Tidur di Permulaan Malam dan Menghidupkan (Yakni Bangun untuk Shalatullail) pada Akhir Malam Itu
 
Salman berkata kepada Abud Darda' r.a., "Tidurlah." Kemudian pada akhir malam, Salman berkata, "Bangunlah." Nabi saw bersabda, "Salman benar."[11]
 
597. Al-Aswad berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Bagaimanakah shalat Rasulullah di malam hari?' Ia menjawab, 'Beliau tidur pada permulaan malam, dan bangun di akhir malam, lalu shalat. Kemudian kembali ke tempat tidur beliau. Apabila muadzin mengumandangkan azan, maka beliau melompat. Jika beliau mempunyai keperluan, maka beliau mandi. Jika tidak, maka beliau berwudhu dan keluar.'"
 

Bab Ke-16: Berdirinya Nabi di Waktu Malam dalam Bulan Ramadhan dan Bulan Iainnya

598. Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan bahwa ia bertanya kepada Aisyah, "Bagaimanakah shalat Nabi di bulan Ramadhan?" Aisyah menjawab, "Rasulullah baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lain tidak pernah menambah atas sebelas rakaat, yaitu beliau shalat empat rakaat. Namun, jangan kamu tanyakan lagi tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat (lagi), dan jangan kamu tanyakan lagi tentang baik dan panjangnya. Lalu, beliau shalat tiga rakaat. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum witir?' Beliau menjawab, 'Wahai Aisyah, kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur.'"


Bab Ke-17: Keutamaan Bersuci dan Shalat Sesudah Wudhu di Waktu Malam dan Siang
 
599. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi pernah bersabda kepada Bilal pada waktu subuh,[12] "Hai Bilal, coba ceritakan kepadaku amal yang paling kamu sukai dalam Islam. Karena aku mendengar bunyi terompahmu di hadapanku di surga." Bilal berkata, 'Tidak ada amal yang paling kusukai melainkan apabila aku selesai berwudhu pada waktu siang ataupun malam, melainkan aku shalat dengan wudhu itu, seberapa dapat aku kerjakan."


Bab Ke-18: Tidak Disukai Memberatkan Diri Sendiri dalam Beribadah
 
600. Anas bin Malik r.a. berkata, "Nabi masuk, tiba-tiba ada tali membentang antara dua tiang masjid. Beliau bertanya, 'Tali apakah ini?' Mereka menjawab, 'Ini adalah tali Zainab. Apabila ia letih, maka ia bergantung (bersandar) padanya.' Lalu Nabi bersabda, 'Tidak, lepaskan tali itu. Hendaklah salah seorang di antaramu shalat secara tangkas. Apabila letih, maka duduklah.'"

 
Bab Ke-19: Makruh Meninggalkan Shalat di Waktu Malam bagi Orang yang Sudah Biasa Mengerjakannya
 
601. Abdullah bin Amru ibnul Ash berkata, "Rasulullah berkata kepadaku, 'Wahai Abdullah, janganlah kamu menjadi seperti Fulan. Ia dahulu biasa mengerjakan shalat malam, lalu meninggalkan shalat malam itu.'"


Bab Ke-20: Keutamaan Orang yang Bangun Malam Lantas Mengucapkan Istighfar, Tasbih, atau Lainnya, Kemudian Mengerjakan Shalatullail
 
602. Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bangun[13] di malam hari dan mengucapkan:


'Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah', kemudian ia mengucapkan, 'Ya Allah, ampunilah aku', atau ia berdoa, maka dikabulkanlah doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, maka diterima (shalatnya)."

603. Al-Haitsam bin Abu Sinan mengatakan bahwa ia mendengar Abu Hurairah r.a. menceritakan kisah-kisahnya.[14] Ia menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya saudaramu tidak berkata jelek." Maksud beliau adaIah Abdullah bin Rawahah, ketika ia berkata, "Di sisi kami ada Rasulullah yang membaca kitab Allah. Ketika itulah kebaikan gemerlap memancar dari fajar. Beliau memperlihatkan petunjuk setelah kita buta. Dan hati kita percaya apa yang disabdakan bakal terjadi. Beliau bermalam dengan menjauhkan lambung dari hamparan di kala pembaringan-pembaringan merasa berat oleh orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."


Bab Ke-21: Mengekalkan Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Subuh
 
604. Aisyah r.a. berkata, "Nabi melakukan shalat isya. Sesudah itu beliau shalat delapan rakaat. Kemudian shalat dua rakaat sambil duduk. Lalu, beliau shalat lagi dua rakaat antara azan dan iqamah. Beliau tidak pernah meninggalkan yang dua rakaat (antara azan dan iqamah subuh) itu."


Bab Ke-22: Tidur Berbaring pada Sisi Badan Sebelah Kanan Sesudah Mengerjakan Dua Rakaat Fajar
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya bagian dari hadits Aisyah yang tercantum pada nomor 528 dan 581 di muka.")


Bab Ke-23: Orang yang Bercakap-cakap Sesudah Mengerjakan Dua Rakaat Sunnah Fajar dan Tidak Berbaring
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya bagian dari hadits Aisyah yang tertera pada nomor 581 tadi.")
 

Bab Ke-24: Keterangan Mengenai Shalat Sunnah Dikerjakan Dua Rakaat Dua Rakaat
 
Hal itu diriwayatkan dari Abu Ammar, Abu Dzar, Anas, Jabir bin Zaid, Ikrimah, dan az-Zuhri radhiyallahu 'anhum.[15]
 
Yahya bin Sa'id al-Anshari berkata, "Aku tidak melihat fuqaha-fuqaha negeri kami melainkan mereka memberi salam pada setiap dua rakaat dari shalat sunnah siang hari."

605. Jabir bin Abdullah berkata, "Rasulullah mengajarkan kepada kami untuk istikharah (minta dipilihkan Allah) dalam seluruh urusan sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur'an kepada kami. Beliau bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kamu sekalian bermaksud akan sesuatu, maka hendaklah ia shalat dua rakaat selain fardhu. Kemudian hendaklah ia mengucapkan:


'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada Mu dari anugerah Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Zat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian ia sebutkan hal itu 8/168) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, (atau beliau bersabda: kesegeraan/keduniaan urusan aku dan keakhirannya/keakhiratannya) maka kuasakanlah bagiku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah bagiku padanya. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian ia sebutkan hal itu) buruk bagiku dalam hal agama, kehidupan, dan kesudahan urusanku (atau beliau bersabda: kesegaraan/keduniaan urusan aku dan keakhirannya/keakhiratannya), maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya. Dapatkanlah bagiku kebaikan di mana saja ia berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Kemudian ia sebutkan keperluannya.'"

