Minggu, 27 November 2011

Sekilas Penjelasan Mengenai Kebenaran Sifat Alami "Wujud UFO"


[A Brief Account of The True Nature of The "UFO-entities"]
oleh: Gordon Creighton ©
"Mereka adalah pembohong dan penipu, dengan akal bulusnya untuk kesenangan mereka semata, serta menyesatkan umat manusia dengan segala macam omong kosong yang tidak masuk akal"
Tulisan ini yang aslinya dimuat dalam majalah FSR29/1 (Oktober 1983) sekarang dimuat lagi atas dasar permintaan sejumlah pembaca, dan untuk mengingatkan semua pamirsa mengenai kebohongan apa yang ada di hadapan umat manusia. Sejak tulisan ini diterbitkan, ia di seluruh dunia, telah diperlakukan dengan sikap bisu seribu bahasa.. Terdapat sebuah kesepakatan di antara ahli UFO pada kedua sisi mengenai Atlantis yang tidak akan pernah disinggung.
Konsultan FSR, Dr Richard F. Haines mengharapkan kepada saya untuk mencetak tulisannya yang komprehensif berjudul REVIEW OF EXPLANATORY HYPOTHESES FOR UNIDENTIFIED AERIAL PHENOMENA, dan saya melakukan sesuai dengan yang dimintanya. Namun perlu di catat bahwa dia tidak menggap penting untuk menyertakan referensi walau sedikitpun dalam karyanya, meskipun sebagai sebuah isyarat kebaikan.
Empat orang ahli terkemuka dunia dalam masalah Ufology telah menulis surat kepada saya yang menilai bahwa saya berada dalam jalur yang benar. Hanya seorang dari mereka - Ann - Druffel - yang mempunyai keberanian dengan mengatakannya di depan umum.
Salah satu ciri khas aneh pengikut berbagai agama, yang tentunya karena secara dogmatis diyakinkan bahwa di dalam kepercayaan mereka sendiri, walau belum lengkap, menganggap sudah mencakup keseluruhan mengenai Kebenaran yang menyangkut segala sesuatu, baik mengenai Dunia maupun Akhirat, dan hampir tidak pernah ada dari mereka melihat kedalam agama lain, apa yang sudah diketahui dan ditemukannya.
Tentu saja hal ini disayangkan, karena dengan mempelajari semua agama-agama besar - dan terutama Islam - akan memberikan petunjuk-petunjuk yang bermanfaat menyangkut kebenaran sifat mengenai apa yang disebut "Fenomena UFO" dan akan dengan cepat menghilangkan kebodohan "Space-Age Mythology" yang telah meluas dan melimpah sedemikian rupa lebih dari tiga dekade terakhir ini.
Sebenarnya ajaran Islam memahami keberadaan dari keseluruhan tiga jenis makhluk berakal yang terpisah satu sama lain di alam semesta ini, dan bahkan dapat melengkapi dengan keanehannya secara rinci dan tepat mengenai sifat, peran dan aktivitasnya.
Malaikat, Manusia dan Jin
Jenis pertama adalah Malaikat atau Utusan (Yunani: Angelos; Yahudi: Malach; Arab: Malak ). Mereka adalah makhluk yang mulia diciptakan dari cahaya.
Jenis ketiga adalah Manusia, menurut al-Qur'an, diciptakan badan kasarnya dari tanah lempung yang kering, atau, dengan kata lain, dengan bahasa yang puitis, mereka memiliki badan pisik terdiri dari unsur-unsur mineral dan kimia dari "daftar susunan unsur kimia - The Planetary body" , sebagaimana Gurdjieff menyebutnya.
Jenis kedua, salah satu makhluk berakal yang berkaitan dengan bahasan kita disini, yaitu jenis makhluk ini (yang diciptakan seblum manusia) yang secara bersama dalam bahasa Arab menunjuk kepada Al-Jinn.1.. Meskipun terdapat beberapa silang pendapat di antara para ahli tata bahasa Arab, umumnya para ahli lexicologi bahasa Arab berpendapat bahwa kata Al-Jinn berasal dari - sebagaimana kata-kata bahasa Arab hampir bervariabel - dari akar kata kerja, yaitu janna, "bersembunyi atau menyembunyikan" - sesungguhnya sebuah arti yang sangat sesuai dengan asal mula dari nama makhluk ini.
