Minggu, 22 November 2015
Siapa yang Bisa Melihat Jin..?
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS: Al-An’am 6:112).
ALAM jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama, kadang tinggal dalam rumah yang dibangun atau di diami manusia. Keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah: “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat 51:56).
Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa makhluk ini disebut dengan jin karena secara bahasa jin artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.
Siapa yang bisa melihat jin dan bagaimana wujudnya?
Kecuali dalam kondisi tertentu yang itu pun sangat jarang terjadi. Kondisi dimaksud misalnya ketika seseorang meminum air sihir dari dukun, atau karena jin telah berubah wujud misalnya menyerupai hewan. Tapi sekali lagi hal itu sangatlah jarang. Tidak dapat dilihatnya jin dalam bentuk aslinya, tentu ini merupakan rahmat bagi manusia, karena dengan demikian manusia bisa hidup tenang, tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sedangkan keadaan wujud jin itu sendiri menurut beberapa ayat dan hadits sebagai berikut;
1. Sebagian hewan dapat melihat wujud jin misalnya anjing dan keledai
“Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar ayam jantan berkukuruyuh (kongkorongok), maka mintalah karunia dari Allah, karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari godaan dan tipu daya syaithan karena keledai itu telah melihat syaithan,” (HR. Bukhari Muslim).
Dalam hadits lain dikatakan: Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar anjing menggonggong dan himar meringkik, maka berlindunglah kepada Allah karena sesungguhnya mereka itu melihat sesuatu yang kalian tidak dapat melihatnya,” (HR. Abu Dawud dalam shahih sunannya).
2. Jin memiliki wujud yang sangat jelek
Jin (setan), memiliki bentuk yang sangat jelek. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an ketika Allah menyamakan pohon Zaqum yang tumbuh di dasar neraka, dengan kepala setan dalam hal sama-sama buruk bentuk dan rupanya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah surat ash-Shafat ayat: 64-65: Artinya: “Sesungguhnya dia (pohon Zaqum) adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan” (QS. As-Shafat 37: 64-65).
3. Jin mempunyai dua tanduk dan sayap
Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian bermaksud untuk shalat pada waktu matahari terbit juga pada waktu matahari terbenam, karena pada kedua waktu itu saat dimana dua tanduk setan muncul” (HR. Muslim).
Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menghabarkan kepada kami bahwasannya jin itu terdiri dari tiga kelompok. Pertama, jin yang selalu beterbangan (melayang) di udara, kedua, jin dalam wujud ular-ular dan anjing- anjing dan ketiga, jin yang mempunyai tempat tinggal dan suka bepergian” (HR. Thabrani, Hakim, Baihaki dengan sanad yang shahih).
Dalam riwayat lain dikatakan: Artinya: “Ubaidullah berkata: Imam adh-Dhahhak pernah ditanya: “Apakah setan mempunyai sayap?” ia menjawab: “Bagaimana mereka dapat terbang menuju langit kalau mereka tidak memiliki sayap” (HR. Ibnu Jarir).
[sumber:akhirzaman]
Jin Juga Beribadah Bersama Manusia
JIN ada yang kafir dan ada yang mukmin. Jin yang mukmin bisa juga (dimungkinkan) melakukan ibadah bersama-sama dengan manusia. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa ketika shalat malam maka dibelakangnya diikuti jin, untuk ikut berjama’ah. Jin juga mendengarkan Al-Qur’an apabila kitab itu dibacakan oleh manusia, terutama oleh kyai di waktu malam yang sunyi. Bahkan tak sedikit para kyai di Negara kita ini yang mempunyai santri jin. Anak-anak jin mukmin disekolahkan ke kyai itu dengan maksud menimba ilmu pengetahuan agama.
Tersebutlah dalam suatu riwayat bahwa suatu hari Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya pegi ke pasar Ukaz. Saat itu ia menjumpai setan-setan yang membawa berita dari langit dan terkirim juga pancaran api. Namun setan-setan yang membawa kabar dari langit itu secepat kilat kembali lagi menemui kaumnya.
“Mengapa kalian tergopoh-gopoh?” tanya diantara kaum setan itu.
“Berita kita terhalang karena tidak sampai ke bumi,” jawab setan yang telah kembali tersebut.