Abu Abdillah (Imam Bukhari) berkata, "Abu Hurairah berkata, 'Nabi berpesan kepadaku supaya melakukan shalat dhuha dua rakaat."[16]
 
Itban berkata, "Pada suatu hari ketika, sudah agak siang, Rasulullah datang kepadaku bersama Abu Bakar. Lalu, kami berbaris di belakang beliau, dan beliau shalat dua rakaat."[17]
 

Bab Ke-25: Bercakap-cakap Setelah Mengerjakan Shalat Fajar Sebanyak Dua Rakaat
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya bagian dari hadits Aisyah yang tercantum pada nomor 581 di muka.")


Bab Ke-26: Kesungguhan Memperhatikan Dua Rakaat Sunnah Fajar dan Orang Yang Menamakannya Shalat Tathawwu'

606. Aisyah r.a. berkata, "Nabi tidak memelihara shalat-shalat sunnah melebihi perhatiannya terhadap dua rakaat fajar."


Bab Ke-27: Apa yang Dibaca dalam Shalat Sunnah Dua Rakaat Fajar
 



Bab-Bab Shalat Tathawwu'



Bab Ke-28: Mengerjakan Shalat Sunnah Sesudah Shalat Wajib

(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Umar dan Hafshah yang tercantum pada nomor 501 dan 502 di muka.")


Bab Ke-29: Orang yang Tidak Mengerjakan Shalat Sunnah Sesudah Mengerjakan Shalat Fardhu
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Abbas yang tertera pada nomor 303 di muka.")


Bab Ke-30: Shalat Dhuha di dalam Bepergian

607. Muwarriq berkata, "Aku bertanya kepada Ibnu Umar, 'Apakah Anda shalat dhuha?' Ia menjawab, 'Tidak.' Aku bertanya lagi, 'Kalau Umar, bagaimana?' Ia menjawab, 'Tidak.' Aku bertanya lagi, 'Kalau Abu Bakar?' Ia menjawab, 'Tidak.' Aku bertanya, 'Nabi?' Ia menjawab, 'Aku kira tidak.'"[18]


Bab Ke-31: Orang yang Tidak Mengerjakan Shalat Dhuha dan Berpendapat bahwa Meninggalkannya Itu Mubah
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya bagian dari hadits Aisyah yang tercantum pada nomor 586 di muka.")
 

Bab Ke-32: Mengerjakan Shalat Dhuha di Waktu Hadhar (di Waktu Sedang Tidak Bepergian)
 
Demikian dikatakan oleh Itban bin Malik dari Nabi.[19]
 
608. Abu Hurairah berkata, "Kekasih (baca: Rasulullah) aku berpesan kepadaku dengan tiga hal yang tidak aku tinggalkan sampai mati. Yaitu, puasa tiga hari setiap bulan, shalat (dua rakaat, 2/274) dhuha, dan tidur di atas witir (sebelum tidur shalat witir dulu)."[20]
 

Bab Ke-33: Dua Rakaat Sebelum Zhuhur
 
609. Aisyah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum subuh.


Bab Ke-34: Shalat Sebelum Magrib
 
610. Abdullah al-Muzanni mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Shalat lah sebelum shalat magrib." Pada ketiga kalinya beliau bersabda, "Bagi siapa yang mau."[21] Karena, beliau tidak senang orang-orang menjadikannya sebagai kebiasaan yang tetap (sunnah).
 
611. Yazid bin Abu Habib berkata, "Aku mendengar Martsad bin Abdullah al-Yazani berkata, 'Aku mendatangi 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani, lalu aku bertanya, 'Tidak patutkah aku menunjukkan keherananku kepadamu perihal Abu Tamim yang mengerjakan shalat dua rakaat sebelum shalat magrib?' Uqbah lalu menjawab, 'Kami juga mengerjakan hal itu pada zaman hidup Rasulullah.' Aku bertanya, 'Apa yang menghalang-halangi kamu untuk mengerjakan shalat itu sekarang?' Ia menjawab, 'Kesibukan.'"


Bab Ke-35: Shalat Shalat Sunnah dengan Berjamaah
 
Hal ini dikemukakan oleh Anas dan Aisyah r.a. dari Nabi.[22]
 
(Aku berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Itban bin Malik yang tercantum pada nomor 227 di muka.")


Bab Ke-36: Shalat Sunnah di Rumah
 
612. Ibnu Umar r.a. berkata, "Rasulullah bersabda, 'Kerjakanlah beberapa di antara shalatmu di rumahmu, dan jangan kamu jadikan rumahmu itu seperti kuburan (tidak kamu tempati shalat sunnah).'"
 

Catatan Kaki:

[1] Di-maushul-kan oleh Malik, Muslim, dan Ahmad (1/298 dan 308). Saya (al-Albani) berkata, 'Tambahan ini adalah mu'allaq, dan ia tidak menurut syarat Ash-Shahih, karena diriwayatkan dengan sanadnya dari Sufyan yang berkata, 'Abdul Karim Abu Umayyah menambahkan' Lalu ia menyebutkannya. Di samping Abu Umayyah tidak menyebutkan isnadnya dalam tambahan ini, sedangkan dia sendiri dhaif dan sudah terkenal kelemahannya di kalangan para ahli hadits. Al-Hafizh berkata, 'Bukhari tidak bermaksud mentakhrijnya. Oleh karena itu, para ahli hadits tidak menganggapnya sebagai perawi Bukhari. Tambahan darinya hanya terjadi pada informasi, bukan dimaksudkan untuk riwayatnya.'"
 
[2] Di-maushul-kan oleh al-Faryabi di dalam tafsirnya.
 
[3] Di-maushul-kan oleh Abu Ubaid di dalam Fadhaa'ilul Qur'an dan Ibnu Abi Daud di dalam al-Mashaahif dari beberapa jalan dari Umar.
 
[4] Akan disebutkan secara maushul pada "96 AL-I'TISHAM/18- BAB".
 
[5] Demikianlah lafal ini di sini (yakni "lausabbihuha"), demikian pula di tempat lain yang diisyaratkan dalam matan ini. Akan tetapi, al-Hafizh mengatakan di dalam mensyarah lafal ini, "Demikianlah di sini dari kata subhah. Telah disebutkan di muka dalam bab Tahridh ala qiyaamil-lail dengan lafal, "Wa innii la astahibbuhaa," dari kata istihbab 'menyukai', dan ini dari riwayat Malik." Saya (al-Albani) berkata, "Anda lihat bahwa lafal ini sesuai dengan lafal yang di sana. Tampaknya ini karena perbedaan para perawi Ash-Shahih, juga terjadi pada perawi-perawi al Muwaththa' (1/168). Silakan periksa."
 
[6] Di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dalam "65 -AT-TAFSIR / Fath - 3".
 
[7] Di-maushul-kan oleh Abd bin Humaid dengan isnad yang sahih darinya.
 
[8] Juga di-maushul-kan oleh Abd bin Humaid dari jalan Mujahid: "asyaddu wath'an" berarti cocok dengan pendengaran, pandangan, dan hatimu.
 