Sedangkan badan Malaikat adalah cahaya dan badan manusia adalah unsur-unsur Tanah kasar, badan Jin terdiri dari apa yang secara bervariasi diterjemahkan sebagai "unsur api". 2 atau "unsur api yang sangat panas" 3 , atau "api yang sangat panas tanpa asap" , namun secara jelas disebutkan di dalam Qur'an (Surah XV, ayat 26 dan 27) bahwa mereka diciptakan sebelum manusia. (Beberapa orang sarjana berspekulasi bahwa mereka mungkin the "Pre-Adamic men" yang keberadaannya diisyaratkan disini dan disana dalam "Bibel Suci)
Mahasiswa-mahasiswa Arab modern banyak memperdebatkan mengenai apa yang secara pasti yang dimaksud dengan istilah "min nari al-samumi" 2 dan "min marijin min narin" 3 yang artinya dapat masuk akal dalam bahasa percakapan modern sehari-hari, dan beberapa sarjana telah menyimpulkan bahwa, dengan menggunakan istilah-istilah ini, Nabi Muhammad (Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) bermaksud menjelaskan, apa yang menurut pengikut okult Barat , yang mereka mencoba menjelaskan mengenai istilah tersebut sebagai ether, atau mungkin apa yang disebut dengan etheric atau astral planes. (Saya juga telah melihat usul penggunaannya menunjuk terhadap beberapa jenis plasma)
(Tidak perlu dikatakan, konsep-konsep seperti etheric plane dan astral plane yang tidak mempunyai arti dalam Sains modern, dan sejauh yang Saya ketahui, di luar Dirac, para ahli fisika telah meninggalkan spekulasi mereka mengenai keberadaan dari sebuah ether.)
Sumber Asal Jin
Jin dipikirkan sebagai makhluk yang secara normal bertempat tinggal dimana saja, nampaknya sangat beralasan bahwa kebanyakan asal mereka, dalam setiap anggapan yang sangat tidak jauh jaraknya dari kita, dan beberapa sarjana Muslim merasa khawatir terhadap penelitian di Barat baru-baru ini mengenai apa yang disebutnya sebagai "Fenomena UFO" dan sementara telah membayangkan terhadap hal itu dan menyimpulkannya, dan Saya kira yang sebenarnya - mungkin cara yang terbaik dari kita dapat memulainya dengan membuat visualisasi masalah ini dengan memikirkan mengenai Jin bahwa mereka sangat dekat dengan kita dan kadang-kadang juga pada waktu yang bersamaan sangat jauh dengan kita. Dengan kata lain, dalam beberapa dimensi lain, atau dalam kerangka ruang atau waktu, "disini", atau mungkin di dunia yang anti-materi di sini, atau mendiami disini seperti beberapa makhluk alam semesta, dibelakang kaca Alice, "sebuah kaca-alam semesta di sebelah lain Ruang Waktu - Space-Time Continuum" yang telah disimpan dengan cermatnya oleh para peneliti.
Namun, Qur'an tidak menjelaskan mengenai hal ini secara rinci, dan memang nampaknya sebagaimana yang dipikirkan, sangat mungkin bahwa beberapa dari jenis Jin dapat menyerupai dalam bentuk pisik sepenuhnya seperti apa yang kita sebut dengan ekstrateresterial, sementara jenis mereka yang lain semuanya dalam bentuk materi yang halus, dan hal ini sama dengan hasil yang beragam dari para peneliti UFO yang telah mencoba mengindikasikannya dengan memberikan istilah-istilah seperti "ultraterrestrial" atau "metaterrestrial" .
Dengan memikirkan gagasan-gagasan ini, kita mungkin harus mengingat seorang filosof Rusia, P.D. Ouspensky dengan teorinya mengenai kemungkinan keberadaan makhluk lain, yang lebih halus, tingkat materi yang terdiri dari elemen-elemen daftar susunan unsur kimia - Periodic Table - dari dunia kimia kita sendiri yang berulang-ulang - dan , bila Saya memahaminya dengan benar, berulangkali lebih dari satu kali, lebih dari satu tingkat. Penulisan awal Dr. Meade Layne di Amerika Serikat mengenai the "Dense Etheric World", ia mempertahankan bahwa wujud UFO dan pesawatnya awalnya dilahirkan di dalam pikiran. (Bukunya : The Coming of the Guardians, diterbitkan pada tahun 1958, sesungguhnya buku yang sangat penting dan mungkin pada suatu hari akan terbukti ). Beberapa jenis Jin yang baik hati mungkin menjadi "Wali" kita.