“Berita dari langit terhalang karena mungkin ada suatu kegiatan atau peristiwa yang menghalang-halanginya. Untuk itu cobalah kalian memeriksa ke segala penjuru dunia, dan berkelilinglah ke penjuru barat dan timur!” perintah iblis kepada anak buahnya.
Maka setan-setan (tentara setan) itu pun berkeliling ke penjuru barat dan timur. Mereka melintasi jalan Thiamah lewat di mana Nabi Muhammad sedang mengerjakan shalat subuh bersama para sahabat. Saat itu Rasulullah membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan setan-setan itu mendengarkan. Setelah ayat Al-Qur’an itu selesai dibaca maka setan berkata kepada temannya, “Kiranya inilah yang menyebabkan kita semua terhalang mendapatkan berita langit.”
Kemudian setan-setan itu kembali kepada kaumnya seraya berkata: “Wahai kaum kami, kita telah mendengarkan Al-Qur’an yang amat mengagumkan dibaca. Ia memberi petunjuk kepada kebenaran, maka kitapun harus beriman kepadanya dan kita tidak akan menyekutukan sesuatu pun dengan tuhan kita!”
Sesungguhnya Nabi tidak mengetahui kalau jin-jin itu mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang beliau lakukan. Namun karena Allah berfirman: yang artinya Katakanlah (wahai Muhammad) “Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya telah mendengar sekelompok jin akan bacaan Al-Qur’an.”
Sahibul hikayat (sebuah riwayat) menerangkan bahwa suatu ketika Shofwan bin Mahrozi Al Mazini pernah sembahyang malam (tahajud). Tiba-tiba terdengar di belakangnya suara rebut-ribut. Hal ini membuat Shofwan jadi tidak tenang. Namun tiba-tiba ada suara yang menyerukan kepada dirinya: “Wahai hamba Tuhan, janganlah engkau merasa takut kami adalah saudara-saudara sendiri yang ingin beribadah bersamamu. Yakni shalat tahajud. Setelah itu ia merasa tenang kembali.
Suatu ketika jin Ifrit datang dan berusaha membatalkan shalat Rasulullah. Sebab saat itu Rasulullah sedang melakukan shalat. Tetapi Rasulullah tak tergoda sama sekali bahkan bisa memegang jin Ifrit tadi. Rasulullah bermaksud mengikat pada tiang masjid namun dibatalkan dan jin Ifrit itu pun dilepaskan. Cerita ini bersumber dari sabdanya sendiri yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra sebagai berikut:
“Sesugguhnya Ifrit berusaha dengan penuh kesungguhan untuk membatalkan shalatku. Tetapi Allah Swt memberikan kemenangan kepadaku atasnya (atas godaan tersebut). Dengan demikian aku dapat menolaknya dengan keras. Setelah aku dapat memegangnya aku bermaksud mengikatnya pada tiang masjid sehingga kamu semua dapat melihat jin Ifrit itu. Tetapi tiba-tiba aku teringat do’a sahabatku Nabi Sulaiman: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku.” Maka jin yang kupegang itu kulepaskan.”
Dari hadits dan riwayat diatas maka tidak menutup kemungkinan apabila jin yang mukmin mengikuti kita shalat dibelakang. Lalu bagaimana hukumnya jika jin turut beribadah bersama manusia? Apabila suatu ketika jin ikut bersembahyang jama’ah dengan manusia maka hukumnya boleh atau sah. Sebab suatu waktu (suatu ketika) Nabi Muhammad ditanya oleh jin: “Bagimana keadaan kami yang ingin melakukan sembahyang bersamamu di masjidmu, sedangkan kami jauh dari masjidmu wahai Rasulullah?” Dari pertanyaan itu maka turunlah firman Allah kepada Nabi Muhammad: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin : 18)
Riwayat tersebut diatas yakni pertanyaan jin kepada Rasulullah itu dirawikan oleh Said bin Jubair. Dan dari Ibnu Mas’ud bahwasanya ia mengisahkan pertemuan jin dengan Rasulullah ketika melakukan shalat. Diantara cuplikan kisah yang diceritakan Ibnu Mas’ud adalah sebagai berikut:
Ketika pertemuan dengan jin itu berlangsung sampai selesai, maka ada dua orang diantara mereka tertinggal. Lalu berkata kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah kami ingin melakukan shalat subuh bersamamu.”
“Apakah engkau membawa air?” tanya Rasulullah kepada Ibnu Mas’ud seraya mengalihkan pandangannya.