[9] Al-Hafizh berkata, "Kalimat ini merupakan penafsiran bebas, dan disebutkannya kalimat ini di sini hanyalah untuk menguatkan penafsiran pertama. Riwayat ini di-maushul-kan oleh ath-Thabari dari Ibnu Abbas tetapi dengan lafal, 'Kiyusyaabihuu.'"
 
[10] AI-Hafizh Ibnu Hajar mengikuti jumhur ulama menakwilkan turunnya Allah ini dengan turunnya perintah-Nya atau turunnya malaikat yang berseru seperti itu. Ia menguatkan takwil ini dengan membawakan riwayat Nasa'i yang berbunyi, "Sesungguhnya Allah memberi kesempatan hingga berlalu tengah malam. Kemudian memerintahkan penyeru (malaikat) yang menyerukan, 'Adakah orang yang mau berdoa lalu dikabulkan doanya?'" Al-Hafizh tidak memberi komentar apa-apa tentang riwayat hadits ini, sehingga menimbulkan dugaan bahwa beliau mensahihkannya. Padahal tidak demikian, karena hadits Nasa'i itu syadz 'ganjil' lagi mungkar, karena lafal ini diriwayatkan sendirian oleh Hafsh bin Ghiyats tanpa ada perawi lain yang meriwayatkannya dengan lafal itu dari Abu Hurairah. Padahal, hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah melalui tujuh jalan periwayatan dengan isnad-isnad yang sahih dengan lafal seperti yang tercantum di dalam kitab ini, yang secara tegas dan jelas mengatakan bahwa Allahlah yang berfirman, "Adakah orang yang mau berdoa", dan bukan malaikat yang berkata begitu. Dalam riwayat itu dari semua jalan periwayatannya secara tegas disebutkan turunnya Allah yang tidak dikemukakan oleh Hafsh. Masalah turun dan berfirmannya Allah itu juga disebutkan pada semua jalan hadits dari sahabat-sahabat selain Abu Hurairah, hingga mencapai tingkat mutawatir. Aku telah men-tahqiq kesimpulan ini di dalam al-Ahaditsudh Dha'ifah nomor 3898.
 
[11] Ini adalah bagian hadits Abu Juhaifah yang di-maushul-kan penyusun pada "30 -ASH-SHAUM / 51 - BAB".
 
[12] Al-Hafizh berkata, "Ini mengisyaratkan bahwa hal itu terjadi di dalam mimpi. Karena, sudah menjadi kebiasaan Nabi menceritakan mimpinya dengan mengungkapkan apa yang beliau lihat pada sahabat-sahabat beliau-sebagaimana yang akan disebutkan pada Kitab at Ta'bir-sesudah shalat subuh." Aku (Albani) katakan, "Yakni hadits bab 48 pada '91-AT-TA'BIR'."
 
[13] Lafal "Ta'aarra" artinya bangun disertai dengan mengucapkan istighfar, tasbih, atau lainnya.
 
[14] Yakni nasihat-nasihatnya. Tampaknya perkataan, "Sesungguhnya saudaramu" adalah perkataan Abu Hurairah sendiri sebagaimana dijelaskan dalam al-Fath. Silakan periksa.
 
[15] Al-Hafizh berkata, "Mengenai riwayat Ammar, seolah-olah Imam Bukhari mengisyaratkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari jalan Abdur Rahman ibnul-Harits bin Hisyam dari Ammar bin Yasir bahwa dia masuk masjid, lalu mengerjakan shalat dua rakaat yang singkat. Isnad riwayat ini hasan. Sedangkan riwayat Abu Dzar, seolah-olah beliau mengisyaratkan apa yang diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Syaibah dari Malik bin Aus dari Abu Dzar, bahwa dia masuk masjid. Lalu datang ke suatu tiang, dan mengerjakan shalat dua rakaat di sebelahnya. Dalam riwayat Anas, seakan Imam Bukhari mengisyaratkan kepada haditsnya yang populer mengenai shalat Nabi dengan mereka di rumahnya dua rakaat. Hadits ini sudah disebutkan dalam bab Shaf-Shaf, dan disebutkannya di sini secara ringkas. Jabir bin Zaid (perawinya) adalah Abusy Sya'sya' al-Bashri, tetapi aku tidak mendapatkan keterangan tentang dia. Adapun riwayat Ikrimah, ialah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Hurma bin Imarah, dari Abu Khaldah, dia berkata, "Aku melihat Ikrimah masuk masjid, lalu mengerjakan shalat dua rakaat." Sedangkan riwayat az-Zuhri, aku tidak menjumpai darinya riwayat yang maushul mengenai masalah ini.

[16] Ini adalah bagian dari hadits yang akan diriwayatkan secara maushul dan lengkap di sini sebentar lagi (32 - BAB).
 
[17] Ini adalah bagian dari hadits Itban di muka yang diriwayatkan secara maushul pada "8-ASH-SHALAT/46-BAB".
 
[18] Bahkan, terdapat riwayat dari Ibnu Umar yang menetapkan bahwa shalat dhuha itu bid'ah sebagaimana akan disebutkan pada permulaan "26-KITABUL UMRAH". Semua itu menunjukkan bahwa Ibnu Umar tidak mengetahui kesunnahan shalat dhuha ini, padahal mengenai shalat ini terdapat riwayat yang sah dari Nabi, baik berupa perbuatan maupun perkataan, sebagaimana akan Anda lihat pada bab berikut.

[19] Di-maushul-kan oleh Imam Ahmad (5/450) dengan sanad sahih darinya, dan oleh penyusun dengan riwayat yang semakna dengannya, dan sudah disebutkan pada "8-ASH-SHALAT / 46-BAB".

[20] Hadits ini memiliki beberapa jalan periwayatan pada Imam Ahmad sebagaimana diisyaratkan pada hadits mu'allaq nomor 162.

[21] Tampaklah bahwa beliau mengucapkan perkataan ini tiga kali, dan pada kali yang ketiga beliau berkata, "Bagi siapa yang mau."

[22] Hadits Anas disebutkan pada nomor 397, dan hadits Aisyah disebutkan pada nomor 398 di muka.
 
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press

ILMUWAN pertama DI DUNIA itu dari UMMAT ISLAM TIMUR TENGAH, BUKAN dari EROPA...!!!!

Tulisan ini ana buat saat ana tidak sengaja menonton TV acara ON THE SPOT di TRANS 7
Ana berharap NON MUSLIM yang menonton acara TRANS 7 itu mengakui ISLAM adalah BENAR.
Sungguh banyak BUKTI di hadapan NON MUSLIM tentang kebenaran ISLAM.Penemuan Ilmuwan Muslim Yang SEBENARNYALAH Yang Mengubah Peradaban Dunia!!!
BUKAN EROPA atapun ORANG BARAT...!!!

INI ADALAH FAKTA YANG SUDAH RATUSAN ABAD DITUTUP-TUTUPI ORANG BARAT...!
Entah apa maksudnya
AGAR DUNIA MEMBENCI ISLAM...?
AGAR DUNIA MENJAUHI ISLAM...?


Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa beberapa penemuan yang mengubah peradaban dunia SEBENARNYA berasal dari para ilmuwan muslim. Para ilmuwan ini mempunyai kontribusi BESAR dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan merupakan temuan awal alias PERTAMA KALI DI DUNIA sebelum dikembangkan atau dilanjutkan oleh ilmuwan Barat lainnya. Penemuan-penemuan ilmuwan muslim ini sempat terlupakan oleh masyarakat dunia ENTAH senagja dirahasiakan atau apa.

Untuk itu sebuah Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban (The Foundation for Science Technology and Civilisation (FSTC) yang berpusat di London Mengadakan pameran untuk memperlihatkan dan menegaskan kepada publik DUNIA BARAT EROPA agar mereka semua bisa "M.E.L.E.K" tentang kontribusi BESAR peradaban KETIMURAN yang sudah ada 1000 tahun yang lampau JAUH sebelum EROPA "memamerkan diri".
SUNGGUH teori-teori Ilmuwan Muslim yang canggih itu "dicontek" oleh Ilmuwan Barat.Meskipun Eropa yang kembangkan TAPI itu tidak bisa dikatakan sebagai "Orang Eropa-lah yang menciptakan lebih dulu" SUNGGUH jika TANPA TEORI Dari Ilmuwan Muslim, Dunia tidak akan pernah bisa di-maju-kan dan di-kembang-kan!!!
Salim al-Hassani, pemimpin "1001 Penemuan" sedang pameran di Museum Sains London mengatakan
Pameran ini bermaksud untuk men-JAYAKAN kembali ISLAM Seperti kerajaan muslim yang suatu waktu pernah menutupi Spanyol dan Portugis, Italia selatan dan terbentang seluas daratan China. MASYA ALLAH... :)
*ana yang nonton TRANS 7 aja bertasbih dan aaahh sudahlah ga bisa dilukiskan dgn kata2
dan...
Inilah penemuan2 ilmuwan muslim yang luar biasa:

1. Operasi Bedah


Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al-Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai SUMBER REFERENSI medis PERTAMA pada 500 tahun berikutnya.  Di antara sekian banyak penemuan, Al Zahrawi dilaporkan melakukan operasi caesar pertama di dunia. Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan. Banyak instrumen bedah modern didesain sama persis seperti yang pernah dirancang pada abad ke-10 oleh seorang ahli bedah Muslim bernama al-Zahrawi ini. Seperti pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus untuk bedah mata dan banyak dari 200 instrumen yang ia rancang akan kita kenali dalam peralatan kedokteran bedah modern.
Pada abad ke-13, medis Muslim lain bernama Ibn Nafis menggambarkan sirkulasi darah 300 tahun SEBELUM William Harvey menemukannya!! Dokter Muslim ini juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan jarum berongga untuk menyedot katarak dari mata, ini merupakan sebuah teknik LUAR BIASA yang masih digunakan sampai sekarang. Subhanallah...


2. Kopi

Seorang Arab bernama Khalid sedang merawat kambing di wilayah Kaffa di Ethiopia selatan, ketika ia melihat binatang itu menjadi lebih bergairah setelah makan “kacang” tertentu.Ia merebus “kacang” untuk membuat kopi pertama. Jejak pertama pada abad ke-9 minuman kopi adalah terungkapnya “kacang” tersebut diekspor dari Ethiopia ke Yaman di mana para sufi meminumnya untuk tetap terjaga sepanjang malam untuk berdoa pada acara-acara khusus. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat (tamu pendatang) yang kemudian kopi pun disukai oleh seluruh kerajaan.
Pada abad ke-13 "kacang" yang disebut kopi tersebut tiba di Mekah dan Turki, dan barulah di abad ke-15 masuk juga Eropa tepatnya ke Venesia, Italia pada tahun 1645.
Kopi dibawa ke Inggris pada 1650 oleh seorang Turki bernama Pasqua Rosee yang membuka kedai kopi pertama di Lombard Street di kota London. Bahasa Arab kopi adalah “qahwa” pengucapannya menjadi “kahve” dalam bahasa Turki, maka di Italia karena orang barat sulit melafalkan bahasa arab maka disebut “caffe” dan kemudian bahasa Inggris disebut “coffee”. [Ya sama spt lidah org Indonesia yg ga bisa ngomong freeman (laki2 bebas) malah jadi Preman hehehe]


3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya Ribuan tahun JAUH sebelum Wright bersaudara terbang dan sekalipun Leonardo Da Vinci yang mendesain mesin terbangnya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Masjid Agung Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya.
Pada 875, usia 70 tahun, setelah Abbas ibn Firnas menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang ke ketinggian yang signifikan dan tetap tinggi selama sepuluh menit, tetapi jatuh saat mendarat dengan benar, bahwa ternyata ia tidak diberi perangkat ekor sehingga akan memperlambat saat mendarat. Bandara internasional Baghdad dan sebuah kawah di Bulan diberi nama Abbas ibn Firn. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci SETELAH ratusan tahun kemudian.

4. Universitas

Apakah Anda tau bahwa bahasa arab dari universitas adalah jami’ah?
Pasti Anda tahu bahwa tempat sholat itu diberi nama masjid jami’.
Ini membuktikan bahwa lebih dari satu milenium lalu, ilmu pengetahuan dan agama Islam telah duduk berdampingan!!! ISLAM-lah yang pertama kali menyuruh manusia untuk BELAJAR persis sepeti Wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah: "IQRO...!!!" yang artinya "BACALAH...!!!" itulah FIRMAN ALLAH yang pertama, 1 kata tapi sejuta makna terselubung di dalamnya. :)
Islam membangun pengetahuan dari Babilonia, Mesir, Yunani, Cina dan Peradaban India, Muslim mengembangkan budaya belajar di mana pikiran bertanya mencari kebenaran didasarkan pada ketelitian ilmiah dan eksperimen. Sebagaimana kitab suci AL-QUR'AN banyak yang membuktikan tentang ILMU SCIENCE dan Teknologi Di hampir setiap bidang pengetahuan, Muslim membuat penemuan baru dan penemuan dengan hasil praktis yang membantu mengembangkan masyarakat di seluruh dunia.
Dalam tahun 859 putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan universitas-pemberian gelar pertama di Fez, Maroko. Miryam, kakaknya, mendirikan sebuah masjid yang berdekatan dan bersama-sama menjadi kompleks Masjid al-Qarawiyyin dan Universitas yang masih beroperasi hampir 1.200 tahun kemudian.
Hal ini mengingatkan bahwa orang bahwa belajar adalah kewajiban bagi laki-laki dan perempuian yang merupakan inti dari tradisi Islam dan bahwa cerita tentang saudari al-Firhi akan inspirasi bagi para perempuan muda Muslim di seluruh dunia saat ini.