Terdapat hubungan yang dekat, atau beberapa kaitan nasib antara Jin dan Manusia nampaknya pasti, meskipun kebanyakan dari Jin adalah jahat, Setan, 4 walaupun kita yakin di dalam Qur'an bahwa sebagian dari jenis mereka adalah "baik" dan bisa selamat. Untuk hal ini dengan jelas dinyatakan bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diutus sebagai Rasul, baik kepada Manusia maupun kepada Jin, jadi dengan demikian, dalam Hari AKhir, segolongan dari Jin akan masuk Surga, sementara sebagian yang lainnya akan dijerumuskan ke dalam Neraka. Diungkapkannya kepada kita bahwa mereka adalah IBLIS, 5 Yang Paling Jahat (="SETAN") secara umum agak samar. Di dalam Qur'an, Iblis dengan pasti digambarkan sebagai seorang Jin, tetapi di beberapa tempat di dalam Qur'an ia juga digambarkan sebagai seorang Malaikat. (Yang pasti penjelasannya bahwa Iblis juga asalnya sebagai makhluk mulia, mempunyai status seperti Malaikat, yang kemudian membangkang melawan Tuhan dan namanya di dalam naskah-naskah Kristen disebut sebagai "Lucifer")
Selanjutnya pembahasan mengenai apa saja yang mereka kerjakan, namun hanya karakteristik atau ciri khas penting saja yang secara singkat akan dibeberkan disini. Ciri-ciri yang terpenting, sebagaimana disebutkan dalam daftar di bawah, merupakan kumpulan dari berbagai penulis Muslim dan sumber-sumber tradisional lainnya, dilakukan melalui konsultasi dengan mereka selama 15 tahun belakangan ini. Pembaca yang budiman dapat melihat adanya kesejajaran antara ciri khas wujud UFO yang dilaporkan dan dapat menarik kesumpulannya sendiri.
Karakter Utama Jin
  1. Dalam keadaan normal mereka tidak dapat dilihat oleh penglihatan manusia biasa.
  2. Mereka mampu membentuk dan menampakkan diri di dunia nyata. Mereka juga dapat menampakkan diri atau tidak menampakkan diri sesuai keinginanya.
  3. Mereka dapat merubah bentuk dan menampakkan diri dalam berbagai macam bentuk penyamaran, besar atau kecil. (sebagai contoh lihat: Ahmad Jamaludin's excellent report, A Wave of Small Humanoids in Malaysia in 1970 , in FSR Vol. 28, No. 5). Ahmad Jamaludin seorang muslim. ia tentu saja memahami apa yang sedang kita bicarakan.
  4. Mereka juga mampu menampakkan diri dalam bentuk berbagai binatang ( Yetis? Pumas? Loch Ness Monsters?) .
  5. Mereka adalah pendusta dan penipu, senang menipu, dan menyesatkan umat manusia dengan segala macam yang tidak masuk akal" (Sebagai contoh perhatikan kebanyakan kegiatan mereka penganut ilmu kebatinan/spiritualis seance - berhubungan dengan roh orang mati, dan juga "komunikasi" dengan wujud UFO dalam kasus-kasus close-encounter.)
  6. Mereka kecanduan menculik manusia. (Seorang Scotlandia, Robert Kirk, menulis "The Secret Commonwealth" tahun 1691, dengan jelas "mengetahui lebih banyak dan baik untuk kesehatannya", dan dibunuh oleh mereka.)
  7. Mereka suka menggoda manusia untuk melakukan hubungan seks dan menjadi penghubungnya, sebuah literatur Arab yang penuh dengan ceritera mengenai hubungan manusia dengan Jin "baik" maupun dengan Jin "tidak baik" . Bahkan juga terdapat sejumlah ceritera penting mengenai pertemuan secara kebetulan antara Jin "baik" dengan orang-orang Muslim yang shaleh. Sebagai contoh, buku yang berjudul Manaquib al-Arifin 6 di dalamnya terdapat sejumlah referensi penting mengenai kontak antara makhluk atas angin dengan Jalal al-Din Rumi, seorang puitis mistik besar, yang hidup dari tahun 1207 - 1273.