“Tidak ada air ya Rasulullah, yang ada satu bejana yang berisi anggur,” jawab Ibnu Mas’ud.
“Buah yang bagus dan air yang suci dan mensucikan,” gumam Rasulullah. Lantas beliau berwudlu dari air itu dan melakukan shalat.”
Setelah beliau melakukan shalat lantas ada dua orang yang meminta harta benda sebagai bekal mereka.
“Apakah belum kuperintahkan untuk mengambil sesuatu yang baik bagimu sebagai bekalmu dan kaummu?” tanya Rasulullah pada dua orang tadi.
“Benar ya Rasulullah, tetapi kami ingin sekali melaksanakan shalat bersamamu,” jawab diantara salah satu orang tersebut.
“Dari daerah mana engkau berasal?” tanya Rasulullah.
“Dari daerah Nashibin,” jawab orang itu, maka Rasulullah pun bersabda:
“Berbahagialah sekali dua orang jin ini dan kaumnya, dan diperintahkan kepada mereka untuk menjadikan kotoran tulang sebagai makanan dan lauknya dan melarang bersuci dengan tulang dan kotoran.”
Dengan demikian maka jelaslah bahwa jin itu shalat bersama manusia (kadangkala). Dan hukumnya adalah syah. Jin yang demikian ini berarti jin yang mukmin. Namun adapula jin yang jahat dan kafir. Jin yang jahat dan kafir inilah cikal bakal sebagai pembantu dukun dan tukang sihir untuk mencelakakan dan mengganggu manusia. Jin kafir adalah suatu tenaga-tenaga yang terampil dan sangat cocok sebagai persekutuan dalam ilmu perdukunan.
Jin yang kafir derajatnya sama dengan Iblis atau setan. Dimana pekerjaannya hanya suka menimbulkan kerusakan-kerusakan. Mereka senang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Jin-jin yang sudah demikian ini akan bersekutu dan bekerja sama dengan dukun-dukun, serta ahli sihir untuk membantu pekerjaannya. Jin ini akan mau diperintahkan dan diminta tolong untuk mengintip rahasia dunia yang berada di langit. Jin yang demikian ini tak segan-segan dan tak akan membantah perintah dukun dalam mencabut nyawa manusia dan mencelakakannya.
Jin kafir senang mengganggu, menyusup pada jiwa raga agar keluarganya menjadi tidak tenang. Cara lain yang sering dilakukan jin ialah dengan memukul, menjerumuskan ketika seseorang sedang berjalan dan membuat ketakutan agar manusia jadi stres. Bahkan jin juga bisa atau mau disuruh mencuri barang-barang milik orang lain. []
____________
Diasuh oleh Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB 26A D4A 15.
Jumat, 13 November 2015
Ini Dia Macam-macam Uang Indonesia Tempo Dulu
Menurut artinya, mata uang adalah alat tukar yang berlaku untuk transaksi jual beli. Nah, pada jamannya alat tukar di Indonesia menggunakan sistem barter. Hingga akhirnya jaman lebih maju, manusia mulai menggunakan alat penukar, walaupun belum berupa uang. Alat ini disebut uang barang. Barulah setelah manusia menguasai penggunaan tulisan dan huruf, dikenallah uang atau disebut uang kepercayaan atau yang disebut (uang fiduciair).
Mata uang Indonesia diberi nama Rupiah ini seringkali mengalami perubahan-perubahan baik dari warna, nilai dan juga gambarnya. Nah, buat kalian yang penasaran seperti apa macam-macam mata uang tempo dulu. Ini dia gambar-gambarnya
....
Mata uang Indonesia diberi nama Rupiah ini seringkali mengalami perubahan-perubahan baik dari warna, nilai dan juga gambarnya. Nah, buat kalian yang penasaran seperti apa macam-macam mata uang tempo dulu. Ini dia gambar-gambarnya
....



























Wah, baru tahu nih kalau dulu sempat ada uang senilai 2,5 sen ya

SUMBER : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3313968969790118341#editor/target=post;postID=8888100306139967795
Kamis, 12 November 2015
SEJARAH TERORISME

Peristiwa pembakaran sebuah masjid saat sedang dilaksanakan Shalat Idul Fitri di Tolikara, Papua, membuka mata semua orang. Aksi terorisme bukanlah monopoli satu kelompok, agama, atau ras tertentu saja. Teroris metelah lama ada dan diadopsi banyak manusia. Ia bukanlah persoalan pelaku semata.