5. Aljabar

Sistem penomoran yang ada di dunia modern tentu saja tidak terlepas dari peran penting seorang ULAMA muslim bernama al-Khawarizmi yang terekam dalam buku berjudul “Al-Jabr wa-al Muqabilah” yang berarti “Penalaran dan Perimbangan” sekitar tahun 825. Dari buku itulah ilmu dalam matematika yang dinamai Aljabar dipakai hingga sekarang. Buku karya ulama matematika yang menciptakan angka nol dari India ini diimpor ke Eropa 300 tahun kemudian oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan dari 0-9 yang bisa menjadi kekuatan, subhanallah...
Teori Algoritma dan teori Trigonometri dan CARA RUMUSAN-RUMUSAN PRAKTIS banyak berasal dari dunia Muslim. Dan penemuan Al-Kindi mengenai analisis frekuensi yang diberikan semua kode dunia kuno larut dan menciptakan dasar kriptologi modern.

6. Optik

“Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslm,” ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.

7. Teori Relativitas Al-Kindi

Teori relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8 Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak itu adak karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.
Teori yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa “Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas, ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20 telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.

Sesungguhnya, konsep tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:
“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj [22] : 47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)
Jadi, sekarang apakah kita tidak bangga dan termotivasi untuk mengembalikan kejayaan Islam itu?

8. Sikat Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali DI DUNIA pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak alias Siwak untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern. Bahkan isi kandungan pada Siwak ini lebih banyak dan lebih bagus daripada pasta gigi modern yang dibuat sekarang!
Dari manakah Rasulullah tau?
Dan kenapa beliau memilih ranting siwak untuk membersihkan dan menyehatkan giginya?
Rasulullah bukan seorang ilmuwan yang meneliti terlebih dahulu ranting tersebut.
Dan siapa lagi selain ALLAH Robb satu-satunya, Tuhan Yang ESA, yang menaruh Firman-NYA ke dalam Mulutnya...^_^

9. Poros engkol dan kunci kombinasi

Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah.Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian teori ini digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.

Poros engkol adalah perangkat yang diterjemahkan ke dalam gerakan berputar linier dan merupakan pusat dari banyak mesin di dunia modern, paling tidak mesin pembakaran internal. Salah satu penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia, ia diciptakan oleh seorang insinyur Muslim cerdik yang dikenal dengan nama al-Jazari untuk mengangkat air untuk irigasi.
Kitab pengetahuannya tentang Perangkat Mekanikal Cerdik (1206) menunjukkan ia juga menemukan atau menyempurnakan penggunaan katup dan piston, menyusun beberapa jam mekanis pertama didorong oleh air dan beban, dan merupakan ayah dari robotika. Salah satu dari 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.

10. Pulpen

Catatan sejarah awal dari sebuah pena yang menggunakan reservoir kembali ke abad 10. Pada 953, al-Mu’izz Ma’ad, Khalifah Fatimiyah Mesir, menuntut pena yang tidak akan menodai tangan atau pakaian, dan dilengkapi dengan tinta pena yang berada di reservoir (tabung penampung) dan dialirkan ke ujung pena itu. Pulpen ini mungkin disebut pena, tapi mekanismenya masih belum diketahui, dan hanya satu catatan yang telah ditemukan. Siapa muslim perancang pulpen itu sendiri saya belum mendapatkan sumbernya. Pena reservoir kemudian dikembangkan Tahun 1636 oleh orang jerman bernama Daniel Schwenter.

11. Catur

Suatu bentuk catur dimainkan di India kuno tapi permainan dikembangkan menjadi bentuk yang kita kenal sekarang di Persia. Dari sana menyebar ke arah barat ke Eropa – di mana diperkenalkan oleh bangsa Moor di Spanyol pada abad ke-10 – dan timur sejauh Jepang. Kata “benteng” berasal dari Persia “Rukh”, yang berarti kereta.


12. Musik

Meski sebenarnya Musik itu HARAM dalam syari'at Islam, di sini ana hanya ingin mengungkapkan KABAR BERITA "Siapakah yang paling pertama kali mempeloori musik" bukan berarti "menghalalkan musik".
Ini tentang Musisi muslim golongan sufi yang memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyangnya biola! Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet arab!! DO RE MI FA SOL LA SI DO ??? Anda tau itu??? Itu dari tulisan arab, karena orag eropa tidak bisa fasih berbahasa arab, jadi dipelestkan mnjadi yg dikenal saat ini.
MUSIK HARAM? YA! Lihat dulu bagian2 mengapa diharamkannya:
Yang diperbolehkan adalah hanya lantunan deretan SYAIR yang berisi tentg ISLAM atau muhasabah ataupun sebagainya Yang menjadikan diri dekat pada Allah [tanpa diiringi alat2 musik instrumental]
dalilnya QS  luqman : 6
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna [lagu-lagu] sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)
Kalau Mendengarkan alat music haramnya itu, disini ada 3 katagori,
         1. alat yang dipukul
         2. alat yang ditiup
         3. alat yang dipetik
 Untuk alat yang dipukul hampir semua ulama’ membolehkan tapi hanya untuk UPACARA PENGANTIN dan yang memainkannya adalah WANITA sesama wanita, dan anak-anak kecil saja, dalilnya hadits asiyah, bahwa Rasulullah berkata : yang artinya “ umumkanlah nikah dan pukullah gendang karenanya”, serta hadits arrobi’ binti muwwid yang mengkisahkan bahwa Nabi masuk ke rumah beliau sedang anak-anak kecil memukul-mukul gendang.

Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’,  
“Dia -demi Allah- adalah nyanyian.”
Dalam riwayat lain beliau berkata,  
“Itu adalah nyanyian, demin yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.

Ini juga merupakan penafsiran dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah dari kalangan sahabat. Dan dari kalangan tabi’in: Ikrimah, Said bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, Al-Hasan Al-Bashri, dan selainnya. (Lihat selengkapnya dalam Tafsir Ibnu Katsir: 3/460)

Sedangkan yg dipetik itu BUKAN TERMASUK GITAR zaman skrg!!! Yang dipetik di sini adalah yg suaranya sendu/kecil. Meski ulama berbeda pendapat, ada yg memperbolehkan dan ada yang tidak KETAHUILAH IMAM 4 MADZHAB MENGHARAMKAN MUSIK!!! Berdasarkan hadits shohih ini “Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)IKUTILAH KESEPAKATAN ULAMA YAITU ambilah yang pertama SYAIR TANPA ALAT2 MUSIK DENGAN ISI TTG AGAMA ISLAM. --Itu lebih baik---
NB: Jangan sering2, MENDINGAN mendengarkan lantunan MP3 atau murrotal Al-Qur'an tetap jadi NO.1 di hati Kita...!