    (Saya seringkali kagum jenis Jin mana yang memperlihatkan diri di Brazilia kepada petani. Lihat tuilisan Saya ketiga pada "A. V. B.", Postscript to the Most Amazing Case of All , in FSR Vol. 11, No. 4, August 1965.)

    Dalam literatur Islam yang syah - dan hal ini tidak bisa dititikberatkan - keberadaan Jin seutuhnya selalu diterima, bahkan berdasarkan hukum sampai dengan hari ini, dan dalam juresprudensi Islam. Konsekuensi sepenuhnya yang tersirat terhadap keberadaannya sudah dipecahkan permasalahannya sejak lama sekali. Status hukumnya, dari berbagai aspek sudah didiskusikan dan diputuskan, sedangkan kemungkinan hubungan antara manusia dengan Jin - khususnya dalam hal perkawinan serta kepemilikan! - hal ini dikaji dengan sangat serius oleh para ahli fiqih, seperti telah dikonfirmasi oleh sumber Barat sebagai yang paling besar dan paling otoritatif, yaitu Ensiklopedia Islam.

    Ceritera-ceritera hubungan seks antara manusia dengan Jin selalu menarik perhatian pembaca-pembaca Arab, dan adalah penting dalam masalah ini untuk menyebutkan bahwa di dalam literatur Cina (di Cina, suku Han tidak beragama Islam - hanya sedikit dari penduduk minoritas di wilayah North-West dan Far West) di sana juga ada tradisi penting seperti ini yang menanti untuk diselidiki oleh para Ufologi.

    Katalog sastra besar Arab dikenal dengan nama Fihrist , 7 dikumpulkan dalam tahun 373 H (995M) oleh Muhammad bin Ishaq bin Abi Ya'qub al-Nadim al-Warraq al-Baghdadi, tidak kurang dari enam belas daftar karya yang mengupas tema ini. (Bandingkan juga dengan catatan pengikut Okult Eropa mengenai hubungan seks antara laki-laki (manusia) dengan wanita Sylphs, termasuk juga banyak catatan Kristen abad pertengahan yang berhubungan dengan Incubi and Succabae.)

    Banyak orang-orang yang berpikiran keBarat-baratan akan mencela semua pembicaraan mengenai Jin ini dengan argumen mereka yang lapuk bahwa bangsa Arab adalah "bangsa barbar". Baiklah, Saya akan menjelaskan bahwa dalam tahun 995 M, ketika Fihrist ditulis, peradaban Arab yang brilian tidak dapat dibandingkan ketinggiannya dengan yang lain di dunia, kecuali dengan Cina. Kristen dan Pencerahan Barat aslinya berhutang budi banyak kepada Islam melalui kontak (Perang Salib) sebelum Yunani belajar ke Barat. Sebagai sebuah kenyataan, banyak sekali filsafat dan literatur Yunani pertamakali sampai kepada kita , sama sekali tidak dalam bahasa Yunnani, tetapi dalam terjemahan bahasa Arab yang terjamin dari Cordoba dan Toledo di Spanyol dalam abad ke-10-11, dan ketika Muslim masih menguasai hampir seluruh wilayah Spanyol. Hanya baru beberapa abad yang lalu saja, terutama sekali sejak Revolusi Industri dan tumbuh berkembangnya Sains materialis modern, dimana Barat ketika itu sedang maju sedikit demi sedikit dalam bidang tersebut. Tetapi dalam abad ke-12 M Sains Muslim memegang peran utama, terutama sekali dalam bidang-bidang seperti Obat, Matematik dan Ilmu Astronomi, dan tidak sopan menganggap bahwa "superioritas" kita dewasa ini terhadap mereka merupakan sesuatu yang kekal.