Tapi melibatkan ideologi juga. Ia bukanlah monopoli ras atau agama tertentu. Tapi perjalanan sejarahnya telah ditulis oleh banyak kemlompok dan individu. Ia tidak melulu menampilkan fisik berjanggut lebat dan bersurban. Kadang mereka berdasi dan berlaku lebih mengerikan.
Kini, boleh jadi sekelompok orang menamakan diri moderat dan toleran. Namun ternyata mereka sempit pengetahuan dan pemahaman. Karena apa? Karena hanya tahu kalau terorisme itu adalah monopoli ras dan agama tertentu saja.
PENGERTIAN TERORISME
Terorisme belum memiliki pengertian yang utuh menyeluruh. Ia masih didominasi banyak kepentingan dan dorongan kekuasaan. Negara-negara kuat mendefinisikan terorisme dengan menyebut orang ketiga. Meskipun mereka adalah pelakunya.
Intinya, terorisme adalah sebuah ideologi yang mendorong untuk melakukan kekerasan, untuk menciptakan kondisi atau sebuah iklim ketakutan di dalam masyarakat. Jadi, mereka bukan hanya sekedar melakukan pembunuhan. Namun mereka juga menimbulkan efek ketakutan yang luas. Kemudian pengertian ini berkembang bahwa terorisme adalah cara atau teknik intimidasi dengan sasaran sistematik, demi suatu kepentingan tertentu (Hendropriyono, 2009: 25).
SEJARAH AKSI TERORISME
Motivasi Agama/Ideologi
Pertama: Kelompok Assassins
Sejarah mencatat pada abad ke-11 terdapat Ordo Para Pembunuh (Order of the Assassins) yaitu sebuah cabang dari kaum Syiah Ismailiyah. Hassan Sabah, pendiri ordo ini lahir di Qom, pusat Syiah di Persia utara (Iran sekarang). Hassan Sabah mengadopsi doktrin Syiah Ismailiyah yang ekstrim yang mendorongnya untuk melakukan pembunuhan dan perampasan beberapa benteng di pegunungan. Seperti Benteng Alamut yang direbut pada tahun 1090.

Korban pertama pembunuhan mereka di perkotaan adalah perdana mentri dari Sultan Baghdad, Nizham al-Mulk, yang bermadzhab Sunni.Tahun-tahun berikutnya kelompok pembunuh ini aktif beroprasi di Persia, Suriah, dan Palestina. Mereka membunuh sejumlah besar musuhnya yang kebanyakan orang-orang Sunni.
Di samping itu, sasaran mereka juga orang-orang Kristen, termasuk Count Raymond II dari Tripoli yang dibunuh di Suriah. Juga Marquis Conrad dari Montferrat yang memerintah kerajaan Jerusalem.
Kedua: Thugee
Thugge (pembunuh sadis) adalah kelompok teroris Hindu India yang muncul pada tahun 1356. Kelompok ini setidaknya beraksi selama 450 tahun atau bahkan 600 tahun. Mereka menjalankan aksinya atas dasar motivasi religius. Aksi teror yang mereka lakukan adalah persembahan untuk Dewi Kali.
Mereka membunuh korban-korbannya dengan cara mencekik leher. Setelah korban tewas, mereka membakar jasad-jasadnya dan merampok benda-benda berharga.
Ketiga: Kelompok Teroris Yahudi, Sicari.
Kelompok Sicari melakukan aksinya dengan sistematis. Mereka terlibat dalam pengepungan terhadap ‘pengikut setianya’ untuk kemudian melakukan bunuh diri kolektif. Seperti yang terjadi di Masada tahun 1973. Para ultra-patriot tersebut menyerang musuh pada siang hari. Di tempat-tempat ramai. Serta kerap dilakukan pada masa liburan atau hari-hari besar.
Kelompok teroris Yahudi ini menggunakan senjata tajam yang disebut sica.Sejenis pisau pendek yang disembunyikan di balik jubah yang mereka pakai. Mereka membunuh seorang petinggi Katolik. Membakar rumah orang awam. Menghancurkan arsip-arsip negara. Serta menjarah istana dinasti Herodes.
Serangan mereka juga ditujukan kepada para lintah darat. Kemudian mengadakan perang gerilya di daerah pedalaman Roma. Adapun pusat kegiatan terorisme Sicari adalah di Jerusalem.