15. Penemuan Benua Amerika

Sering kita mengenal bahwa penemu benua amerika pertama kalinya adalah Christopher Columbus (1492). Tapi anggapan itu masih banyak yang menampiknya. Adalah Admiral Zheng He (Laksamana Cheng Ho) seorang muslim, 70 tahun lebih awal tiba di Amerika dibandingkan bendera Castilian Spanyol yang ditancapkan Colombus.
Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Membawa armada 100 kapal dan sekitar 28,000 anak buah kapal. Armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika. menggunakan kapal yang 4 kali lebih besar dari pada kapal yang digunakan oleh Colombus.
Hal ini dibuktikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London 15 Maret 2002 oleh seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies.
Lain lagi dengan 2 peneliti seperti seorang sejarawan dan ahli geografi muslim Abul-HASSAN ALI IBN AL-Hussain Al-Masudi (871-957 M) menulis dalam bukunya Muruj Adh-dhahab wa maadin aljawhar (Padang rumput dan tambang emas dari jewells) bahwa pada masa pemerintahan Muslim Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912 M), seorang Muslim navigator, Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad, dari Cordova, Spanyol berlayar dari Delba (Palos) pada 889 M, menyeberangi Samudera Atlantik, mencapai wilayah yang tidak dikenal (ard majhoola) dan kembali dengan harta yang menakjubkan. Di Al-Masudi’s peta dunia ada luas dalam lautan kegelapan dan kabut yang disebut sebagai wilayah yang tidak dikenal (Amerika).
Sementara seorang sejarawan muslim Abu Bakr ibn UMAR AL-GUTIYYA meriwayatkan bahwa selama masa pemerintahan khalifah Islam di Spanyol, Hisham II (976-1009 M), seorang navigator Muslim, Ibnu Farrukh, dari Granada, berlayar dari Kadesh (Februari 999 M) ke Samudra Atlantik , mendarat di Gando (Great Canary pulau) mengunjungi Raja Guanariga, dan terus ke arah barat di mana ia melihat dua pulau, Capraria dan Pluitana. Ia tiba kembali di Spanyol Mei 999 Masehi.
Muslim berasimilasi dengan penduduk asli Amerika, Indian. Sehingga meninggalkan sejarah peradaban suku Indian yang berpakaian jubah menutup aurat dan jauh dari keliaran. Seperti suku Cheerokee yang memakai surban dikepalanya. Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Canada ada 81. Coba search Mecca, Cordova, Mahomet, Kabah atau Andalusia akan terurai nama-nama tersebut ada di United States.

16. Industri Sabun

Sabun telah di kenal oleh umat Islam sejak abad ke 9 Masehi. Dikenalkan pertama kali DI DUNIA oleh ilmuwan Muslim yang bernama Ar-Razi atau di Barat dikenal sebagai Razes. Menurut Razi untuk membuat sabun di butuhkan campuran beragam minyak tumbuhan (diantaranya minyak zaitun) dan mencampurnya dengan sodium hidroksida serta bahan-bahan aromatik seperti thyme.
Betapa hebatnya para ilmuwan Muslim terdahulu. Mereka telah benar-benar menerapkan salah satu sabda Rasulullah bahwa “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Selain Ar-Razi, para ahli kimia Muslim abad pertengahan juga telah menemukan sabun wangi yang berwarna serta sabun cair. Bahkan baru-baru ini telah ditemukan SEBUAH MANUSKRIP dari abas ke 13 yang berisi tata cara pembuatan sabun secara lebih mendetail. Berikut penjelasannya:

“Sediakan sejumlah minyak wijen, sedikit potash, alkali dan beberapa jeruk lemon. Kemudian, campur dan rebus bahan-bahan tersebut. Setelah masak, tuangkan campuran penas tersebut dalam cetakan lalu biarkan sampai menjadi dingin. Maka jadilah sabun batangan”

SUBHANALLAH....!!!
Sungguh mengherankan bila di Eropa pada abad pertengahan para raja dan kalangan bangsawan masih menggunakan air seni manusia untuk mencuci baju dan mandi, SEDANGKAN peradaban Islam telah menikmati sabun dalam bentuk batangan. Tapi ironisnya, sumbangsih peradaban Islam ini tidak disebutkan dalam banyak buku sejarah penemuan dunia. Kurun waktu dari abad ke 1 hingga 15 diloncati begitu saja seolah-olah lima belas abad itu tidak ada artinya. T_T huft

17. Sampo buatan Sake Dean Mahomet

Tahukah Anda siapa yang memperkenalkan pertama kali sampo ke dunia Barat??? Dialah seorang Muslim dari Benggali (India) bernama Sake Dean Mahomet yang membawa sampo ke daratan Eropa pada tahun 1759. Dia kemudian memperkenalkan sampo di Inggris dengan membuka “Mahomed`s Indian Vapor Baths” atau “Pemandian wangi gaya India milik Mahomet” di kawasan pelabuhan Brighton. Pemandian ini lebih mirip dengan pemandian gaya Turki atau Turkish Baths dimana ia juga menawarkan pijat terapi kulit kepala atau champi (mengeramas). Mahomet bahkan kemudian di tunjuk sebagai seorang ahli bedah khusus menyampo bagi raja George IV dan William IV.
Nah!
Sejak saat itu para penata rabut di Inggris kemudian mulai membuat sampo dengan cara merebuh sabun batangan dengan air matang yang di bubuhi dengan rempah-rempah untuk membuat rembut berkilau dan wangi.


18. Mesin Robot

Al Jazari (1136-1206) mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri pada abad ke-12. Lahir dari Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai Tigris dan Efrat. Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya.
Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.
Dia adalah penulis Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun 1206. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya, Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.
Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari


18.  Perancang  Air Mancur

Dalam berbagai catatan sejarah Islam, terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media air dalam rancangan sebuah taman. Maupun memanfaatkan media air untuk memperindah ruangan, baik di rumah, masjid, istana, dan taman umum.
Perancang beragam bentuk air mancur adalah Banu Musa Bersaudara hidup pada abad ke-9. Mereka adalah ilmuwan yang sangat aktif berkegiatan di Bayt al-Hikmah, Baghdad, Irak. Ini merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan perpustakaan dan penerjemahan beragam ilmu pengetahuan. Banu Musa bersaudara merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir yang bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma'mun. Pada saat Musa ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda dalam lingkungan kekhalifahan.
Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara. Yang pertama adalah Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir  (803-873). Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. Kemudian, ada juga Ahmad bin Musa ibn Shakir (803-873) yang memiliki keahlian khusus di bidang teknik dan mekanik. Selain itu, juga ada Al-Hasan bin Musa ibn Shakir (810-873). Dia pun memiliki keahlian yang sangat dikuasainya, yaitu bidang rekayasa dan geometri.
Kitab al-Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik merupakan hal bernilai yang ditinggalkan Banu Musa bersaudara. Melalui kitab ini, mereka memberikan warisan berguna bagi perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.
Dalam kitabnya, Banu Musa bersaudara menciptakan rancangan pembuatan air mancur dalam beragam teknik dan trik. Mereka menerapkan beragam prinsip geometri dan fisika untuk membuat air mancur. Kitab tersebut juga memuat tujuh model atau rancangan air mancur.