  8. Kebiasaan para Jin suka menjewang manusia dan mereka diteleportasikan atau ditransportasikan, kemudian menurunkan mereka di sebuah tempat - bahkan jika mereka mau melakukannya, menurunkan ditempat lainnya lagi - yang jauh dari tempat di mana mereka di bawa, dan semua ini terjadi dalam " Sekejap mata" saja. (Lihat tulsan pertama Saya mengenai Teleportations, yang menceriterakan mengenai seorang serdadu Spanyol, yang pada tanggal 25 oktober 1593 secara tiba-tiba dipindahkan dari Manila, Filipina melewati Pasifik ke Meksiko. Dalam FSR Vol. 11, No. 2, 1965).
  9. Tradisi Arab menerangkan bahwa menurut sejarah yang diketahui, terdapat sedikit manusia tertentu yang memperoleh bantuan aneh, yaitu mereka "yang mempunyai ikatan dengan Jin" atau " mempunyai perjanjian dengan Jin" - sampai kepada tingkat seperti itu - para Jin memberikan kepada mereka apa yang kita kenal senagai "kekuatan luar Biasa" , yaitu kekuatan psychic powers. Konsekuensinya manusia-manusia ini menjadi dikenal sebagai wonder-workers, soothsayers - peramal, dan magicians - tukang sihir (Apakah tukang " sihir putih" atau "sihir hitam", tentunya tergantung kepada jenis Jin mana yang mereka mengadakan perjanjian)

    Sekali lagi, bandingkan tradisi Eropa mengenai orang-seorang yang diketahui bagaimana berkolaborasi dengan Kerajaan the Sylphs atau the Fairies . Sebagai contoh, terdapat kasus mengenai "working partnership", tidak kurang dari dua puluh tahun lalu, antara the Sylph dengan orang Paris, seorang dealer buku-buku kuno langka yang sangat sukses. The Sylph memberikan kontribusinya dengan berperan sebagai the "pengintai" dengan menemukan dimana dan kepunyaan siapa buku-buku yang jarang tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh si dealer kemudian hanyalah mendatangani para pemilik buku dan menawarnya untuk dibeli.
  10. Bersama-sama dengan semua kegagahan yang diperlihatkan oleh Jin, akhirnya, sebuah kekuatan telepati yang sangat luar biasa dan kemampuan (menggunakan istilah yang sangat tua) seperti 'cast a glamour' - 'menjadikan kaya' terhadap manusia korbannya. Catatan-catatan kami mengenai UFO sudah penuh dengan bukti seperti ini.
Berapa banyak kejadian-kejadian yang kita lihat dewasa ini, pada tingkatan tertinggi dalam politik internasional, sebagaimana juga hubungan-hubungan yang dialami orang biasa, dapat dianggap berasal dari makhluk halus pengendali dan yang suka ikut campur dalam kehidupan kita sehari-hari, penuh dengan tipu muslihat dan sesungguhnya sebagai kekuatan-kekuatan yang tidak terlihat, dan hal ini merupakan alasan utama keadaan bahaya dimana manusia menemukan dirinya sendiri. Beberapa laporan terbaru dari para peneliti UFO mengenai isyarat terhadap rencana alien untuk memprovokasi perang di dunia dan mendorong the Gadarene Swine (umat manusia) ke dalam jurang yang dalam sekali.
Kristen hari ini, yang pada umumnya nampak hanya sedikit mempunyai rasa keingin tahuannya, dengan jelas mereka sangat berbahagia melewati hari-harinya dengan kejahilan yang total dari semua ini. Namun studi seksama kitab Perjanjian Baru (dan hanya dalam kitab asli berbahasa Yunani ) akan memperlihatkan dengan jelas bahwa tak satupun apa yang dikatakan di atas tidak diketahui, baik mengenai Guru dan Penyembuh Jesus dari Nazareth atau kepada para muridnya - terutama Paul. (Secara kebetulan, orang Kristen sebaiknya mengetahui bahwa di dalam Islam nama lengkap dan gelar Jesus dari Nazareth adalah Isa, Anak Maryam, Sabda Tuhan.