Keempat: Teroris Kaum Fasis dan Komunis
Di era Perang Dunia I, di Rusia muncul kelompok yang dikenal dengan The Black Hundred. Kelompok anti-Semit ini terlibat dalam pembantaian umum dan pembunuhan beberapa pemimpin liberal saat itu. Ada pula Ustasha di Kroasia. Kelompok ini menuntut kemerdekaan atas wilayah mereka. Aksi Ustasha yang paling menyentak adalah pembunuhan atas Raja Alexander dari Yugoslavia dan Perdana Mentri Perancis Louis Barthou saat keduanya mengadakan pertemuan di Marseiles bulan April 1934.
Di Rumania muncul The Iron Guard yang sebelumnya dikenal dengan Legiun Malaikat Michael. Kelompok ini melakukan aksi terorisme di Eropa Timur sampai Timur Tengah. Demikian juga aksi teroris kaum komunis di Bulgaria pada tahun 1923 yang meledakkan Katedral Sofia.
Kelima: Teroris Yahudi di Palestina.
Aksi terorisme di Palestina dipelopori oleh kelompok Yahudi yang bernama Irgun. Mereka muncul di era Perang Dunia II.

Kemudian beberapa anggota kelompok ini bergabung dengan Inggris. Ada pula kelompok yang lebih kecil dari Irgun, Genk Stern (Pejuang bagi Kebebasan Israel). Dan teroris Yahudi pendukung zionis yang dikenal dengan Haganah.
Masih banyak sekali kelompok-kelompok teroris yang memiliki motivasi ideologi, baik dari Islam maupun non-Islam. Seperti: Jamaah Islamiyah, al-Qaeda, Hizbullah, ISIS, Biksu Budha Myanmar, dll.
Motivasi Sosial dan Politik
Pertama: Pejuang Kemerdekaan Amerika
Dahulu, Kerajaan Inggris menyebut jaringan revolusioner Amerika Serikat sebagai teroris. Para revolusioner ini terlibat dalam pemaksaan wajib militer bagi orang-orang Amerika dengan sanksi yang mengerikan. Mereka menembak mati orang-orang yang dituduh sebagai pengkhianat. Dan kebanyakan di antara mereka adalah salah sasaran. Mereka menyiksa dan membunuh para pembelot dan orang-orang yang lari dari medan perang karena sakit atau takut. Mereka menjarah dan merampok dengan kejam tanpa terkecuali. Hal itu bertujuan untuk mengumpulkan dana revolusi. Dalam kacamata abad 21, maka para pejuang kemerdekaan Amerika Serikat dikategorikan sebagai teroris.
Kedua: The Secret Society (Masyarakat Rahasia) di Italia.
The Secret Society berjuang untuk persatuan Italia. Kelompok yang memiliki ciri menggunakan Karaben (sejenis senjata api otomatis) ini berhasil mencapai cita-citanya padatahun 1871. Mereka adalah kelompok karaben yang tak mengenal belas kasihan. Orang-orang yang menghalangi mereka, akan dibunuh tanpa terkecuali.
Sebagaimana kebiasaan teroris, anggota kelompok ini juga memutuskan hubungan individual dengan keluarga-keluarga mereka. Setiap anggota harus melakukan apa saja yang dikehendaki olehkelompok. Bahasa haus darah menjadi ciri khas gerakan ini.
Kemudian, kelompok ini menginspirasi terbentuknya masyarakat rahasia anti Austria dan masyarakat rahasia anti Revolusi Perancis.
Ketiga: Internal Macedonian Revolutionary Organization (IMRO)
IMRO adalah alat pemerintah Bulgaria yang sebagian besar digunakan untuk melawan Yugoslavia. Ketergantungan IMRO terhadap Bulgaria berujung pada perpecahan dan perang internal di antara teroris IMRO sendiri. Korban-korban yang berjatuhan pada akhirnya yang paling banyak adalah penduduk Macedonia sendiri dari pada musuh-musuh IMRO.
Pada akhirnya, Macedonia tidak berhasil memperoleh kemerdekaannya secara utuh. Kemerdekaan baru tercapai setelah bubarnya Yugoslavia.