19. Hukum Gravitasi Universal

Dunia mengenal Sir Isaac Newton (Principia, 1687) sebagai penemu pertama "hukum gravitasi universal" namun sebenarnya jauh sebelum Newton, ilmuan Islam yang juga salah satu dari Banu Musa Bersaudara bernama Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873 di Baghdad, Irak. sudah menciptakan hipotesis akan adanya suatu Daya Tarik raksasa dalam pergerakan benda-benda luar angkasa.
Abu Ja'far Muhammad, yang memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. dalam Kitab al-Hiyal, memberikan penjelasan tentang gerakan bola. Dalam buku tersebut, dia juga menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi.
Karya Abu Ja'far Muhammad lainnya adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik. Ia mengungkapkan adanya gaya tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.

20. Observatorium PERTAMA DI DUNIA buatan Nasir ad-Din at-Tusi (Malagha) dan Ulugh Beg

Menurut catatan sejarah, observatorium pertama yang di buat manusia adalah yang di bangun pada zaman Yunani kuno oleh seorang asronom yang bernama Hipparchus pada tahun 150 SM. Sejak saat itu di seluruh dunia membangun observatorium hanya mencontoh mentah-mentah bangunan ini hingga belakangan ilmuwan Islam lah yang mengoreksinya. Tahun 1259 M, Nasir ad-Din at-Tusi lah yang melakukan hal itu. Ia memimpin beberapa astronom Muslim untuk membangun sebuah observatorium di Malagha. Observatorium itu pun dilengkapi dengan perpustakaan yang koleksi bukunya mencapai 400 ribu judul lebih.
Gambar diri Nasir ad-Din at-Tusi:


Di bawah ini adalah Foto: Observatorium Ulugh Beg di Samarkand

Selain itu, sebuah obsernatorium yang lebih canggih dibangun di Samarkand dengan nama Ulugh Beg. Seorang ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, obserbatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beg. Observatorium itu di bangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi. Ketertarikannya itu bermula ketika dia mengunjungi observatorium di Malagha yang di bangun oleh astronom terkemuka, Nasir ad-Din at-Tusi.

Dulu ana pernah dengar berita saat SMP dahulu bahwa BAHASA TERTUA DI DUNIA ADALAH BAHASA ARAB.
NEGARA PALING TUA DI DUNIA ADALAH NEGARANYA BANGSA ARAB
Ana searching di internet pun dulu tidak ana temukan tapi setelah adanya BUKTI2 atau FAKTA2 ini Ternyata INFO yang ana dengar ini tidak salah. Semakin yakin dan mantab dalam Islam, so? TUNGGU APALAGI???
Mari bersama semangKA untuk menjalankan SUNNAH ROSUL dan SYARI'AT ISLAM...
TEGAK DI ATAS SUNNAH


Ditulis oleh: Siti Mulia Ummu Muhammad Al-Mufarid
Dari Berbagai sumber terpercaya Koran Republika, ON THE SPOT TRANS 7 dLL

MASYA ALLAH
SUBHANALLAH
ALLAHU AKBAR
LAA ILLAHA ILLALLAAH MUHAMMAD DAROSULULLAH
I LOVE ISLAM
I LOVE ALLAH
I LOVE MUHAMMAD RASULULLAH Sholallahu 'Alaihi Wassalam

---SILAHKAN COPAS & SHARE INFO INI KE SELURUH DUNIA-- :-) :-)

Musik, warisan peradaban Islam

Music2
Seni musik berkembang begitu pesat di era keemasan Dinasti Abbasiyah. Perkembangan seni musik pada zaman itu tak lepas dari gencarnya penerjemahan risalah musik dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Selain itu, sokongan dan dukungan para penguasa terhadap musisi dan penyair membuat seni musik makin menggeliat. Apalagi di awal perkembangannya, musik dipandang sebagai cabang dari matematika dan filsafat. Boleh dibilang, peradaban Islam melalui kitab yang ditulis Al-Kindi merupakan yang pertama kali memperkenalkan kata ‘musiqi’. Al-Isfahani (897 M-976 M) dalam Kitab Al-Aghani mencatat beragam pencapaian seni musik di dunia Islam.
Meski dalam Islam terdapat dua pendapat yang bertolak belakang tentang musikada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan. Pada kenyataannya, proses penyebaran agama Islam ke segenap penjuru Jazirah Arab, Persia, Turki, hingga India diwarnai dengan tradisi musik. Selain telah melahirkan sederet musisi ternama, seperti Sa’ib Khathir (wafat 683 M), Tuwais (wafat 710 M), Ibnu Mijjah ( wafat 714 M), Ishaq Al- Mausili (767 M-850 M), serta Al-Kindi (800 M-877 M), peradaban Islam pun telah berjasa mewariskan sederet instrumen musik yang terbilang penting bagi masyarakat musik modern. Berikut ini adalah alat musik yang diwariskan musisi Islam di zaman kekhalifahan dan kemudian dikembangkan musisi Eropa pasca- Renaisans:

Alboque atau Alboka
Keduanya merupakan alat musik tiup terbuat dari kayu berkembang di era keemasan Islam. Alboka dan alboque berasal dari bahasa Arab, ‘albuq’, yang berarti terompet. Inilah cikal bakal klarinet dan terompet modern. Menurut Henry George Farmer (1988) dalam Historical facts for the Arabian Musical Influence, instrumen musik alboka dan alboque telah digunakan oleh musisi Islam di masa kejayaan. Instrumen musik tiup itu diperkenalkan umat Islam kepada masyarakat Eropa saat pasukan Muslim dari Jazirah Arab berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia wilayah barat daya Eropa, terdiri atas Spanyol, Portugal, Andora, Gibraltar, dan sedikit wilayah Prancis. Tak heran, jika masyarakat Eropa meyakini bahwa alboque berasal dari Spanyol, khususnya Madrid.
Gitar, Kecapi, dan Oud
Maurice J Summerfield (2003) dalam bukunya bertajuk, The Classical Guitar, It’s Evolution, Players and Personalities since 1800, menyebutkan bahwa gitar modern merupakan turunan dari alat musik berdawai empat yang dibawa oleh masyarakat Muslim, setelah Dinasti Umayyah menaklukkan semenanjung Iberia pada abad ke-8 M. Oud kemudian berkembang menjadi kecapi modern.
Gitar berdawai empat yang diperkenalkan oleh bangsa Moor terbagi menjadi dua jenis di Spanyol, yakni guitarra morisca (gitar orang Moor) yang bagian belakangnya bundar, papan jarinya lebar, dan memeliki beberapa lubang suara. Jenis yang kedua adalah guitarra latina (gitar Latin) yang menyerupai gitar modern dengan satu lubang suara.
Alat musik Oud juga populer di wilayah Azerbaijan. Masyarakat di wilayah itu menyebut alat musik petik ini dengan sebutan Ud. Masyarakat Eropa Barat mulai mengenal dan menggunakan Oud sejak tahun 711 M.
Alat musik petik khas umat Islam ini hampir sama dengan pandoura yang dikembangkan peradaban Yunani Kuno atau pandura alat musik bangsa Romawi. Zyriab merupakan pemain Oud termasyhur di Andalusia. Dia tercatat sebagai pendiri sekolah musik pertama di Spanyol. Menurut cendikiawan Islam yang juga musisi terkemuka era keemasan, Al-Farabi, Oud ditemukan oleh Lamech cucu keenam Nabi Adam AS.