Jauh sebelum lahirnya agama Kristen dan Islam di dunia kita ini tentu saja ada Guru Agung (Utusan) lain yang mengerti dengan jelas keadaan dimana manusia menemukan dirinya sendiri. Salah seorang dari mereka adalah Zarathustra (Zoroaster) dalam peradaban Iran kuno Achaemenidae -- kira-kira 600 atau 700 tahun SM. Naskah besar agama yang ditinggalkan Zarathustra adalah AVESTA, yang menceriterakan kepada kita mengenai Kekuatan Jahat - Demonic Forces - yang disebut di bawah lapisan istilah AHRIMAN, Musuh Cahaya. Manusia dalam ajaran ini, dilihat sebagai sebuah ciptaan khusus ORMAZD, SPIRIT TERTINGGI, yang terkunci di dalam permusuhan permanen dengan AHRIMAN.
Jiwa manusia adalah obyek perang, dan manusia itu sendiri adalah tempat peperangannya. Dr. Rudolph Steiner
Dalam masa kita, mungkin tidak ada seorang guru yang dapat melihat dan memahami mengenai semua masalah ini dengan lebih jelas yaitu, seorang terkenal dari Austria, dialah Dr. Rudolf Steiner (1861-1925), penemu the Anthroposophical Society.
Sejak kecil sudah menjadi ahli ramal, Steiner melihat kepada dunia lain dan tingkat spiritnya serta melihat sangat jauh ke dalam hati manusia, tidak ada buku atau pengajaran yang begitu relevan seperti miliknya terhadap krisis yang melanda atas umat manusia sekarang ini. Kuliahnya sepanjang tahun 1917, sebagai contoh, memperlihatkan dengan jelas yang ia ramalkan, dimana dalam keseluruhan persoalan manusia, baik politik, sosial, dan militer yang muncul sebagai hasil dari kekejaman atau tirani negara polisi, yang tidak akan terelakkan lagi mengikuti jejak Revolusi Rusia, seperti dalam tahun yang sama ketika terjadi Kemunculan "Lady" yang tiba-tiba di Fatima. Ramalan Steiner mengenai apa yang akan terjadi di dunia secara keseluruhan, menurutnya sebagai akibat sains materialis yang menjadi tidak jelas: seperti pengembangan "tabung-reaksi" manusia, "rancang-bangun biologi" dan kengerian-kengerian lainnya; dengan sengaja menciptakan dan mengembangkan monster hidup; tanpa perasaan, tidak bertuhan, menururnkan derajat kemanusiaan, komputerisasi, robot, perbudakan dunia "1984" yang sekarang telah menjadi kenyataan..
Menurut Steiner, suatu babak penting luar biasa dalam mengatasinya secara tegas dalam kurun waktu tiga puluh tahunan terakhir abad ke-19 termasuk the Inner Planes - spirit level, antara Kekuatan AHRIMAN (istilah yang diambil dari Zarathustra) dengan KEKUATAN KEBENARAN - FORCES OF LIGHT. Hal ini yang dibelakang hari secara konvensional dikenal di Barat dalam Tradisi Kristen seperti Pengikut Michael - Cohorts of Michael. Steiner mengatakan bahwa perkelahian akan berakhir dengan sebuah kemenangan yang sempurna untuk Kekuatan Kebenaran, namun sebagai akibat dari perkelahian tersebut, sejumlah besar makhluk jahat yang kuat turun ke planet Bumi untuk membantu manusia pengikut Setan, sebagai konsekuensi kehadiran dan pengaruh mereka, maka saat ini kedua kekuatan tersebut saling berbenturan lebih kuat dibandingkan sebelumnya yang pernah terjadi, sehingga mengganggu terhadap prospek dan tujuan masa depan umat manusia.
Steiner memberitahukan kepada kita bahwa dalam tahun-tahun mendatang akan terjadi pergolakan-pergolakan yang luar biasa, selama terjadi proses pertempuran besar ini, peperangan sebenarnya akan dipindahkan KE DALAM SETIAP HATI MANUSIA. Lihat Rudolf Steiner: Der Sturz der Geister der Finsternis: (The Overthrow of the Spirits of Darkness), Series of Lectures, 1917. (Tersedia hanya di dalam bahasa Jerman.)
Sasaran dari Kekuatan Jahat - Forces of Darkness adalah untuk mengambil alih arus perubahan manusia, kemudian digabungkannya, (antara yang baik dan yang jahat), dan untuk mengalihkan umat manusia dari pengembangan evolusioner "yang yang sudah direncanakannya". Hasil akhir dari penggabungan ini akan melahirkan makhluk baru (dalam pola pikirnya) dengan kualitas yang kebaikannya telah sirna.