Dan masih banyak lagi kelompok teroris yang aksinya dilatar-belakangi isu sosial dan politik. Seperti Tupamaros di Uruguay, Organisasi Papua Merdeka (OPM), gangster-gangster,dan termasuk aksi terror seorang Kristen yang bernama Andres Breivikpada 22 Juli 2011. Seorangdiri, ia membunuh 77 orang dan melukai 319 lainnya. Kebanyakan dari korban adalah anak-anak.
Penutup
Dengan demikian, memojokkan umat Islam dengan gelaran teroris adalah tuduhan tak beralasan. Hal itu semata-mata hasutan dan upaya menyebar kebencian. Sama halnya menuduh etnik atau ras tertentu sebagai teroris.
Teroris tidak dipandang dari ciri fisinya. Ia adalah sebuah ideologi atau pemikiran yang tersimpan di kepala dan dada pelakunya.
Sumber:
– Hendrpriyono, 2009, Terorisme; Fundamentalis Kristen, Yahudi, Islam. Jakarta: Kompas.
– wikipedia.org
– Hendrpriyono, 2009, Terorisme; Fundamentalis Kristen, Yahudi, Islam. Jakarta: Kompas.
– wikipedia.org
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi97)
Artikel www.KisahMuslim.com
Artikel www.KisahMuslim.com
SEJARAH PULPEN

Bagian-bagian bolpoin dengan ujung yang dapat ditarik, dan ketika dipasang kembali
Bolpoin atau pena adalah alat tulis yang ujungnya menggunakan bola kecil yang berputar untuk mengontrol pengeluaran tintakental yang disimpan dalam kolom berbentuk silinder. Ujung bolpen berupa bola kecil dari kuningan, baja, atau tungsten karbidayang diameternya berbeda-beda, umumnya 0,7 hingga 1,2 mm. Besar diameter bola berpengaruh pada ketebalan tulisan di atas kertas. Tinta kering dalam seketika setelah bersentuhan dengan kertas. Bolpoin berbeda dengan pulpen, bolpoin berharga murah dan bebas pemeliharaan.
Awalnya, alat tulis yang menggunakan tinta adalah pena dan tinta yang digunakan terpisah. Pena yang digunakan pada awalnya dibuat dari bulu angsa seperti yang lazim digunakan di Eropa pada abad pertengahan, batang alang-alang air yang digunakan diTimur Tengah atau bahkan kuas yang digunakan di Cina dan Jepang. Kelemahannya adalah penggunaannya sering merepotkan para pemakainya karena tintanya berceceran atau bahkan tumpah di atas kertas.
Sejarah
Bolpoin diciptakan oleh jurnalis Hungaria, László Biró pada tahun 1938. Biro memperhatikan bahwa tinta yang digunakan dalam percetakan surat kabar mengering dengan cepat dan tidak meninggalkan noda pada kertasnya. Kesulitan-kesulitan lain saat menggunakan pena untuk mengoreksi naskah-naskah yang ditulis pada kertas tipis seperti tinta yang melebar, tumpah atau kertas yang sobek karena sabetan pena yang cukup tajam.
Bersama saudara lelakinya George, seorang kimiawan, dia mengembangkan ujung pen yang baru berupa sebuah bola yang dapat berputar dengan bebas pada sebuah lubang. Saat berputar, bola tersebut akan mengambil tinta dari sebuah kartrij, tinta membasahi bola kecil yang mengalir secara kapiler dan dengan bantuan gravitasi. dan kemudian menggelinding agar melekatkannya pada kertas. Karena bola kecil itulah maka pena baru itu dinamakan ball point pen atau yang lazim dikenal dengan nama bolpoin.
Rancangan ini kemudian dipatenkan di Argentina pada 10 Juni 1943 dan dijual dengan merek Birome, yang masih bertahan hingga saat ini.
Berkembangnya bolpoin
Dua orang berkebangsaan Inggris, Henry Martin dan Frederick Miles mendukung gagasan ini. Mereka kemudian ikut menekuni pembuatan alat tulis baru ini dan dijual ke Angkatan Udara Inggris yang memerlukan alat tulis yang anti bocor dan meluap untuk digunakan pada pesawat terbang yang digunakan pada Perang Dunia II.
Pada waktu yang bersamaan, di Amerika Serikat, Milton Reynolds asal Chicago membeli alat tulis baru itu. Ia kemudian menyempurnakannya dan menjualnya kepada tentara Amerika. Namun bolpoin itu masih belum sesempurna bolpoin yang ada pada saat ini.