Hurdy Gurdy dan Instrumen Keyboard Gesek
Hurdy Gurdy boleh dibilang sebagai nenek moyang alat musik piano. Alat musik ini ternyata juga merupakan warisan dari peradaban Islam di zaman kekhalifahan. Marianne Brocker dalam sebuah teori yang diajukannya menyebutkan bahwa instrumen yang mirip dengan hurdy gurdy pertama kali disebut dalam risalah musik Arab. Manuskrip itu ditulis oleh Al-Zirikli pada abad ke-10 M. Alat Musik Organ Jarak Jauh Menurut George Sarton, alat musik organ hidrolik jarak jauh pertama kali disebutkan dalam risalah Arab berjudul, Sirr Al-Asrar. Alat musik ini dapat didengar hingga jarak 60 mil. Manuskrip berbahasa Arab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Roger Bacon di abad ke-13 M.
Instrumen Musik Mekanik dan Organ Hidrolik Otomatis Kedua alat musik itu ditemukan oleh Banu Musa bersaudara. Ilmuwan Muslim di zaman Abbasiyah ini berhasil menciptakan sebuah organ yang digerakkan oleh tenaga air. Secara otomatis tenaga air itu memindahkan silender sehingga menghasilkan musik. Prinsip kerja dasar alat musik ini, papar Charles B Fowler, masih menjadi rujukan hingga paruh kedua abad ke-19 M.
Banu Musa bersaudara juga mampu menciptakan peniup seruling otomatis. Inilah mesin pertama yang bisa diprogram. Menurut Francoise Micheau dalam bukunya berjudul, The Scientific Institutions in the Medieval Near East, Banu Musa mengungkapkan penemuannya itu dalam kitab bertajuk, Book of Ingenious Devices.

Timpani, Naker, dan Naqareh Alat musik timpani (tambur atau genderang)
Menurut Henry George Farmer (1988) dalam bukunya, Historical facts for the Arabian Musical Influence, cikal bakal timpani berasal dari Naqareh Arab. Alat musik pukul itu diperkenalkan ke benua Eropa pada abad ke-13 M oleh orang Arab dan Tentara Perang Salib. Biola, Rebec, dan Rebab Biola modern yang saat ini berkembang pesat di dunia Barat ternyata juga berawal dan berakar dari dunia Islam. Alat musik gesek itu diperkenalkan oleh orang Timur Tengah kepada orang Eropa pada masa kejayaan Kekhalifahan Islam.

Biola pertama berasal dari Rebec yang telah digunakan oleh musisi Islam sejak abad ke-10 M.
Cikal bakal biola juga diyakini berasal dari rebab, alat musik asli dari Arab.
Konon, Al-Farabi merupakan penemu rebab (rebec).
Peradaban Islam di masa keemasan telah menyumbangkan beragam warisan penting bagi masyarakat modern. Masyarakat Barat ternyata tak hanya berutang budi karena telah menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan umat Islam di zaman kekhalifahan, tapi juga di bidang musik dan seni rupa.Pencapaian yang tinggi di bidang musik menunjukkan betapa masyarakat Muslim telah mencapai peradaban yang sangat tinggi di abad pertengahan.

Ishaq Al-Mausili

Musisi Termasyhur Penemu Solmisasi
Ishaq Al-Mausili (wafat 850 M) adalah salah seorang musisi Muslim terbesar di kancah dunia musik Arab pada zaman kekhalifahan. Darah seni menetes dari ayahnya, Ibrahim Al-Mausili (wafat 804 M), yang juga seorang musisi besar.
Ishaq terlahir di Al-Raiy, Persia Utara. Saat itu, sang ayah tengah mempelajari musik Persia. Sang ayah terus mengembara demi mempelajari dan mengembangkan seni musik yang sangat dicintainya.
Suatu waktu, Ibrahim membawa putranya yang mash kecil ke Kota Baghdad metropolis intelektual dunia. Kelak, di pusat pemerintahan Ke – khalifahan Abbasiyah itulah nama Ishaq melambung sebagai seorang musisi legendaris. Kisah masa kecilnya juga tercatat dengan baik. Ishaq cilik memulai pendidikannya dengan mempelajari Alquran dari Al-Kisa’i dan Al-Farra.
Dari Hushaim ibnu Bushair, Ishaq mempelajari tradisi dan budaya. Se – dangkan, pelajaran sejarah diperoleh nya dari Al-Asmai’i dan Abu Ubaidah Al-Muthanna. Sejak kecil, ia sudah kepincut dengan musik. Na – mun, sang ayah bukanlah satu-sa tunya guru yang memperkenalkan dan mengajarinya seni musik. Menurut Miss Schlesinger, Ishaq mempelajari musik dari sang paman, Zalzal, dan Atika binti Shuda yang juga musisi terkemuka. Ishaq dikenal sebagai sosok manusia yang kaya dengan budaya. Ia adalah musisi yang intelek. Hal itu dibuktikan dengan perpustakaan pribadinya yang tercatat se bagai yang terbesar di Baghdad.
Ishaq telah memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu musik. Ternyata, dialah musisi yang memperkenalkan solmisasi: do re mi fa sol la si do.
Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, yang begitu populer di Barat. Musisi Muslim lainnya yang juga memperkenalkan solmisasi adalah Ibn Al-Farabi (872 M-950 M) dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu, Ziryab (789 M-857 M), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad, turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jauh sebelum Guiddo Arezzo muncul de ngan notasi Guido’s Handnya.
Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Guido Arezzo adalah musisi yang pertama kali memperkenalkan solmisasi lewat notasi Guido’s Hand. Ternyata, notasi Guido’s Handmilik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para ilmuwan Muslim.
Para ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain Yunus Alkatib (765 M), Al-Khalil (791 M), Al- Ma’mun (wafat 833 M), Ishaq Al- Mausili (wafat 850 M), dan Ibn Al- Farabi (872 M-950 M).
Ibn Firnas (wafat 888 M)
pun turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena, ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol terhadap musik oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di sekolah-sekolah Andalusia.
Guido Arezzo mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan ilmuwan Muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam Catalogna yang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat Muslim dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika. Lagi-lagi, peradaban Barat mencoba memanipulasi sejarah.



Sumber : Republika Online