Manusia modern yang congkak dari Pop Age, "Bercelana Kera tapi tak berekor" seperti disebut Darwin, tentu saja tidak menganggap ada gunanya untuk semua jenis "sampah" semacam ini, padahal sudah tak terhitung jumlahnya dari manusia yang telah membuang semua kepercayaannya ditengah-tengah keberadaan Setan, ke luar dari kepercayaannya terhadap Kekuatan Yang Maha Besar yang memerintah Alam Semesta ini.
(- Manusia modern yang canggih dewasa ini mengetahui bahwa dunia itu tidak diciptakan oleh Tuhan, tapi oleh Karl Marx. Dan mereka mengetahui bahwa Lenin dan para penggantinya adalah para nabinya.)
Ada sebuah kutipan catatan pendek yang menyenangkan dalam CS. Lewis Screwtape Letters, di mana Setan Senior, berbicara kepada seorang anak buahnya dengan membuat sebuah komentar sangat penting: "tentu saja, kemenangan terbesar kita adalah fakta bahwa semua orang TAHU kita tidak ada." (Atau kata-kata untuk pengaruh tersebut.)
Demikian terjadi juga hal yang sama, dimana mayoritas umat manusia MENGETAHUI bahwa Jin dan UFO serta wujud UFO tidak ada. Dan apa manfaat baiknya UFO !
Tetapi bagaimana akibatnya jika Homo Sap (yang disebut, dirinya sendiri) berada dalam beberapa tekanan besar di masa mendatang yang sudah dekat? Lalu apa?
Dengan majunya sains baru-baru ini, manusia telah dengan cepat menjadi sadar akan keluasan dari Cosmos dan kemungkinan bahwa di luar sana eksis dunia fisik lain yang tidak terhitung jumlanya yang dihuni oleh mahluk cerdas, beberapa diantaranya, untuk kita ketahui semuanya, mungkin (seperti kita semua sangat mengharapkannya) serupa dengan manusia, dengan rasa kita dan nilai-nilai kita, harapan kita dan ketakutan kita.
Adalah wajar bahwa beberapa di antara kita, mensurvei kebuntuan diri kita sendiri, mungkin digoda untuk melihat bintang-bintang dalam harapan, bahwa seseorang yang lebih bijaksana dibanding kita akan tiba suatu hari dari sana dan memberikan kepada kita semua jawaban yang gampang
Jika di dalam kisah kuno ada kebenaran bahwa penduduk di Magonia, tidak seperti orang, tidak memiliki kemungkinan mengembangkan jiwa abadi, oleh karena itu ingin memperolehnya dengan melalui perkawinan dengan kita, bercampur cara hidup mereka dengan milik kita, saat yang mana dapat lebih menguntungkan mereka untuk meraih tujuannya dibanding sekarang?
Tidakkah Anda bisa mendengar pesan dari Kapten mereka?
- " Kami datang dari Tau Ceti, dan kami datang untuk menyelamatkan Anda serta menunjukkan jalan keluar dari permasalahan yang Anda hadapi. Kita akan melepaskan Anda dari kesulitan!"
(Catatan penerjemah: Menurut seorang "Raja Jin" dari Bandung, begitu media menyebutnya pada tahun 80-an, jenis Jin tidak terhitung jumlahnya, sepanjang pengalamannya bergelut dengan dunia Jin dzalim (Q.S..72:11), sudah diketahui terdapat lebih dari 260-an "marga" Jin, yang paling jahat dan hebat dari mereka adalah "marga" Lusifar atau Lucifer, semua "marga" berada di bawah kekuasaannya. Sebagai ilustrasi, beberapa marga Jin yang berperan dalam ilmu sihir yang bekerjasama dengan para dukun a.l. adalah marga Sahir, Mantera dan Tuluh,. dsb).
terjemahan tulisan di atas diambil dari http://www.conspiracyarchive.com/, tulisan lengkap dengan refrensi dari:
original source: Flying Saucer Review, Vol. 29, No. 5
Article reproduced on UFOINFO with the permission of Gordon Creighton and Flying Saucer Review .
Flying Saucer Review, PO Box 162, High Wycombe, Bucks, HP13 5DZ, England

Tidak ada komentar:

Posting Komentar