Franz Szech, seorang warga California, berusaha mencari tinta yang sempurna dan berhasil membuat tinta tersebut dari dapur rumahnya.Tinta itu jauh lebih awet dan tahan lama berada dalam bolpoinnya, namun sayangnya tinta itu lambat laun menjadi kering bila terkena udara.
Setelah perang dunia II usai, orang-orang berkumpul di etalase pusat pertokoan Gimbels di New York. Di etalase ini disediakan sebuah tanki air besar yang dikerumuni oleh pengunjung. Tangki air ini digunakan untuk mendemonstrasikan alat tulis berupa pena yang digunakan di bawah permukaan air. Pena tersebut dipromosikan menggunakan tinta buatan Szech.
Bolpoin ruang angkasa
Sebelum menggunakan bolpoin khusus, para antariksawan atau astronot memakai pensil karbon biasa karena bolpoin biasa tidak akan bisa digunakan akibat tekanan vakum di luar angkasa yang akan menyedot habis tintanya.
Bolpoin khusus ruang angkasa dirancang oleh Paul C. Fisher, pada bulan juli 1966. Uji coba pena tersebut meliputi kondisi di bawah air, ruang tanpa bobot dan tekanan hampa. Pena ini diuji pertama kali oleh Dr Robert Gilruth, Direktur NASA, di Houston, Texas. Pada tahun 1967, bolpoin ini lulus ujian dan dipilih untuk digunakan oleh para astronot Apollo.
Karena bolpoin biasa menggunakan gaya gravitasi bumi untuk mengeluarkan tintanya. Maka harus ada lubang untuk pernapasan di ujung atas tabung resorvoirnya. Namun untuk bolpoin ruang angkasa, lubang pernapasan ini tidak mungkin bisa diaplikasikan karena tinta akan tersedot habis oleh tekanan vakum di luar angkasa. Maka dari itu, tintanya dibuat dari bahan rumit. Misalnya, thixotropic, solid-gel ink, cohesive, adhesive dan visco-elastis (bentuknya seperti permen karet). Tinta ini mampu melawan tekanan hampa di luar angkasa. Tinta dijamin tidak akan kering selama 100 tahun.
Masih tentang bolpoinnya, karet sealant-nya ekstra keras dan rapat untuk menahan tinta tak tersedot oleh tekanan vakum. Tapi di sisi lain, tinta harus bisa dikeluarkan bila bolpoin digunakan. Karet ini diriset dan direkomendasi oleh NASA. Untuk mendorong agar tinta keluar, di tabungnya yang berukuran setengah jari kelingking itu diisi gas Nitrogenberkekuatan 3,139 kg/cm, gas yang dipakai untuk peredam kejut dan ban mobil balap F-1. Pada suhu beku -15,12 derajat Celsius atau panas 662,4 derajat Celsius, pena tetap berfungsi.
Sementara itu, ujung pena terbuat dari stainless steel (baja tahan karat) berbentuk bola yang akan berputar seirama pena digerakkan. Tinta thixontropic yang menempel di bola baja ini sangat halus sehingga mampu menyelip di antara karet sealant viscoelastic. Walaupun halus, tinta ini mampu tetap tegas terbaca dan hampir tidak tergantung dalam kondisi apapun dimana bolpoin ini bisa dipakai.
Selain NASA, bolpoin yang bermerk Fisher's Space Pen tak cuma dipakai para astronot dan NASA. Pemerintah Rusia juga menggunakan bolpoin ini untuk kosmonotnya.
Kisah dibalik bolpoin antariksa
Bolpoin Fisher's space pen ini juga menyimpan kisah lain dari misi pendaratan manusia pertama di bulan yang dimana para astronot itu nyaris tidak bisa kembali ke bumi.
Ketika tugas di bulan selesai dan para astronot harus kembali ke bumi, tiba-tiba terjadi insiden. Saat mereka kembali ke lunar module, tiba-tiba salah satu dari penyangga (life support) melayang dan menghantam plastik pelindung saklar starter mesin lunar Module. Tidak dijalaskan siapa pemiliknya.
Insiden ini berakibat fatal. Plastik pelindung ini ternyata cukup rapuh dan tak sanggup berfungsi sebagai pelindung. Akibatnya saklar rusak dan mesin roket tidak mau hidup.
Masalah seperti ini memang sudah diperhitungkan dan harus bisa diantisipasi. Antara astronot dan cotrol room di Houston terjadi komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebenarnya masalah itu mudah, mesin bisa dihidupkan dengan menggunakan obeng. Namun kendalanya astronot tidak dibekali kunci-kunci untuk menekan bobot. Kemudian dari eksperimen kilat, badan pena ruang angkasa Fisher tersebut mampu menghantarkan listrik dengan daya listrik, tegangan listrik, kuat arus listrik dan hambatan listrik ekstra presisi dan semua telah dipenuhi oleh bolpoin tersebut. Berkat bolpoin yang dibawa tersebut yang digunakan untuk menghubungkan aliran listrik pada saklar yang rusak tersebut, para astronot dapat kembali ke bumi dengan selamat.
Kisah ini diungkap oleh John McLeish humas NASA yang dikarantina bersama Edwin Aldrin dan Neil Armstrong setelah mereka berdua selamat mendarat di bumi. Kisah ini tidak terekspos karena semua orang pada waktu itu termasuk NASA terkesima dengan pendaratan manusia di bulan.
SEJARAH PENSIL
Pensil yang sudah diraut
Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
Sejarah
Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya "seperti timah" mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.
Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.
Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunanigraphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.
Perkembangan Pensil
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang.
Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil.
Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan.
Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte.
Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer.
Pemrosesan modern
Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini kemudian diberi air, dianginkan, dan kemudian dibakar selama tiga hari. Kemudian isi pensil yang telah dicetak menjadi bentuk yang panjang dan tipis dilapisi dengan kayu halus.
Awalnya pensil lebih banyak dibuat dalam bentuk persegi karena keterbatasan mesin produksi. Namun di era modern, lebih banyak ditemui bentuk bulat yang lebih nyaman digenggam. Meskipun demikian, tetap banyak yang menggemari bentuk pensil bersudut karena memberi pegangan yang lebih kuat dan mudah dikontrol saat menulis.
Karakteristik
Berbeda dengan pena, pensil cenderung memberikan kesan abu-abu dan warna yang lemah dan pecah dibandingan dengan pena yang memberikan warna yang padat dan tajam. Pensil juga lebih mudah dihapus dibandingkan pena.
Beberapa pensil disertai dengan penghapus untuk alasan kepraktisan. Pensil seperti ini sangat disukai pelajar. Namun kebanyakan seniman profesional yang mengutamakan mutu akan lebih menyukai pensil tanpa penghapus, mengingat penghapus ini diragukan mutunya dan frekuensi menghapus yang lebih besar akan membuat penghapus yang terlalu kecil akan cepat terbuang sia-sia.
Identitas
Pensil dibedakan menurut komposisi . Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.
Warna pensil memperlihatkan area produksinya. Pabrik-pabrik di Amerika Utara memberi warna kuning, Jerman dan Brasil memberi warna hijau. India dan beberapa wilayah Asia memberi warna hitam dan merah. Swiss memberi warna merah. Sedangkan Inggris memberi warna kuning dan hitam. Kebanyakan standardisasi warna ini diciptakan produsen Faber-Castell. Namun banyak pula produsen yang tidak mengikuti standar ini.
SEJARAH SEPEDA MOTOR
Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya.
Sejarah
Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa pedal tongkat itu (tatocipede) bisa bergerak tapi bagaimana? Rick Boneshaker akan menjawabnya. Katanya "Oh,ini jawabannya. Dua orang harus memutar engkol di sisi kanan dan kiri sepeda "primitif" tersebut dengan pedoman kecepatan mendekati 109 km/jam. Setelah itu, tatocipede akan bergerak sesuai kecepatan engkol berputar dengan urutan sebagaiberikut: kiri,kanan,berputar,atas,depan,bawah,belakang,barat laut. Tidak sulit kan?"
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan pedal khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerikadan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Jenis-jenis sepeda
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.
- Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
- Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
- Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
- Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek funsional. Biasanya memiliki sebuah boncengan dan keranjang.
- Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
- Sepeda angkut atau sepeda yang berdesain klasik (tua) termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos dan sepeda ontel yang memiliki besi kuat dan diameter roda yang besar mampu untuk keperluan berboncengan dan membawa barang.
- Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah
- Sepeda Balap - Sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
- Sepeda Motor - bertenaga mesin dengan mengunakan bahan bakar berjenis bensin sebagai sumber daya utamanya. Dengan semakin berkembangnya teknlogi pada industri kendaraan roda dua.
Langganan:
Postingan (Atom)

